
Ken kembali ke ruangannya dengan dada yang kembang-kempis menahan amarahnya. Raymond yang berani mengancam Alyssa membuatnya sangat murka. Tapi walaupun begitu dia mulai berfikir. Kenapa pamannya itu melakukan kecurangan saat kakaknya koma? Apa gaji yang diberikan kakaknya kurang? Atau dia membutuhkan uang itu untuk suatu kepentingan? Tapi setahunya, Raymond sudah bercerai dengan istrinya. Jadi untuk apa uang itu?
Iya benar. Kenapa dia tidak mencari tahu untuk apa sebenarnya Raymond melakukan korupsi? Mungkin dari sana dia tahu seperti apa Raymond sebenarnya?
Dia bisa mengerti kenapa Raymond mengancam Alyssa. Pasti karena dia tidak mau masuk penjara. Tapi setiap perbuatan harus dipertanggungjawabkan. Dan dia akan memulainya dengan mencari tahu kenapa Raymond melakukan hal itu?
Dan untuk Zean, dia juga harus lebih waspada. Dia yakin jika Zean mengincar Alyssa. Dan yang bisa dia lakukan saat ini adalah selalu berada di samping Alyssa kapanpun dan di manapun wanita itu berada.
Ya, dia akan menyelesaikan masalahnya satu persatu dimulai dari pamannya.
"Sepertinya aku membutuhkan seseorang untuk membantuku." gumam Ken. Dia memikirkan kira-kira siapa yang bisa dia percaya. Sampai dia membuka matanya lebar dan menghubungi seseorang.
"Halo....
...****************...
"Bagaimana keadaan mereka kak?" tanya Ken. Saat ini dia berada di rumah baru geng motor Devil Rider. Dia kesana sendiri dan meminta Alyssa untuk tidak kemana-mana sebelum dia kembali.
"Keadaan mereka sudah membaik. Bahkan mereka sudah beraktivitas lagi. Terimakasih Ken, sudah mencarikan kami tempat tinggal. Jika mereka tidak keras kepala dan mau pulang, mungkin kami tidak akan merepotkan mu seperti ini."
__ADS_1
"Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri, kak? Kenapa kau tidak pulang?"
Revan terdiam menunduk. Dia menghela nafas dan tersenyum menatap Ken. "kau tahu alasannya Ken. Jadi percuma aku mengatakannya lagi padamu." ucapnya
"Untuk itu mereka tidak mau pulang karena mereka ingin bersamamu, kak."
"Sudah, jangan dibahas lagi. Sekarang ada apa kau datang kemari?" tanyanya mengalihkan pembicaraan
"Aku ingin meminta bantuanmu dan yang lain. Ini mengenai pamanku."
Revan meminta anggotanya untuk berkumpul. Mereka mendengar cerita dari Ken dan mulai menyusun rencana.
Dia yakin saat ini target Zean adalah Alyssa. Jadi dia tidak perlu merasa khawatir pada teman-temannya yang akan diincar oleh Zean. Dengan dirinya yang standby disamping Alyssa, itu sudah cukup. Tapi bukan berarti dia akan diam saja, Ken sudah menyiapkan kejutan untuk Zean.
Seperti yang pernah Alvin katakan. Terkadang dia harus membalas musuhnya menggunakan otak. Dan dia akan mencoba menggunakan cara itu. Dan untuk melakukannya, Ken membutuhkan bantuan geng motornya.
Dia membagi dua kelompok untuk memata-matai pamannya dan juga Zean. Dia memperingatkan mereka yang mengawasi Zean untuk tidak terpancing emosi yang akan membuat mereka mati konyol.
"Wow.. Amazing. Aku tidak menyangka kau mempunyai ide sehebat itu." seru Revan
__ADS_1
"Aku banyak belajar kak. Dan tidak ada salahnya kita mencoba." ujar Ken
"Ada kalanya kita diam. Tapi bukan berarti kita kalah. Kita hanya membutuhkan waktu yang tepat untuk membalas mereka dengan cara yang elegan." lanjutnya
"Baiklah. Kami setuju. Kami akan melakukan apa yang kau katakan."
"Thanks kak."
Sementara di kantor, Alyssa terlihat gelisah karena Ken belum juga kembali. Pria itu tidak mengatakan akan kemana dan hal itu membuatnya khawatir.
"Kemana Ken? Kenapa belum kembali juga? Apa jangan-jangan dia pergi menemui Zean?"
"Aish... Harusnya aku ikut tadi." Alyssa berjalan kesana kemari karena khawatir sampai-sampai tanpa disengaja, dia menjatuhkan berkas dimeja Ken. Alyssa berdecak pelan dan memunguti berkas yang berserakan dilantai. Tapi tiba-tiba kedua matanya menangkap ada sebuah map yang terselip di bawah meja Ken.
Dia merasa heran, kenapa ada map di sana? Kenapa tidak disimpan di laci?
Karena penasaran, Alyssa mengambil map tersebut dan membukanya. "Berkas apa ini?" gumamnya. Dia duduk di kursi Ken dan membaca dengan teliti isi map tersebut.
Deg
__ADS_1
"I_ini.....