
Siang berganti malam, tapi Alyssa masih merasa nyaman berada di bawah selimutnya. Dia merasa sangat lelah, tubuhnya serasa remuk karena pergulatan yang ia lakukan dengan Ken. Apalagi bagian bawahnya yang terasa nyeri membuatnya enggan untuk beranjak dari tempat tidur.
"Lys!! Kau tidak mau bangun?" Ken duduk di tepi tempat tidur dan mengusap pipi wanita itu. "Apa masih sakit?" tanyanya lagi
"Emm.." Alyssa hanya mengangguk pelan
"Apa begitu sakit? Haruskah kita ke rumah sakit?" tanya Ken khawatir
"Kau mau membuatku malu?" Alyssa bangun dan menyandarkan punggungnya di headboard. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuh polosnya. "Tolong belikan obat di apotek saja !!" pintanya
"Obat? Obat apa?"
"Obat untuk itu agar tidak sakit lagi."
Ken segera beranjak dan mengambil jaketnya. Dan tanpa berpamitan, Ken berlari keluar kamar dan meraih kunci motornya.
"Ada apa dengan nya? Kenapa terburu-buru begitu?" gumam Alyssa
Ken mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Dia pergi ke apotek terdekat untuk membeli obat yang dibutuhkan Alyssa. "Aku harus mendapatkan obat itu agar itu Alyssa tidak sakit lagi. Dan kita bisa melakukannya lagi." Ken terus bergumam senang. Sepertinya dia sudah mulai kecanduan dengan tubuh Alyssa. Itu akan menjadi kegiatan baru mereka nantinya.
Tidak berapa lama, ken sampai di apotek. Dia memarkirkan motornya dan masuk untuk membeli obat yang di maksud Alyssa.
"Selamat malam, ada yang bisa saya bantu?" tanya sang apoteker
__ADS_1
"Emm ... Aku mencari obat untuk menghilangkan sakit di bagian intim wanita." seru Ken tanpa rasa malu
"Wow.. Obat itu ya." si apoteker menahan tawanya dan mengambilkan salep untuk Ken. "Ini obatnya. Oleskan pada bagian yang sakit." seru apoteker
Ken mengambil obat tersebut dan membaca petunjuk aturan pakai. "Baiklah aku mengerti. Tapi kapan aku boleh melakukannya lagi? Apa setelah aku mengoleskan ini, aku bisa berolahraga dengan istri ku lagi?"
Pertanyaan polos Ken membuat semua pengunjung tidak bisa menahan tawanya lagi. Sampai-sampai seorang ibu-ibu mendekat dan berkata pada Ken, "Oleskan secara teratur agar milik istri mu sembuh. Baru kau boleh memakainya lagi, nak."
"Oh begitu. Baiklah kalau begitu." Ken membayar obat tersebut dan bergegas kembali. Dia juga membeli makanan untuk makan malam mereka karena Alyssa tidak bisa memasak untuknya.
Karena sudah tidak sabar, Ken melaju dengan kecepatan tinggi agar cepat sampai di rumah. Dia khawatir Alyssa membutuhkan sesuatu karena miliknya masih sakit dan Alyssa tidak bisa berdiri dengan benar.
"Lys!!" Ken masuk ke kamarnya dengan nampan berisi makanan dan minuman.
"Aku tidak mau meninggalkan mu terlalu lama." Ken duduk di tepi tempat tidur dan membantu Alyssa untuk duduk. "Kau belum memakai baju?" tanya Ken
"A_aku sangat ingin, tapi.....
Alyssa menggigit bibir bawahnya karena malu. Bagaimana dia bisa memakai baju jika bagian bawahnya sangat sakit. Jangankan untuk berdiri, bergerak saja sudah membuat Alyssa kesakitan. Dan sialnya, Ken sama sekali tidak peka. Padahal semua ini karena perbuatannya. Bukannya membantu, Ken malah hanya bertanya. Menyebalkan.
"Tidak masalah. Tidak usah pake baju. Aku tidak keberatan."
Alyssa melebarkan kedua matanya. Dia memukul Ken menggunakan bantal dan berkata, "Apa maksud mu tidak keberatan? Harusnya kau tahu jika aku tidak bisa berdiri karena ulahmu. Aku ingin mandi, aku ingin memakai baju. Tapi itu ku sakit dan semua karena dirimu, Ken." teriak Alyssa
__ADS_1
Ken mengedip-kedipkan matanya. Baru kali ini Alyssa berteriak di depannya panjang kali lebar. Tapi hal itu tidak membuatnya marah. Dia meletakkan nampan tersebut di nakas dan menggendong Alyssa ala bridal.
"Kyaaa!!!" teriak Alyssa
"Jika kau membutuhkan bantuan ku, kenapa kau tidak bilang, hm? Aku pasti akan membantumu karena semua adalah ulahku." seru Ken. Dia membawa Alyssa ke kamar mandi dan menurunkan nya di closed.
"Tunggu sebentar !!" Ken mengisi bathtub dengan air hangat dan memasukkan bath bomb. Setelahnya, dia membantu Alyssa masuk ke bathtub.
"Te_terimakasih." seru Alyssa
Ken hanya tersenyum. Dia melepas satu persatu bajunya dan menyisakan celana boxer saja.
"A_apa yang kau lakukan?" tanya Alyssa
"Aku akan membantumu mandi." Tanpa menunggu persetujuan dari Alyssa, Ken masuk ke bathtub dan duduk di belakang Alyssa
"Ke_ken!! A_aku bisa mandi sendiri. Ka_kau bisa keluar sekarang." seru Alyssa
"Tidak usah malu sayang. Aku sudah melihat semuanya bahkan aku sudah merasakan setiap jengkal tubuhmu." bisik Ken
Blush
Wajah Alyssa memanas. Pipinya memerah bak kepiting rebus. Kenapa sekarang Ken sangat mesum sekali? Apa ini efek dari pergulatan yang mereka lakukan? Haish... Sepertinya setelah ini dia harus menyesuaikan diri dengan perubahan Ken yang cukup signifikan.
__ADS_1