
"Maaf kak, aku terlambat." seru Ken
"Tidak apa-apa Ken. Malam ini geng motor Atlantis menantang kita untuk....
Ucapan Revan terhenti saat melihat seorang wanita masuk ke basecamp mereka. "Alyssa?" gumam Revan
"Selamat malam kak." sapa Alyssa
"Se_selamat malam. Kenapa kau ada disini?" tanya Revan
"Dia ikut denganku, kak." Bukan Alyssa tapi Ken menjawab pertanyaan Revan
"O_oh.. Kalau begitu kau tunggulah di ruang tamu. Aku ingin bicara sebentar dengan Ken. Ayo Ken, ikut aku!!" Revan menarik Ken dan membawanya keruang pribadinya.
"Kenapa kau mengajak alyssa, Ken?" tanya Revan
"Maaf kak, aku terpaksa membawanya kemari karena dia tidak mengijinkan ku pergi." seru Ken
Revan mengerutkan keningnya bingung. Sejak kapan Ken harus meminta ijin pada Alyssa setiap dia ingin pergi? Bukankah Ken tidak perduli dan akan pergi begitu saja. Bahkan tanpa berpamitan pada Alyssa
"Begini kak, aku tahu kau pasti bingung. Tapi yang jelas hubunganku dengan Alyssa sudah membaik. Dan aku sedang berusaha untuk menjadi suami yang bertanggung jawab." seru Ken
"Oh begitu. Aku senang mendengarnya Ken. Tapi masalahnya berbahaya membawa Alyssa ke arena balap. Tapi kita juga tidak bisa meninggalkan Alyssa sendiri di basecamp."
"Apa maksudmu, kak?"
__ADS_1
"Begini Ken. Aku tidak tahu apa yang kau lakukan kemarin saat di pertandingan Antara Zean dan Riko. Tapi melihat wajahmu yang babak belur, aku bisa menebak jika kau terlibat dalam perkelahian mereka."
Ken terdiam dan mengangguk pelan. Memang dia terlibat bahkan dia yang menyebabkan kedua geng motor itu berkelahi.
"Sudah aku duga." Revan menghela nafas panjang dan kembali berkata, "Kemarin Satria di hadang oleh Geng motor King. Mereka mengeroyok Satria." terang Revan
"Apa? Dikeroyok?"
"Ya. Tapi untungnya Satria berhasil kabur. Dan lukanya juga tidak terlalu parah. Aku yakin mereka melakukan pengeroyokan karena dirimu. Dan sekarang mereka pasti ada diarena balap untuk menyaksikan pertandinganmu. Dan jika Alyssa ikut kesana, kau tahu maksudku, bukan?"
Ya, dia tahu maksud Revan. Jika dia membawa Alyssa, sama saja menunjukkan kelemahannya pada musuh. Dan hal itu akan membahayakan keselamatan Alyssa.
Tidak!! Ini tidak bisa dibiarkan. Zean tidak boleh mengetahui tentang Alyssa. Dia harus melakukan sesuatu agar Alyssa tidak terlibat.
"Apa kau jadi bertanding? Kapan kita berangkat?" tanya Alyssa
"Maaf Alyssa, sepertinya aku tidak ikut. Tiba-tiba kepalaku pusing. Jadi malam ini kak Revan yang akan balapan." seru Ken bohong
"Kepalamu pusing?" Alyssa memeriksa luka di kepala Ken, "ini pasti karena kau memaksakan diri untuk bekerja. Padahal lukamu belum sembuh benar." seru Alyssa
"Iya, sepertinya begitu."
"Kalau begitu, kita pulang saja. Kau harus istirahat." seru Alyssa
"Sepertinya aku tidak bisa berkendara lagi. Kepalaku pusing." Ken berpura-pura kesakitan memegang kepalanya.
__ADS_1
"Lalu bagaimana?" tanya Alyssa panik.
"Bawa Ken kekamar!! Biar dia istirahat saja." seru Revan
Alyssa mengangguk dan memapah Ken ke kamar yang Revan maksud. Dia hendak membantu Ken berbaring. Tapi tiba-tiba Ken memukul tengkuk Alyssa hingga tidak sadarkan diri.
Bugh
Ken menopang tubuh Alyssa agar tidak terjatuh dan mengangkat tubuh Alyssa ala bridal. Dia membaringkannya ditempat tidur dan menarik selimut untuk menutupi tubuh Alyssa.
"Maafkan aku sayang. Aku berjanji akan segera kembali sebelum kau sadar." Ken mencium kening Alyssa dan keluar dari kamar tersebut.
"Bagaimana?" tanya Revan
"Terpaksa kita meninggalkannya disini kak. Aku tidak mungkin mengantarnya pulang karena dia pasti akan curiga." seru Ken
"Tidak masalah. Tapi apa tidak apa-apa membiarkan Alyssa sendiri disini?"
Ken terdiam. Tidak baik meninggalkan Alyssa sendiri di basecamp. Dia pasti akan khawatir dan tidak bisa berkonsentrasi saat balapan. Tapi jika Zean tahu ada salah satu anggota geng motornya tidak terlihat di arena balap, dia takut Zean akan memerintahkan anggotanya untuk mengincar anggotanya. Dan hal itu juga membahayakan keselamatan Alyssa.
Tidak!! Pilihan manapun tidak ada yang bagus. Alyssa tetap saja dalam bahaya. Pasti ada cara lain.
"Tidak ada pilihan lain." Ken merogoh ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Halo....
__ADS_1