
Keesokan harinya Ken dan Alyssa pergi ke kantor seperti biasa. Berita mengenai tertangkapnya Raymond atas keterlibatannya dalam kasus kecelakaan yang membuat Rain meninggal, sudah menyebar keseluruhan kantor.
Semua merasa sedih, karena ternyata kecelakaan itu terjadi karena disengaja. Tapi mereka juga tidak menyangka jika pelakunya adalah Raymond yang merupakan paman dari Rain. Untuk itu mereka berharap pelaku di hukum seberat-beratnya.
"Ken, hari ini meeting dengan perusahaan Glance Group." seru Alvin mengingatkan
Ken menghela nafas panjang. Dia sangat malas bertemu dengan Grace apalagi jika sampai wanita itu mengajak Zean.
"Ken!!"
"Tolong kakak handle ya, aku malas bertemu wanita itu." seru Ken
"Ken, kau tidak boleh seperti itu. Jangan membawa masalah pribadi ke pekerjaan. Kau harus profesional." ujar Alyssa
"Dan melihatmu sedih dan khawatir?" sela Ken. "Hah... Aku tahu Lys, kau kurang nyaman dengan keberadaan Grace. Aku pun juga begitu. Dia sudah membuat kita salah paham dan bertengkar. Makanya aku tidak menghiraukannya."
"Sebenarnya, aku juga menyesal tidak mendengarkan Ken. Jika masalahnya seperti ini, lebih baik dari awal aku batalkan saja kerjasama ini." gerutu Alvin
Alyssa berdecak pelan. Dia menyiapkan berkas yang dibutuhkan untuk meeting dan mengajak Ken dan Alvin keruang meeting.
"Lyss!!" seru Ken dan Alvin bersamaan
"Masalah kita sudah berkurang dengan tertangkapnya paman Raymond. Dan sekarang tinggal Zean dan Grace. Jika kita menghindar, bagaimana kita akan melawan mereka? Setidaknya kita harus tahu apa tujuan mereka? Menghancurkan Ken atau memisahkan kita?"
"Apa bedanya, hah? Jika kita berpisah sama saja itu menghancurkan hidupku." gerutu Ken
"Pfft.." Alvin menutup mulutnya menahan tawa
"Apa? Kenapa kau tertawa, Hah? Apa ada yang lucu?"
__ADS_1
"Tidak. Aku hanya tidak menyangka saja jika kau bisa bucin juga. Dulu kau bilang membenci Alyssa tapi sekarang kau seperti anak ayam yang takut kehilangan induknya." ledek Alvin
Ken hanya berdecak, dia menatap Alyssa yang juga tersenyum meledeknya. Hah... Dia akui, sekarang dia sangat takut berpisah dengan Alyssa. Dia tidak mau kehilangan lagi. Cukup Kak Rain saja yang pergi meninggalkannya.
"Sudah waktunya, Ayo!!" Alyssa menarik pelan tangan Ken diikuti Alvin yang berjalan dibelakang mereka. Dan saat mereka sampai diruang rapat, ternyata Grace dan asistennya sudah menunggu di sana.
"Maaf membuat kalian menunggu." seru Alyssa
"Tidak apa-apa." Grace tersenyum tapi raut wajahnya berubah seketika setelah melihat tangan Alyssa yang bertautan dengan Ken.
Alyssa tersenyum sinis. Dia menarik Ken untuk duduk dan meminta pihak Grace untuk menyampaikan keputusan hasil dari meeting sebelumnya.
Asisten Grace membacakan hasil keputusan dari perusahaan Glance Group. Mereka menambahkan poin-poin yang bisa menambah keuntungan untuk kedua belah pihak.
Ken setuju dan Alyssa mulai mencatat apa saja yang perlu di tambahkan dalam proyek kerjasama mereka. Meeting kali ini berjalan lancar karena tidak ada yang membuat emosi Ken meningkat. Tapi tetap saja, tatapan Grace pada Ken membuat Alyssa meradang. Sepertinya wanita itu harus diberi sedikit pelajaran.
