Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah

Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah
Pasti Ada Cara Lain


__ADS_3

Alyssa tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Dia tidak menyangka Ken akan mengakuinya didepan Grace bahwa dia mengatakan jika dia mencintainya. Alyssa yakin Grace pasti sangat kesal. Dan setelah ini dia berharap Grace tidak lagi mengganggu hubungannya dengan Ken.


Tapi sayangnya itu cuma angan-angan Alyssa saja. Nyatanya saat ini Grace tengah berada di basecamp Zean. Dia meminta bantuan Zean untuk memisahkan Ken dengan Alyssa bagaimanapun caranya.


"Jadi Alyssa adalah istri Ken? jangan bercanda Grace? Itu tidak mungkin." seru Zean


"Apa kau pikir aku sedang bercanda? Ken sendiri yang mengatakannya. Dan Alyssa juga tidak menyangkalnya." Grace mendengus kesal. Dari awal dia memang sudah curiga. Tapi dia tidak menyangka jika hubungan keduanya sudah sejauh itu.


"Jadi kau ingin aku menjauhkan Ken dengan Alyssa dan kau ingin mendapatkan Ken?" tanya Zean yang dijawab anggukan oleh Grace


"Begini Grace, tanpa kau minta pun, aku memang ingin memisahkan mereka dan membuat Ken hancur. Jika kau menyukai Ken, kau bisa datang sebagai pahlawan dan memungut Ken saat dia menjadi gelandangan nantinya." seru Zean


"Apa maksudmu, Zean?"


"Kau tahu jika kami adalah rival abadi, bukan. Dan aku tidak akan berhenti sebelum berhasil membuatnya hancur. Dan karena kau menginginkan Ken, aku sudah merubah rencana awal kita." Zean mendekatkan bibirnya ke telinga Grace dan membisikkan sesuatu. "Bagaimana menurutmu? Ideku bagus bukan?"


"Wah... Aku tidak tahu ternyata kau mempunyai banyak ide. Baiklah!! Aku setuju. Aku tunggu hasilnya."


"Kau tenang saja, aku akan segera melakukannya. Kau hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk masuk ke kehidupan Ken." seringai Zean.


...****************...


Setelah selesai bekerja, Ken dan Alyssa memutuskan untuk mengunjungi basecamp baru geng motor Devil Rider. Ken ingin tahu perkembangan mengenai Zean. Dan Ken mendapat kabar jika Satria berhasil mendapatkan bukti untuk menyeret Zean ke penjara. Untuk itu mereka sekarang ada di sana.


"Wow.. kau sangat berani Sat. Kau berada di tengah-tengah Serigala demi mendapatkan bukti untuk menyeret Zean dan anggotanya ke penjara." puji Ken.


"Sebenarnya aku ingin sekali menghajar mereka, tapi aku ingat kata-katamu untuk selalu berhati-hati makanya aku hanya mencari bukti saja. Anggap ini balasan dariku untuk mereka."


Ken berdecih, "Bilang saja kau takut." ledek Ken


"A-aku tidak takut. Aku hanya mengikuti apa yang kau katakan. Itu saja." sangkal Satria.


Semua anggota Geng motor yang berkumpul di sana tertawa mendengar perdebatan Ken dan Satria. Rasanya sudah lama mereka tidak seperti ini. Setiap mereka berkumpul, Ken dan Satria yang paling heboh.

__ADS_1


"Sekarang apa yang akan kita lakukan? Apa kita kirim video itu ke kantor polisi?" tanya Revan


"Aku inginnya begitu kak. Tapi Zean adalah anak dari keluarga kaya. Dia pasti bisa keluar dari penjara dengan mudah."


"Benar juga."


"Apa kita cari bukti kejahatan Zean yang lain agar memberatkan hukuman untuk bajingan itu. Kita sebarkan di internet agar semua orang tahu. Jadi walaupun keluarganya mempunyai kekuasaan sekalipun, tapi jika masyarakat sudah bertindak pasti mereka akan kalah dan Zean mendapat hukuman yang setimpal." usul Delon


"Wah.... Tumben sekali otakmu encer, Lon. Tapi masalah apa kejahatan yang Zean lakukan yang tidak bisa di maafkan?"


Mereka semua tampak berfikir keras mencari cara agar Zean bisa masuk penjara.


