
Alyssa menatap Ken yang tengah fokus mengendarai mobilnya. Dia menghela nafas panjang dan kembali menatap ke depan. Melihat perseteruan Ken dengan Raymond membuatnya khawatir.
Entahlah, tapi dia merasa kurang nyaman setiap melihat Raymond. Seolah pria tua itu adalah malaikat pencabut nyawa yang bisa kapan saja mengambil orang-orang yang dia cintai.
"Ada apa? Aku perhatikan dari tadi kau terlihat gelisah." seru Ken yang masih fokus menyetir
"Entahlah!! Sekarang aku jadi mudah sekali khawatir." balas Alyssa
"Apa karena Zean dan paman Raymond?" Ken melirik sekilas Alyssa yang terdiam menunduk. Dia tersenyum dan menggenggam tangan Alyssa. "Kau tidak perlu khawatir. Semua akan baik-baik saja." ucapnya
"Tapi tetap saja aku takut." lirih Alyssa
"Untuk itu aku akan membawamu bersenang-senang. Aku yakin setelah ini hatimu akan lebih tenang."
"Bersenang-senang? Bukankah kita hanya makan siang?"
Ken tidak menjawab. Dia hanya tersenyum dan kembali fokus menyetir mobilnya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil Ken terparkir didepan penginapan yang klasik namun mewah. Mereka turun dari mobil dan masuk untuk melakukan check-in.
Awalnya Alyssa terlihat bingung karena tiba-tiba Ken membawanya ke penginapan tersebut. Baru setelah dia melihat-lihat, dia baru sadar jika penginapan itu adalah penginapan yang di rekomendasikan oleh pelayan restoran langganan Ken.
"Ken, kenapa kita kesini?" tanya Alyssa
"Menurutmu?" Ken mengambil kunci kamar dari resepsionis dan membawa Alyssa mencari letak kamar mereka.
"Ken!!"
"Hm."
"Ka_kau tidak berniat untuk......
Alyssa tidak berani melanjutkan ucapannya. Dia malu jika memang benar Ken mengajaknya kesana untuk berbulan madu. Tapi bisa saja dia salah
"Untuk apa?" goda Ken
"Kau tahu maksudku jadi jangan pura-pura bodoh.." gerutu Alyssa
Ken hanya menahan tawanya. Dia membuka kamar mereka dan terlihat pemandangan yang sangat indah yang bisa dilihat dari balkon.
Alyssa tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Dia yang tadinya malu-malu, langsung mengabaikan Ken dan berlari keluar balkon. "Indahnya!!!" seru Alyssa kagum
__ADS_1
"Kau suka?" Ken memeluk Alyssa dari belakang dan menopang dagunya di bahu wanita itu
"Em.. Aku sangat suka hal yang berbau keindahan alam."
"Ya, aku tahu itu." batin Ken. Walaupun terkesan dingin dan begitu membenci Alyssa, tapi Ken sangat tahu tentang Alyssa. Dia tahu apa yang disukai dan tidak disukai wanita itu. Semua yang berhubungan dengan Alyssa, Ken mengetahuinya. Bahkan mungkin melebihi Rain yang menjadi kekasih Alyssa waktu itu.
"Ken!!" panggil Alyssa
"Hm." Ken memejamkan mata menghirup dalam aroma tubuh Alyssa. "Harum." batin Ken
"Apa kita bisa kesana?" Alyssa menunjuk atas bukit yang menjadi pemandangan didepan mereka.
"Kau ingin kesana?" tanya Ken
"Sepertinya menyenangkan. Aku ingin kemping di sana. Pasti kalau malam akan terlihat lebih indah." seru Alyssa tanpa mengalihkan pandangan.
Ken memiringkan kepalanya menatap Alyssa yang terus tersenyum memperlihatkan lesung pipinya yang membuat Ken gemas. "Tapi menurutku, ada yang lebih indah dari bukit itu." seru Ken
"Apa?" Alyssa menoleh menatap Ken yang tersenyum menatapnya.
"Kau. Kau lebih indah dari apapun." Batin ken
"Ken!! Kenapa kau melamun? Apa hal yang lebih indah dari bukit itu?" tanya Alyssa. Tapi bukannya menjawab, Ken justru tersenyum tipis.
Lagi-lagi Alyssa tertegun. Ken terlihat tampan saat tersenyum.
"Aku tahu, aku tampan." celetuk Ken
Alyssa tersadar dari lamunannya dan melepas pelukan Ken di perutnya. Dia kembali masuk dan duduk di tepi tempat tidur sambil memegang dadanya. Jantungnya lagi-lagi berdetak kencang. Kedua pipinya juga memanas. "Hah... Ini sangat memalukan. Bagaimana bisa aku terpesona dengan ketampanan Ken?" rutuk Alyssa dalam hati
"Kau mau pesan apa?" tanya Ken. Dia mengambil sesuatu diatas meja yang terlihat seperti daftar menu. "Wow.. Sangat mengesankan." gumam Ken
"A_ada apa? Apa makanan disini mahal? Kalau begitu kita....
