Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah

Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Dua hari kemudian, Alyssa meminta ijin untuk tidak ke kantor dengan alasan sedang tidak enak badan. Awalnya Ken ingin mengambil cuti dan menemani Alyssa. Tapi Alyssa menolak dengan alasan jika dia bisa menjaga dirinya sendiri dan menyuruh Ken untuk berangkat ke kantor. Lagipula jika Ken tetap di rumah, maka Alyssa tidak akan bisa menyiapkan kejutan untuk Ken.


Ya, Alyssa belum mengatakan pada Ken karena Ken masih di sibukkan dengan tertangkapnya Zean dan anggota geng motornya. Ken dan yang lain dimintai keterangan. Ditambah Ken juga harus mengurus perusahaan dan hal itu membuat mereka sangat sibuk.


Dan hari ini, dia akan menyiapkan kejutan untuk Ken. Dia sudah menghubungi Revan dan yang lain untuk membantunya. Sedangkan Alvin bertugas membuat Ken sibuk seharian di kantor agar semua berjalan lancar.


"Kau yakin tidak apa-apa aku tinggal?" tanya Ken


"Iya, aku tidak apa-apa. Aku akan menghubungimu jika aku membutuhkan sesuatu." jawab Alyssa


Ken menghela nafas panjang. Dengan berat hati, dia meninggalkan Alyssa di rumah. Ya, sebenarnya dia merasa sedikit lega karena Zean sudah tertangkap. Jadi dia tidak perlu khawatir dengan Alyssa. Tapi tidak ada salahnya berjaga-jaga. Dia tetap melarang Alyssa untuk keluar dari rumah sendirian. Jika memerlukan sesuatu, Ken meminta Alyssa untuk menghubunginya.


Setelah Ken pergi, Alyssa bergegas menghubungi Revan dan yang lain untuk segera datang. Dia mengeluarkan peralatan yang akan di gunakan untuk menghias kamar dan juga balkon.


Sebenarnya Alyssa bisa menyiapkannya sendiri. Tapi Revan melarangnya karena Alyssa sedang hamil muda. Dia takut Alyssa akan kelelahan dan itu bisa berakibat buruk pada kandungannya.


Revan, Satria dan dua anggota geng motor lainnya menghias kamar dan balkon. Sedangkan Alyssa dan Delon memasak di dapur.


Mereka bekerja keras untuk menghias kamar agar terkesan romantis. Sesekali mereka bercanda dan meledek Ken yang bodoh.


"Hachi... Hachi..."


"Kau sakit?" tanya Alvin


"Tidak, aku baik-baik saja. Hanya saja aku merasa jika ada yang sedang mengumpat ku." seru Ken


"Tau dari mana?" tanya Alvin


"Telingaku terus berdengung dan hidungku gatal. Kata kak Rain, itu tandanya ada yang membicarakan kita."


"Cih... Mana ada yang seperti itu. Sudah-sudah, cepat kau tanda tangani laporan ini." Alvin menyerahkan berkas pada Ken


"O iya, soal kerjasama kita dengan Glance Group, apa kita akan membatalkannya? Banyak perusahaan-perusahaan yang membatalkan kerjasamanya dengan perusahaan Glance Group karena video itu."


Ken tampak berfikir. Dari awal dia memang berniat membatalkan kerjasama mereka. Dan hal itu karena Grace yang bisa mengancam keselamatan Alyssa. Tapi sekarang Grace sedang menjalani hukumannya. Dan Tuan Rian tidak bersalah dalam hal ini.

__ADS_1


"Berapa pinalti yang harus kita bayar jika kita membatalkan kerjasama itu?" tanya Ken


"Sesuai di surat perjanjian, sekitar 5M. Tapi jika kita masih meneruskan kerjasama ini, kemungkinan kita juga akan rugi karena perusahaan itu sudah mempunyai reputasi buruk karena Grace."


Ken mengangguk paham. Dia memutuskan untuk membayar pinalti. Tidak masalah dia kehilangan uang 5m daripada dia mengalami kerugian yang mungkin lebih banyak dari itu.


...----------------...


Siang berganti malam. Ken meregangkan otot-otot tubuhnya saat selesai mengerjakan pekerjaannya. "Akh.. Akhirnya selesai juga." Dia melihat arlojinya yang sudah menunjukkan pukul 20:00 malam. "Waktunya untuk pulang." ucapnya lagi. Dia membereskan berkas-berkas di mejanya dan bergegas pulang. Dia sudah tidak sabar ingin bercengkerama dengan istrinya. Lagipula Alyssa sudah menghubunginya jika kondisinya sudah membaik. Jadi mungkin tidak masalah bermain sebentar karena mengurus kasus Zean dan yang lain membuat dirinya terlalu sibuk sampai-sampai tidak mempunyai waktu untuk berduaan dengan istrinya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Ken sudah sampai di rumahnya. Dia memarkirkan mobilnya di garasi dan bergegas masuk. Tapi baru beberapa langkah, dia dikejutkan dengan ruang tamu yang berantakan. Dia berjalan pelan dan seluruh ruangan di lantai satu benar-benar seperti kapal pecah.


"Apa yang terjadi?" Ken tampak bingung. Sampai dia teringat dengan Alyssa. Dia bergegas lari ke lantai dua dimana kamar mereka berada. Jantungnya berdetak kencang, takut sesuatu terjadi pada Alyssa.


