
Sementara itu di perusahaan, Ken mengatakan pada Alvin jika dia akan mengadakan rapat pagi itu. Dan dia ingin semua anggota dewan direksi hadir dalam rapat tersebut karena dia akan mengumumkan hal penting.
Sebelumnya dia sudah memberitahu Alvin jika dia akan menggantikan Alyssa. Dan dia juga meminta kerjasama Alvin untuk mengembangkan perusahaan RK Corp sesuai amanah kakaknya, Rain.
Tentu saja Alvin setuju. Tapi walaupun begitu, dalam benaknya bertanya-tanya. kenapa tiba-tiba Ken mengambil keputusan ini? Apa terjadi telah terjadi sesuatu?
Dan untuk memastikannya, Alvin menghubungi Alyssa untuk menanyakannya.
"Halo Lys, maaf mengganggumu." seru Alvin
"Tidak apa-apa kak, ada apa?" tanya Alyssa
Alvin mengerutkan keningnya mendengar suara parau Alyssa. Apa Alyssa menangis? "Kau baik-baik saja?" tanya Alvin khawatir
"Iya kak, aku baik-baik saja. Aku sedang bersih-bersih sekarang. Dan hidung ku terkena debu makanya aku bersin-bersin dari tadi."
__ADS_1
"Oh begitu. Aku hanya ingin bertanya. Ken tiba-tiba ingin mengambil alih perusahaan. Apa telah terjadi sesuatu?" tanya Alvin
"Apa Ken berbuat ulah?" bukannya menjawab, Alyssa justru berbalik bertanya. Dia takut Ken akan membuat onar di perusahaan yang bisa mempengaruhi saham perusahaan.
"Tidak. Dia justru mengatakan padaku jika dia ingin mengadakan rapat. Sepertinya dia akan mengumumkan hal penting."
"Sebenarnya Ken ingin menghandle perusahaan. Dia berjanji padaku akan serius melakukannya. Dia juga meyakinkan diriku dengan tetap menjadikanku pewaris harta kak Rain. Untuk itu, aku mencoba percaya padanya. Jadi aku mohon bantu dia kak." pinta Alyssa
Alvin tersenyum. Sepertinya kali ini Ken serius dengan ucapannya. Bahkan dia bisa meyakinkan Alyssa. Jadi dia memutuskan untuk membantu Ken. "Baiklah. Aku pasti akan membantunya. Kalau begitu aku tutup dulu teleponnya." Alvin memutuskan sambungan telepon dan menyimpan kembali ponselnya. Dia tersenyum tipis karena sepertinya hubungan Alyssa dan Ken mengalami kemajuan. Dan dia bisa sedikit lebih tenang.
Tenang?? Benarkah??
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Terimakasih kalian semua bersedia hadir dalam rapat kali ini." Ken memulai pembukaan dengan menyapa petinggi perusahaan. Dia tersenyum tipis dan kembali berkata, "Aku tahu pasti kalian bingung kenapa aku mengumpulkan kalian disini."
__ADS_1
"Jadi, Aku, Kennand Alvaro. Mulai hari ini akan memimpin perusahaan."
Deg
Semua orang mulai berbisik-bisik. Ada yang setuju tapi ada juga yang meragukan kemampuan Ken. Sudah bagus Alyssa yang memimpin perusahaan. Karena walaupun baru sebulan, tapi sudah perusahaan sudah mengalami kemajuan.
"Aku tahu kalian pasti meragukan ku. Tapi satu hal yang harus kalian ingat, Ini perusahaan kakakku yang di wariskan padaku. Tapi karena suatu hal, kakakku mempercayakan perusahaan ini pada Istriku. Dan sekarang, aku mengambil alih kepemimpinan perusahaan atas ijin istriku." terang Ken
"Kalian tenang saja. Aku berjanji akan berusaha mengembangkan perusahaan kakakku. Dan perlu kalian ingat. Walaupun aku menjadi pemimpin perusahaan yang baru, perusahaan ini tetap atas nama Alyssa, istriku. Jadi aku mohon kerjasamanya." Ken membungkuk hormat dan di sambut tepuk tangan oleh semua petinggi perusahaan yang hadir dalam rapat tersebut.
Memang apa yang dikatakan Ken benar. Dari awal semua adalah milik Ken. Dan tidak ada salahnya mencoba mempercayakan semuanya pada Ken.
Tapi walaupun begitu. Ada juga orang yang terlihat tidak senang dan dia adalah Raymond.
Dia sepertinya menaruh dendam pada Ken karena sudah dipermalukan di depan umum kemarin. Dia berpikir, Ken setuju bekerjasama dengannya untuk mendapatkan kembali perusahaan Rain. Tapi ternyata, Ken justru melawannya.
__ADS_1
Dan sekarang, Ken muncul dan mengatakan jika dia akan memimpin perusahaan tanpa mengambil alih perusahaan. Cih.. Konyol!! Tapi tidak masalah. Karena dengan Ken memimpin perusahaan, akan lebih mudah untuknya membalas Ken dan mengambil alih perusahaan.
"Kau hanya orang bodoh yang tidak tahu apa-apa. Dan aku akan sangat mudah menyingkirkan mu. Jadi tunggu saja pembalasanku, Ken." seringai Raymond