"Apa yang kau katakan?" Ken menghubungi pelayan hotel dan memesan makan untuk mereka berdua.
"Aku sudah memesan makanan. Kau tunggu saja sebentar lagi juga datang. Aku mau keluar sebentar. Ingat!! Jangan kemana-mana!!" seru Ken
"Iya-iya." Alyssa mengerucutkan bibirnya saat Ken keluar dari kamar. Kenapa dia hanya pergi sendiri dan tidak mengajaknya? Dia kan juga ingin jalan-jalan. Tapi dia sudah berjanji untuk menunggu Ken di kamar. Apalagi sebentar lagi pesanan mereka datang. Jadi dia tidak bisa keluar begitu saja.
"Hah... Sekarang apa yang harus aku lakukan?" Alyssa membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Ingatannya menerawang dengan sikap Ken padanya akhir-akhir ini.
__ADS_1
Ken benar-benar berubah. Dia jadi lembut dan perhatian padanya. Dan lagi, ternyata pria itu menyukainya sejak lama. Hah... Andai ken tidak menyebalkan, mungkin dia akan menyukai Ken daripada Rain. Tapi mau bagaimana lagi, cinta tidak bisa dipaksakan. Dan pilihan hatinya waktu itu jatuh pada Rain. Tapi sekarang dia justru menikah' dengan Ken.
Mungkin ini yang namanya takdir. pengorbanan Ken dengan merelakan dirinya demi Rain membuahkan hasil. Walau Ken harus kehilangan Rain untuk mendapatkan dirinya.
"Aku, sepertinya mulai mencintai Ken." Dia menatap cincin yang melingkar di jari manisnya dan kembali berkata, "Apa kau akan marah karena aku berpaling darimu? Kau melakukan semua ini demi adikmu. Dan sekarang aku benar-benar tergantung padanya."
Tok Tok Tok
Ucapan Alyssa terhenti saat terdengar suara ketukan pintu. Dia bangun dan membuka pintu yang ternyata adalah pelayan yang mengantar makanan untuknya.
Alyssa mempersilahkan pelayan masuk dan menata makanan dimeja.
"Silahkan menikmati." ujar pelayan tersebut sebelum keluar dari kamarnya.
"Huh... Dimana Ken? Kenapa dia lama sekali? Aku sudah sangat lapar." gumamnya menatap makanan yang kelihatan sangat lezat di meja makan.
Cukup lama Alyssa menunggu dan akhirnya Ken datang. Mereka menikmati makan siang mereka yang sedikit terlambat bersama-sama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kita mau kemana lagi Ken?" tanya Alyssa. setelah selesai makan, Ken tiba-tiba mengajaknya keluar untuk jalan-jalan.
Alyssa merasa senang, apalagi mereka pergi ketempat-tempat indah yang disuguhkan ditempat mereka menginap. Tapi masalahnya sudah cukup lama mereka di sana dan Alyssa sudah sangat lelah. Tapi Ken tidak perduli. Ken hanya sibuk dengan ponselnya dan hal itu membuat Alyssa curiga.
"Ken, ini sudah sore dan kita sudah cukup lama disini. Aku lelah Ken, Aku mau kembali ke kamar untuk istirahat."
"Eh..Tunggu dulu!!" Ken mencegah Alyssa dan menariknya untuk duduk. "Jangan kembali ke kamar dulu. Bukannya kau suka dengan pemandangan yang indah. Jadi nikmati saja." seru Ken
Alyssa menghela nafas panjang. Dia memang suka dengan pemandangan di sana. Tapi mereka sudah cukup lama diluar. Dan dia ingin istirahat karena dia berencana untuk melihat pemandangan dimalam hari.
Dia takut jika kelelahan, dia akan tertidur dan melewatkan keindahan alam dimalam hari.
"Sebentar lagi, Oke." pinta Ken.
Alyssa hanya bisa mengangguk pelan. Dia duduk menyandarkan kepalanya di bahu Ken. Dia benar-benar lelah dan mengantuk karena kurang tidur. Dan itu semua karena Ken. Ah... Tidak!! Dia sendiri juga menikmatinya. Pergulatan yang mereka lakukan sampai menjelang pagi yang membuatnya kelelahan.
"Yes!!" seru Ken yang membuat Alyssa terkejut. Dia menegakkan kepalanya dan menatap Ken yang terlihat senang.
"Ada apa?" tanya Alyssa
"Tidak, bukan apa-apa." seru Ken
__ADS_1
Alyssa memicingkan matanya curiga. Tapi Ken dengan cepat menyangkal dan mengajak Alyssa untuk kembali ke kamar.