Tapi lagi-lagi dia dibuat tertegun. Jika lantai bawah terlihat sangat berantakan, berbeda dengan kamar mereka yang sudah dihias dengan begitu cantik. "Apa yang sebenarnya terjadi?" Pikir Ken. Dia melihat banyak mainan anak kecil yang disusun dengan rapi, balon-balon menghias kamarnya dan ucapan selamat datang, Daddy.


Tunggu dulu!! Daddy? Apa maksudnya?


"A-alyssa!!" teriak Ken. Dia membuka kamar mandi, tapi Alyssa tidak ada di sana. Lalu dia berlari ke balkon, dan ternyata balkon juga dihias begitu romantis. Ada makanan tersaji di meja dan lilin-lilin yang membentuk hati mengelilingi meja tersebut.


"A-apa ini?"


Ken terdiam saat sepasang tangan memeluknya dari belakang. Dia tahu jika itu Alyssa karena dia sangat hafal aroma parfum istrinya itu.


"Lys...."


"Biar begini sebentar Ken." ucap Alyssa menyela


Cukup lama mereka berada diposisi seperti itu. Hingga Alyssa melepaskan pelukannya dan berdiri di depan Ken. Dia tersenyum dan mengecup mesra bibir Ken. "Apa ada yang ingin kau tanyakan?" ucap Alyssa


"A-aku tidak mengerti. Aku melihat rumah kita berantakan. Aku kira terjadi sesuatu padamu. Tapi ini....." Ken melihat sekelilingnya dengan tatapan bingung dan kembali menatap Alyssa. "Apa maksud semua ini, Lys? Dan tadi aku melihat ada ucapan selamat datang, Daddy. Itu...."


Alyssa tersenyum dan memberikan sebuah kotak kecil pada Ken. "Apa ini?" tanya Ken.


"Buka saja " ucap Alyssa. Ken mengikuti ucapan Alyssa. Dia membuka kotak tersebut dan melihat foto USG di sana. Tapi lagi-lagi Ken tidak paham. Dan hal itu membuat Alyssa merasa gemas. Dia menuntun tangan Ken ke perutnya dan berkata, "Selamat, sebentar lagi kau akan menjadi ayah."

__ADS_1


Deg


Ken melebarkan kedua matanya menatap Alyssa. Menjadi Ayah? Apa itu artinya Alyssa hamil?


"Kenapa kau diam, Ken? Kau tidak senang?" tanya Alyssa.


"Bu-bukan begitu. A-aku masih tidak percaya. Coba pukul Aku!! Aku takut ini semua hanya mimpi." ucap Ken


Alyssa tersenyum dan menarik tengkuk Ken. Dia mencium rakus bibir pria itu bahkan sesekali menggigit kecil bibir Ken. "Ini bukan mimpi sayang. Kau akan menjadi Ayah karena saat ini aku mengandung anakmu." bisik Alyssa ditengah-tengah ciuman mereka.


Ken tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dia meraih pinggang Alyssa dan mengambil alih permainan lidah mereka. Dia meluapkan kebahagiaannya dengan meraup bibir Alyssa.


"Terimakasih sayang, terimakasih. A-aku...." Ken tidak bisa berkata-kata. Dia mensejajarkan dirinya dengan perut Alyssa dan berulang kali menciumnya. "Anak Daddy, kau sudah hadir sayang."


Alyssa mengusap pelan rambut Ken yang terlihat bahagia. Bahkan pria itu sampai menitikkan air matanya. "Dia ada di dalam sini?" tanya Ken mendongak menatap Alyssa.


"Iya, dia ada di sana."


Ken tersenyum dan kembali menciumi perut Alyssa. Kemudian dia berdiri dan memeluk Alyssa. "Terimakasih sayang. Terimakasih. Aku mencintaimu."


"Aku juga mencintaimu, Ken."


Deg


Ken mengurai pelukannya dan menatap kedua mata Alyssa. "Kau bilang apa?" tanyanya memastikan


"Aku mencintaimu, Kenand Alvaro. Aku mencintaimu." ucap Alyssa


Ken benar-benar tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dia memeluk erat Alyssa dan lagi-lagi mengucap terimakasih. Akhirnya cintanya terbalas. Akhirnya penantiannya tidak sia-sia. Akhirnya dia mendapatkan cinta Alyssa. Akhirnya.... Ah.. Entah apa lagi. Yang pasti malam ini Ken sangat bahagia.


Cinta yang sudah lama terpendam, harus merelakannya untuk orang yang berarti dalam hidupnya. Tapi tanpa dia duga, takdir cukup kejam pada mereka. Orang yang berarti dalam hidupnya harus kembali kepada sang pencipta dan menitipkan cintanya. Dia merasa bodoh saat itu, tapi takut kehilangan untuk kesekian kalinya membuatnya berjuang untuk mempertahankan cinta itu. Dan semua tidak sia-sia.


"Aku mencintaimu, Alyssa Aurora."


"Aku juga mencintaimu, Kenand Alvaro."

__ADS_1


Mereka saling mengungkapkan isi hati mereka dan kembali berpelukan. Malam itu mereka menghabiskan malam yang penuh dengan kebahagiaan. Mereka makan malam romantis sambil sesekali tertawa bahagia.


...~The End~...


__ADS_2