
Sesampainya di perusahaan, semua karyawan menyapa Ken dan Alyssa. Mereka bahkan membuat semua karyawan merasa iri karena kemesraan keduanya. Bagaimana tidak, saat ini Ken berjalan dengan menggenggam tangan Alyssa. Dan hal itu membuat Alyssa merasa malu karena menjadi pusat perhatian.
"Ken!!" panggil Alyssa pelan
"Hm."
"Bisa kau lepaskan? Semua orang menatap kita sekarang."
"Aku tidak perduli." bukannya melepaskan genggamannya, Ken justru memeluk pinggang Alyssa dengan mesra.
"Ken!!" pekik Alyssa pelan.
Ken hanya tersenyum dan menarik Alyssa agar lebih merapat padanya. Bahkan saat masuk ke lift, Ken tidak juga melepas pelukannya.
"Kau sengaja ya?" seru Alyssa
"Kenapa kau harus malu jika yang memelukmu adalah suamimu sendiri? Bahkan jika aku menciummu didepan semua orang, tidak akan ada yang melarang." seru Ken
Alyssa hanya berdecak pelan. Ken benar-benar mesum sekarang. Dan selalu membuat jantungnya berdetak kencang. "Apa kau tidak tahu, sikapmu itu bikin jantungku tidak normal." gerutunya dalam hati
Ting
Pintu lift terbuka. Ken menggenggam tangan Alyssa lagi dan membawanya ke ruangannya. "Apa ada meeting hari ini?" tanya Alyssa
"Tidak ada." Ken duduk di kursi kebesarannya sedangkan Alyssa duduk didepan Ken. "Tapi hari ini pekerjaanku cukup banyak."
"Aku akan membantumu." seru Alyssa
Ken tersenyum dan mengangguk. Dia membuka laptopnya dan mulai mengerjakan pekerjaannya, sedangkan Alyssa membantu memeriksa laporan yang belum sempat dikerjakan oleh Ken.
Sementara itu, di lobby. Seorang wanita dengan baju yang seksi, terlihat berjalan melenggak-lenggokkan tubuhnya. Dia adalah Grace.
Dia sengaja datang untuk menemui Ken dengan alasan ingin membahas kerjasama mereka. Dia bahkan tidak memberitahu Ken akan kedatangannya karena ingin memberi kejutan pada pria itu.
Dia sudah berdandan cantik dengan memoles wajahnya dengan makeup mahal. Dia bahkan memakai baju yang minim dengan belahan dada yang rendah dan memperlihatkan paha mulus.
__ADS_1
Dia yakin Ken akan tergoda padanya. Jaman sekarang, pria mana yang tidak tertarik dengan wanita yang seksi. Sekarang saja semua karyawan di perusahaan Ken menatapnya tak berkedip. Apalagi jika itu ken. Dia yakin Ken akan melakukan hal yang sama, menatapnya tak berkedip. dan setelah itu dia akan melakukan rencananya untuk membuat Ken bertekuk lutut di hadapannya.
"Permisi, apakah Ken ada di ruangannya?" tanya Grace pada resepsionis
"Tuan Ken baru saja datang nona. Apa nona sudah membuat janji sebelumnya?" tanya si resepsionis
"Oh, terimakasih. Tapi aku tidak perlu membuat janji untuk bertemu dengannya." Grace pergi keruangan Ken dengan percaya diri tanpa memperdulikan teriakan Resepsionis.
"Aduh.. Bagaimana ini? Pasti Tuan Ken akan marah." resepsionis itu terlihat khawatir karena karirnya dipertaruhkan. Bagaimana jika nasibnya sama seperti Edo? "Aku harus bagaimana?"
Alvin yang baru saja sampai melihat resepsionis yang terlihat kebingungan. Dia mendekat dan bertanya, "Ada apa?"
"Tu_tuan Alvin, baru saja nona Grace datang. Beliau ingin bertemu dengan Tuan Ken. Tapi beliau belum membuat janji temu dengan Tuan Ken. Bagaimana jika tuan Ken marah dan memecat ku? Apalagi ada Nona Alyssa di sana." terang resepsionis
"Alyssa?" tanya Alvin memastikan
"Iya tuan."
