
Dengan langkah yang lunglai, Alyssa kembali ke kamar bersama dengan Ken. Tapi dia dibuat tertegun saat masuk ke kamarnya.
Kamar yang tadinya hanya bernuansa putih, kini tiba-tiba dipenuhi dengan hiasan cantik dengan lilin-lilin yang berjejer rapi di lantai dan taburan bunga mawar ditengah-tengah lilin tersebut.
Alyssa berjalan perlahan melewati taburan bunga tersebut dan kembali dibuat kagum dengan hiasan diatas tempat tidur, dimana ada kain putih yang dibentuk menjadi angsa putih yang saling beradu ditambah hiasan bunga berbentuk hati.
"Ke_ken, ini....
"Ya sayang, apa kau menyukainya?" tanya Ken
Alyssa tidak bisa berkata-kata. Dia kembali melihat sekeliling dan kembali tertegun dengan balkon yang tidak kalah indah.
Dia keluar ke balkon dan melihat meja yang juga sudah dihias dengan sangat indah dengan hidangan makan malam dan sebotol wine terkenal.
"Ken!!" Alyssa terharu sampai-sampai dia menitikkan airmata. Ini pertama kalinya dia diperlakukan dengan sangat romantis.
Ken berdiri didepan Alyssa dan mengusap air mata wanita itu, "kenapa menangis, hm? Apa kau tidak menyukainya?"
"A_aku sangat menyukainya Ken, a_aku....
Alyssa tidak bisa berkata-kata. Dia memeluk Ken dan terus mengucapkan terimakasih.
"Terimakasih Ken, Terimakasih. Aku tidak tahu harus bagaimana, tapi... Tapi...
"Ssstt.. Kau tidak perlu melakukan apapun untukku. Tapi satu hal yang ingin aku katakan, aku mencintaimu, Alyssa."
Deg
Alyssa mendongak menatap kedua mata Ken. Apa dia tidak salah dengar? Ken mengakui perasaannya? Ken mengungkapkan cinta padanya?
"Aku tidak memintamu untuk menjawab sekarang. Aku hanya ingin kau tahu perasaanku saja. Selebihnya kita jalani seperti biasanya saja. Tapi aku harap, kau tetap di sampingku apapun yang terjadi nanti." seru Ken
Alyssa hanya bisa terdiam. Lidahnya kelu tapi jantungnya berdetak kencang. Dia masih tidak percaya, Ken mengungkapkan perasaannya.
"Maaf jika tidak sesuai yang kau harapkan. Semua ini terlalu mendadak dan tanpa rencana. Jika kau tidak mengatakan ingin makan siang di restoran tempat favoritku, mungkin kita tidak akan menginap disini. Dan kebetulan aku melihat ada brosur untuk paket bulan madu. Jadi.....
Ucapan Ken terhenti kala Alyssa dengan berani membungkam bibir Ken dengan bibirnya. Alyssa memagut bibir Ken perlahan tapi merasa tidak ada respon dari Ken, membuat Alyssa kecewa. Dia melepas ciumannya dan menatap Ken yang hanya diam saja.
"Maaf." lirih Alyssa
__ADS_1
Tapi tiba-tiba Ken menarik pinggang Alyssa dan menekan tengkuk wanita itu. Dia memiringkan kepalanya dan mencium mesra bibir Alyssa.
Mereka saling bertukar Saliva, lidah mereka saling membelit hingga terdengar decapan dari pagutan keduanya.
"Aku mencintaimu, Alyssa. Aku mencintaimu." seru Ken. Dia menempelkan keningnya dengan kening Alyssa dan kembali mencium wanita itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ternyata benar, jika malam hari disini terlihat sangat indah." ujar Alyssa. Dia menopang dagu menatap pemandangan indah di depannya.
"Pasti jika kita berada diatas bukit sana, kita bisa melihat lautan bintang." ujarnya lagi
"Sepertinya kau sangat ingin kesana." seru Ken
"Tentu saja. Suatu hari nanti aku pasti akan kesana."
