
Grace terus mengumpat karena mendapat penolakan dari Ken. Padahal dia sangat yakin Ken akan tergoda padanya. Apalagi dia sudah berdandan cantik dan memakai pakaian yang seksi.
"Sialan!! Beraninya Ken menolak ku. Bahkan dia mengusirku. Huh... Aku tidak terima. Aku pasti akan membalas perbuatannya." geram Grace. Dia menaiki mobilnya dan meluncur ke basecamp untuk menemui Zean.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mobil Grace terparkir sempurna didepan basecamp Zean. Dia turun dari mobil dan menerobos masuk tanpa memperdulikan tatapan anak buah Zean padanya.
"Grace!! Tumben sekali kau datang kemari dan....
Zean menatap Grace dari atas sampai bawah, "apa kau sedang menggodaku, sayang." lanjut Zean
"Jangan konyol Zean!! Siapa juga yang ingin menggoda mu." Grace duduk di sofa dan menyilangkan kakinya. "Aku sedang kesal dan semua itu karena Ken." sungut Grace
"Ken? Ada apa dengannya?" tanya Zean
"Sebelum aku bercerita, aku ingin tanya padamu. Bagaimana menurutmu penampilanku hari ini?" Grace berdiri dan berputar didepan Zean
"Kau terlihat sempurna sayang. Sangat seksi dan menggairahkan. Bahkan rasanya aku ingin melempar mu diatas ranjangku." Zean menjilati bibirnya melihat kemolekan tubuh Grace
"Benarkah?"
"Tentu saja."
"Lalu kenapa Ken menolak ku?" sungut Grace
"Ken menolakmu?" tanya Zean yang di jawab anggukan oleh Grace
"Sepertinya mata Ken bermasalah. Dia sangat bodoh menolakmu wanita secantik dirimu."
__ADS_1
"Iya kan? Aku sempat berfikir apa aku kurang cantik? Apa aku kurang seksi?"
"Grace !!" Zean menarik Grace hingga duduk di pangkuannya. "Kau sangat cantik sayang. Kau juga seksi. Ken saja yang bodoh karena tidak bisa melihat keindahan didepan matanya."
Grace tersenyum dan membelai rahang Zean. "Kau memang sangat pandai menghiburku, Zean." ucapnya
"Tidak hanya itu, tapi aku juga pandai memuaskan mu, sayang." zean mengangkat Grace ala bridal dan membawanya ke kamar pribadinya.
Bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya. Erangan demi erangan terdengar begitu nyaring di kamar tersebut. Dan membuat orang yang mendengarkannya hanya bisa menelan ludahnya karena tidak bisa menuntaskan hasratnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sebentar lagi jam makan siang. Kau mau makan dimana?" tanya Ken
"Apa aku boleh memilih?" bukannya menjawab, Alyssa justru balik bertanya
"Sebenarnya aku ingin kita makan ditempat favoritmu yang waktu itu. Tapi kau bilang di sana akan terlihat lebih indah jika malam hari. Jadi.... Kyaaa....
Alyssa terkejut karena tiba-tiba Ken menariknya. Dia tersenyum karena pasti Ken akan mengajaknya ketempat itu. Hah... Ken benar-benar berbeda dari yang sebelumnya. Hal itu membuatnya nyaman dan ingin terus bersama Ken.
"Ada apa denganku? apa aku mulai jatuh cinta padanya?" batin Alyssa
"Ng? kalian mau kemana?" tanya Alvin
"Ah .. kebetulan sekali. Kak, tolong kau handle perusahaan untuk hari ini. Aku akan Pergi dengan Alyssa dan tidak akan kembali kekantor." seru Ken
Alvin mengerutkan keningnya bingung. Memangnya mereka mau kemana? Apa terjadi sesuatu sampai-sampai mereka tidak akan kembali ke kantor?
__ADS_1
Begitu juga dengan Alyssa yang tidak kalah bingung mendengar ucapan Ken. Mereka hanya ingin makan siang. Tapi kenapa Ken meminta Alvin untuk menghandle perusahaan dan mengatakan tidak akan kembali?
