
Alvin mengerjapkan matanya saat sinar matahari masuk melalui celah jendelanya. Dia menggeliat membelakangi jendela dan kembali meringkuk di bawah selimutnya. Hingga dering ponsel membuatnya terbangun dengan malas.
"Ck... Siapa yang menelepon pagi-pagi begini? Mengganggu saja." gerutu Alvin. Dia meraba-raba nakas dan mengambil ponselnya. Tanpa melihat siapa yang menelepon, dia langsung menggeser tombol hijau keatas dan menempelkan ponsel di telinganya.
"Halo......" Alvin melebarkan kedua matanya dan segera bangun. Dia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 pagi dan bergegas ke kamar mandi.
"Ba-baik, aku akan segera datang."
...****************...
"Ada apa denganmu, kak? Kenapa kau bisa datang terlambat? Jika memang kau ingin libur, harusnya kau bilang padaku." seru Ken
"Maaf." lirih Alvin. Gara-gara mabuk semalam, dia jadi kesiangan datang ke kantor. Tunggu dulu!! Mabuk? Bar? Ah... Dia jadi ingat sesuatu yang penting.
"A-ada apa, kenapa wajahmu seperti itu?" tanya Ken
"Aku punya sesuatu yang menarik." Alvin mengeluarkan ponselnya dan mencari-cari video hasil rekaman adegan panas Zean semalam. "Nah.. Ini dia." Alvin menunjukkan video tersebut pada Ken
" Ah... Pelan-pelan Zean."
__ADS_1
Alyssa membulatkan kedua matanya lebar. Dia merebut ponsel di tangan Ken dan langsung mematikannya. "Kak Alvin!! Sejak kapan kau jadi bandar video porn*?"
"Bu-bukan begitu Lys. Tapi aku tidak sengaja merekamnya semalam di bar." kilah Alvin
"Tidak sengaja?"
"Emm... Ma-maksudku, a-aku memang sengaja merekam mereka dan ingin memperlihatkannya pada Ken. siapa tahu bisa berguna."
"Kak Alvin!!" sentak Alyssa
"Kau tidak boleh memarahi kak Alvin seperti itu Lys. Yang dia katakan benar." Ken merebut ponsel Alvin dari tangan Alyssa. "Dengan video ini, aku akan menghancurkan mereka berdua." seringai Ken.
Berkat rekaman tersebut, dia mendapat ide baru. Untuk itu dia segera membawa rekaman tersebut ke basecamp geng motornya. Sedangkan Alvin dan Alyssa menghandle perusahaan.
"Maaf ya kak. Akhir-akhir ini Ken memang ada masalah. Dia ingin segera menyingkirkan Zean karena Zean hampir saja menangkap ku." lirih Alyssa
"A-apa? Menangkap mu?" tanya Zean ya di balas anggukan oleh Alyssa. Wanita itu menceritakan awal mula dia bisa bertemu Zean dan akhirnya diselamatkan oleh Revan. Karena hal itu, Ken memarahinya dan melarangnya pergi kemanapun. Tapi sekarang dia berani meninggalkan Alyssa di kantor karena ada Alvin di sana. Lagipula Zean tidak mungkin datang ke perusahaan. Kecuali jika Grace mengajaknya. Tapi untungnya hari ini tidak ada jadwal meeting dengan perusahaan Glance Group. Jadi Ken bisa merasa tenang meninggalkan Alyssa sementara waktu.
"Wajar jika Ken memarahi mu, Lys. Dia sangat khawatir padamu." seru Alvin
__ADS_1
"Iya kak. Makanya saat dia marah, aku hanya diam saja."
Alvin mengangguk paham. Dia teringat jika kemarin Alyssa sakit dan menanyakan keadaannya. "Ken bilang kau sakit. Apa sudah baikan? Kenapa kau berangkat ke kantor?"
"Aku sudah baikan kak. Cuma tiap pagi perut ku mual dan muntah."
"Mual dan muntah? Jangan-jangan......."
"Ja-jangan-jangan apa?"
"Kau hamil, Lys." tebak Alvin
Alyssa terdiam. Bahkan Alvin yang terbilang jomblo akut saja bisa menyadari tanda-tanda kehamilan. Tapi kenapa Ken yang sudah berkali-kali menanam benih di rahimnya tidak tahu akan hal itu? Hah... Apa di pikiran Ken hanya ada cara membuat anak? Harusnya dia juga mempelajari tentang tanda-tanda apakah anak itu sudah bersemayam di rahim istrinya atau belum.
"Lys, aku benar, kan?"
Alyssa mengangguk pelan.
"Yes.. Aku akan jadi paman yang paling tampan." seru Alvin senang
__ADS_1
Alyssa tersenyum. tapi kemudian dia mengatakan pada Alvin untuk merahasiakannya dari Ken. Karena dia ingin memberi Ken kejutan.
Alvin setuju. Dan akan membantu Alyssa menyiapkan kejutan itu untuk Ken nantinya.