"Iya, kita pasti akan kesana. Tapi sekarang habiskan dulu makananmu. Aku tidak mau saat kita olahraga nanti, kau kelelahan karena tidak bertenaga." seru Ken. Setelah menyatakan cintanya, Ken mengajak Alyssa untuk makan malam. Memang masih terlalu awal. Tapi Ken sudah tidak sabar untuk sampai disesi berikutnya.
"Iya-iya. Tapi memangnya kita akan melakukan olahraga apa malam-malam begini?" tanya Alyssa
Ken tidak menjawab. Dia hanya tersenyum dan melahap makanannya. "Kau akan tahu nanti."
"Wah... Indah sekali." Alyssa melepas bajunya dan masuk kedalam bathtub.
"Nyaman sekali." Alyssa memejamkan matanya sejenak. Aroma bunga ini sangat menenangkan sampai-sampai dia tidak sadar jika ada seseorang yang masuk ke kamar mandi.
Ken menyusul Alyssa karena dia sudah tidak sabar untuk mandi. Tubuhnya terasa sangat lengket dan memutuskan untuk mandi bersama tanpa sepengetahuan Alyssa.
Tidak masalah karena mereka adalah suami istri, bukan?
Ken tersenyum saat melihat Alyssa yang memejamkan matanya. Dia mulai melucuti satu persatu bajunya dan ikut masuk kedalam bathtub.
"Eh....
Alyssa terkejut dan melihat Ken yang sudah duduk di depannya. "Ke_ken!! Kenapa kau disini? Aku kan sedang mandi." seru Alyssa
"Aku juga mau mandi Lys, badanku lengket sekali."
"Iya, tapikan kau bisa mandi setelah aku selesai.... Kyaaa....
__ADS_1
Ken menarik Alyssa hingga duduk di pangkuannya. "memangnya kenapa jika kita mandi bersama? Bukankah kita sudah pernah melakukannya? Aku juga sudah sangat hafal dimana saja letak tahi lalat mu." seru Ken
Blush
Haish... Kenapa harus tahi lalat yang Ken ketahui? Apa tidak ada alasan yang lebih bagus lagi? Tapi walaupun begitu secara tidak langsung Ken ingin bilang kalau dia sudah menjelajah di setiap jengkal tubuhnya kan?
Aish... Ken sangat pandai bicara hal vulgar sekarang. Dan hal itu membuat jantungnya berdetak tidak karuan.
"Lys!!" panggil Ken lembut tepat di telinga Alyssa
"Malam ini akan menjadi malam yang panjang untuk kita berdua. Jadi persiapkan dirimu!!"
Glek
Malam yang panjang? Apa mereka akan melakukan hal itu sepanjang malam?
Alyssa bergidik membayangkannya. Dia menjauh dari Ken tapi dengan cepat Ken mendekap tubuh wanita itu.
"mau kemana, hm? Bantu aku mandi." ujar Ken
Lagi-lagi Alyssa menelan ludahnya kasar. Tangannya terangkat perlahan untuk membantu menggosok badan Ken. Tapi Ken malah menarik tangannya untuk menyentuh sesuatu yang tidak semestinya dia sentuh.
"Kyaa...." Pekik Alyssa
"Apa yang kau lakukan, Ken?" teriak Alyssa
Ken tertawa keras. Dia memeluk erat Alyssa hingga tubuh polos mereka saling menempel. "Kau harus belajar memuaskan suamimu." ucapnya
"Me_memuaskan?"
"Iya. Melayani suami adalah kewajiban utamamu. Dan kau harus belajar untuk hal itu. Tapi untuk kali ini aku tidak akan menuntut mu untuk melakukannya. Tapi kau harus menemaniku begadang malam ini." bisik Ken
"Mesum !!!" teriak Alyssa.
Ken kembali tertawa. Menggoda Alyssa ternyata sangat menyenangkan. Apalagi melihat semburat merah di kedua pipi wanita itu. Sungguh sangat menggemaskan.
"Apa kau pikir ini lucu?" gerutu Alyssa
"Tidak!! Proses pembuatan anak tidak bisa dijadikan bahan candaan."
__ADS_1
"KEN !!!!"