Alvin bergegas ke ruangan Ken. Dia harus memastikan jika Alyssa baik-baik saja. Melihat Ken yang menatap Grace penuh kebencian dan Grace yang sepertinya menyukainya Ken, bisa dipastikan akan terjadi sesuatu jika sampai Ken emosi karena kedatangan Grace. Karena setahu dia, hari ini tidak ada jadwal pertemuan dengan perusahaan Glance Group.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kerja bagus." puji Ken
Alyssa tersenyum dan meminta ijin untuk ke kamar mandi yang ada di kamar pribadi milik mendiang Rain. Jujur, walaupun selama dia menjadi pemimpin perusahaan tersebut, dia belum pernah masuk ke kamar pribadi Rain. Dia merasa tidak sopan masuk ke kamar orang lain tanpa ijin. Tapi sekarang ada Ken di sana. Makanya, dia berani untuk masuk ke kamar tersebut.
Alyssa melihat-lihat sekilas tata ruang kamar pribadi milik Rain. Benar-benar rapi dan bersih. Padahal tidak ada yang membersihkannya. "Hah... Apa yang kau pikirkan, Alyssa." Dia masuk ke kamar mandi dan menuntaskan hajatnya.
Sementara itu, di luar. Grace sudah sampai didepan pintu ruangan Ken. Dia mengecek kembali penampilannya dan berdehem pelan.
Tok Tok Tok
"Masuk!!" seru Ken dari dalam
Grace tersenyum dan membuka pintu tersebut. "Selamat pagi Ken." sapa Grace
__ADS_1
Ken mendongak menatap Grace. Wajahnya berubah datar dan tidak bersahabat. Apalagi Grace datang tanpa membuat janji terlebih dahulu. "Mau apa kau datang kemari? Sepertinya kita tidak ada jadwal untuk melakukan meeting hari ini." seru Ken
"Yah, itu memang benar. Tapi......
Grace berjalan mendekati Ken dan berdiri di belakang pria itu. "Aku merindukanmu, Ken." bisik Grace
"Aku harap kau jaga sikapmu, Nona Grace. Kau tidak ingin di cap sebagai wanita murahan yang menggoda pria, bukan?"
"Aku tidak masalah selama itu kau, Ken. Jadi, bagaimana kalau kita jalan-jalan agar kita bisa lebih dekat dan saling mengenal." Grace semakin berani menggoda Ken dengan mengusap dada Ken dari belakang. Tapi bukannya tergoda, Ken justru merasa jijik. Dia menarik tangan Grace dan menghempaskannya dengan kasar.
"Aw..." pekik Grace kesakitan
"Aku rasa, aku sudah memperingatkan mu, nona Grace. Jadi sebelum kesabaran ku habis, lebih baik kau pergi." usir Ken
"Ta_tapi Ken....
"PERGI!!" teriak Ken
Grace tersentak ketakutan dan langsung berlari keluar. Di sana dia berpapasan dengan Alvin yang terlihat ingin keruangan Ken.
"Nona Grace, ada apa?" tanya Alvin
"Ti_tidak apa-apa." Grace enggan menjawab dan pergi begitu saja.
"Sudah aku duga, pasti Ken yang membuat Grace ketakutan seperti itu." gumam Alvin. Dia masuk ke ruangan Ken dan mendapati pria itu yang duduk dengan dada yang kembang-kempis menahan amarahnya.
"Ken!!!"
"Ah... Bagus kakak sudah datang. Aku ingin kak Alvin bilang pada resepsionis untuk melarang siapapun menemui ku jika belum membuat janji. Jika mereka memaksa, suruh security untuk mengusir mereka." seru Ken
Alvin menghela nafas dan mengangguk pelan. Dia melihat kesana kemari tapi tidak melihat Alyssa disana
"Dia sedang dikamar mandi. Huh... Syukurlah Alyssa tidak melihatnya. Dugaan ku benar wanita itu ingin merusak hubungan kami. Jelas-jelas dia menggodaku. Kau juga lihat sendiri bagaimana cara berpakaiannya, bukan? Gila." umpat Ken
Tanpa mereka sadari, jika Alyssa mendengar semuanya dibalik pintu kamar pribadi milik Rain. Dia sempat mengintip saat Grace datang dan menggoda Ken. Rasanya dia ingin keluar dan menarik rambut wanita itu.
__ADS_1
Tapi niatnya diurungkan karena dia ingin melihat bagaimana reaksi Ken. Dan untungnya Ken tidak tergoda oleh wanita itu.
"Sekarang aku tahu maksudmu, Ken. Kenapa kau melarang ku untuk dekat dengan Grace." batin Alyssa