"Tidak masalah tuan. Ini sudah menjadi tanggung jawab ku. Lagipula ini demi perusahaan ku juga." ujar Grace
Alvin hanya tersenyum dan mengangguk. Dia beralih menatap Ken dan Alyssa yang sibuk dengan dunia mereka. Alvin berdecak pelan. Tapi tanpa sengaja dia melihat raut wajah Grace yang terlihat marah melihat keuwuan Ken dan Alyssa.
"Sepertinya mereka sengaja." batin Alvin. Dia menopang dagunya menatap Ken yang tersenyum tanpa mengalihkan tatapannya pada Alyssa. Dia ikut senang Ken bisa bersama orang yang dia cintai. Kini hanya tinggal dirinya saja. "Huft... Nasib jomblo." gerutunya dalam hati
"Ekhm... Aku lihat, kalian sangat akrab ya." ucap Grace yang membuat Alyssa beralih menatap Grace.
"Ya begitulah." jawab Alyssa.
"Emm... Aku dengar dari Daddy jika pemimpin perusahaan ini sebelumnya adalah kakak Ken. Siapa ya namanya? Emm.... Rain. Iya Rain. Sayang dia meninggal karena kecelakaan. Kata Daddy, dia pria yang sangat baik bahkan berencana untuk menikahi kekasihnya. Kalau tidak salah namanya, Alyssa."
Alyssa terdiam. Ucapan Grace membuatnya kurang nyaman. Dia jadi teringat Rain. Padahal dia sudah mengikhlaskan kepergian sang kekasih dan mulai menjalani kehidupannya sebagai istri Ken. Tapi jika Grace tahu dia istri Ken, pasti dia akan menghinanya dan menganggap dirinya wanita murahan.
__ADS_1
"Apa kau juga tahu akan hal itu Lys? Atau jangan-jangan itu, kau?"
Ken mengepalkan tangannya. Baginya Grace sudah sangat keterlaluan. Suasana di ruang meeting mendadak menegangkan. Ken melirik Alyssa yang terlihat murung dan hal itu membuatnya naik pitam.
"Nona Grace!!!" bentak Ken
"Ken!!" sela Alyssa
Ken menatap Alyssa yang menggeleng pelan. Dia menghela nafas panjang dan menatap tajam Grace. "Aku punya cerita menarik untukmu, nona Grace. Apa kau mau mendengarnya?"
"Apa itu Ken?" tanya Grace semangat
"Ini mengenai Kakakku dan Alyssa."
Deg
Sontak Alyssa dan Alvin menoleh menatap Ken. Apakah Ken akan mengatakan yang sebenarnya pada Grace jika dia adalah suami Alyssa? Bagaimana nanti jika Grace semakin merendahkan Alyssa?
"Kau benar, Nona Grace. Alyssa ini adalah kekasih kakakku. Ah.. Tidak, tapi mantan kekasih kakakku. Karena apa? Karena kakakku sudah meninggal dan sekarang dia adalah istriku."
Deg
"A-apa? Istrimu?" tanya Grace terkejut
"Yeah.. Tapi jangan salah paham dulu, nona. Alyssa ini memang kekasih kakakku tapi dia cinta pertamaku. Saat kakakku meninggal, dia menitipkan Alyssa padaku. Dia ingin aku menjaga harta berharga miliknya. Karena itu kami menikah. Dan aku sangat mencintainya. Sampai disini, apa kau sudah paham, Nona Grace?"
Grace mengepalkan tangannya. Dia menatap Alyssa penuh kebencian dan mengajak asistennya untuk pergi dari sana.
"Sial!! Jadi ternyata Alyssa adalah istri Ken? Pantas saja mereka selalu bersama. Ini akan membuatku sulit mendapatkan Ken. Sepertinya aku membutuhkan partner untuk memisahkan mereka. Ya, aku tidak perduli walaupun mereka sudah menikah. Aku akan merebut Ken darimu, Alyssa." seringainya dalam hati
__ADS_1