Alyssa yang dari tadi diam saja, mulai angkat bicara, "Em... Aku punya ide. Itupun jika kalian setuju."


Semua orang menatap Alyssa dan mendengarkan ide gila Alyssa. tentu saja Ken orang pertama yang tidak setuju. Dia menentang keras ide Alyssa.


Bahkan setelah pulang dari basecamp pun Ken masih mendiamkan Alyssa.


Ken tidak menjawab. Dia memejamkan matanya berpura-pura tidur.


Alyssa menghela nafas dan mulai memejamkan matanya. Dia tahu pasti Ken marah padanya. Idenya sangat beresiko dan bisa saja membahayakan dirinya. Karena itu Ken marah padanya.


Setelah mendengar dengkuran halus dari Alyssa, Ken membuka matanya. Dia menoleh kebelakang dan melihat Alyssa yang sudah terlelap di sampingnya. Ken menghela nafas dan bangun. Malam ini dia tidak bisa tidur. Jadi dia memilih ke balkon dan menikmati bir koleksinya yang dia simpan tanpa sepengetahuan Alyssa.


"Ini ide gila. Aku tidak mungkin membiarkan Alyssa melakukannya. Niatku untuk menjauhkan Alyssa dari bahaya. Tapi jika seperti ini......." Ken kembali menenggak bir nya. Dia mencari cara lain agar Alyssa tidak mengorbankan dirinya dalam masalah ini.


"Aku tidak bisa. Alyssa tidak boleh terluka." gumamnya lagi


"Ken!!"


Ken buru-buru menyembunyikan Bir nya saat mendengar Alyssa memanggilnya. Tapi terlambat, Alyssa merebut bir tersebut dari tangannya.


"Kau minum?"

__ADS_1


Ken hanya menunduk tanpa menjawab Alyssa


"Kenapa? Apa ada yang kau pikirkan?" tanya Alyssa


"Kau masih bertanya?" sentak Ken. Dia menghela nafas dan merebut bir dari tangan Alyssa.


"Sudah malam, Tidurlah dulu. Aku masih ingin disini." ucapnya tanpa menatap Alyssa


Alyssa memeluk Ken dari belakang. Dia tahu Ken mengkhawatirkan dirinya. "Maaf. Aku sudah membuatmu khawatir. Aku hanya asal bicara tadi. Jika kau melarang, aku tidak akan melakukannya." Isak Alyssa


Ken melepas pelukan Alyssa dan membalikkan badannya berhadapan dengan Alyssa. "Jangan menangis !!" Ken mengusap air mata Alyssa dan menariknya kedalam pelukannya. "Aku minta maaf karena sudah membentak mu. Tapi kau tahu kenapa aku seperti itu, bukan? Aku tidak ingin kau terluka, Lys. Kau tidak ada hubungannya dengan masalah ini. Kalaupun ada, aku tetap akan melarang mu melakukannya."


Alyssa mengangguk pelan, "iya Ken, aku tahu. Aku hanya berniat membantu saja. Jika kau melarang, aku tidak akan melakukannya."


Ken mengurai pelukannya dan menghapus airmata Alyssa. "Pasti ada cara lain tanpa harus melibatkan mu dalam masalah ini. Tapi walaupun begitu, aku ingin kau tetap waspada jika kau bertemu dengan Zean, Dan jangan pernah jauh-jauh dariku. Apa kau mengerti?" tanya Ken yang dijawab anggukan oleh Alyssa. "Iya, aku mengerti."


"Anak pintar."


"Ish... Aku sudah dewasa." gerutu Alyssa


"Iya, kau memang sudah dewasa. Sudah bisa membuat anak kecil." bisik Ken


"Ken!!" Pekik Alyssa yang membuat Ken tertawa Keras.


"Berjanjilah padaku, Ini terakhir aku melihatmu minum bir." pinta Alyssa


Ken terdiam. Untuk berhenti dibutuhkan proses. Apalagi dia sudah sangat kecanduan. Ada masalah sedikit, dia sudah melampiaskannya ke hal-hal buruk.


"Ken!!"


"Iya, aku akan berusaha untuk berhenti dari hal-hal buruk."


Alyssa tersenyum dan memeluk Ken. "Terima kasih, Ken."

__ADS_1


__ADS_2