"Jangan menatapku seperti itu kak!! Hari ini aku ingin istirahat karena kurang enak badan." seru Ken berbohong.
"Dan kau," Ken menunjuk Alyssa, "Rawat aku!!" Ken kembali menarik Alyssa dan meninggalkan Alvin yang masih terbengong ditempat.
"Kurang enak badan? Tapi yang aku lihat, dia sangat sehat." batin Alvin
Alvin tidak tahu saja jika Ken mempunyai rencana saat Alyssa mengatakan ingin makan siang ditempat favoritnya. Dia tersenyum dalam hati karena Dia dan Alyssa akan menghabiskan waktu bersama.
Ya, Ken akan mengajak Alyssa ke penginapan yang direkomendasikan pelayan waktu itu. Anggap saja mereka pergi bulan madu dadakan. Dan semoga tidak ada yang mengganggu mereka nantinya.
Tapi, mungkin lebih baik jika mereka menonaktifkan ponsel mereka agar tidak ada pengganggu. Ah.. Ide yang bagus.
"Ken, sebenarnya kita mau kemana? Kenapa kita tidak akan kembali kekantor? Bukankah kita hanya makan siang? Dan...." Alyssa berhenti yang membuat Ken juga ikut berhenti. Dia menempelkan tangannya di kening dan juga leher Ken. "tidak panas." gumamnya
"Siapa yang bilang jika aku demam? Aku hanya bilang tidak enak badan, kan. Sudah, ayo kita pergi!! Aku tidak mau menundanya terlalu lama." Ken kembali menarik Alyssa tapi langkah keduanya terhenti saat seseorang berdiri didepan mereka.
"Wah...wah..wah.. Lihat siapa ini?" orang itu tersenyum sinis saat melihat Ken yang menggenggam tangan Alyssa. "Sepertinya hubungan kalian semakin dekat." lanjut orang itu yang tidak lain adalah Raymond
"Maaf paman. Kami tidak punya waktu untuk meladeni paman. Jadi mumpung aku berbaik hati, lebih baik paman menyingkir dari hadapanku." seru Ken dengan tatapan yang dingin
"Wah... Hebat!! Sekarang kau berani melawan paman ya. Apa semua ini karena wanita itu?" ucap Raymond menunjuk Alyssa. Dia yakin jika wanita itu yang menghasut Ken untuk melawannya. Padahal awalnya dia yakin Ken ada di pihaknya. Tapi ternyata Ken berani melawannya dan mempermalukannya didepan karyawan.
"Jangan menuduh sembarangan paman! Dari awal aku sudah bilang kan. Aku tidak selembut kak Rain. Dan kau tahu sendiri pergaulanku. Jadi, jika paman tidak ingin merasakan bogem mentah ku melayang ke wajah paman, lebih baik paman menyingkir." Ken berjalan melewati Raymond yang terdiam di sana. Tapi langkahnya tiba-tiba berhenti. Dia berbalik dan berkata, "Daripada mengurusku, lebih baik paman urus diri paman sendiri." Ken mendekatkan bibirnya di telinga Raymond dan berbisik, "Aku sudah menemukan bukti kecurangan paman. Jadi, siapkan diri paman saat polisi datang menjemput paman." Ken menyeringai dan kembali menarik tangan Alyssa untuk melanjutkan rencananya.
Raymond mengepalkan tangannya. Bahkan sekarang Ken berani mengancamnya. Ini tidak bisa dibiarkan. Apalagi Ken sudah tahu kecurangan yang selama ini dia lakukan. Ken bisa menjadi ancaman besar untuknya. Jadi sepertinya dia harus menyingkirkan Ken terlebih dahulu. Sama seperti saat dia menyingkirkan Rain dari dunia ini.
__ADS_1
"Awas kau Ken!! Aku pasti akan mengirim mu untuk menemui kakak tercintamu secepatnya." geram Raymond dalam hati