Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah

Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah
Kerjasama


__ADS_3

Ken mencoba memikirkan saran dari Alvin. Dia akan mencari orang untuk menjaga Alyssa saat dia tidak berada disamping wanita itu. Yang pasti orang itu bisa dipercaya dan ahli dalam ilmu beladiri. Tapi mungkin akan lebih baik jika dia jujur saja pada Alyssa biar Alyssa bisa lebih berhati-hati saat bepergian nantinya. Ya, dia harus memberitahu Alyssa mengenai Zean dan musuh-musuhnya.


Dan sekarang, dia harus berkonsentrasi bekerja terlebih dahulu. Dia sudah berjanji pada Alyssa jika dia akan cepat pulang setelah pekerjaannya selesai dan untungnya pekerjanya tidak terlalu banyak hari ini. Jadi dia bisa pulang lebih awal.


"Ken!!!" panggil Alvin


"Ya?"


"Sebentar lagi meeting dengan Tuan Rian dari perusahaan Glance Group." seru Alvin mengingatkan


"Baik kak." Jawab Ken. Dia menyiapkan proposal dan berkas yang diperlukan untuk meeting nanti. "Ayo kak!!" ajak Ken setelah semua siap.


Alvin mengangguk dan berjalan dibelakang Ken. Mereka menuju ke ruang rapat dan menunggu kedatangan tuan Rian di sana.


Ken terlihat sangat gugup. Ini pertama kalinya dia melakukan meeting dan dia berharap tidak melakukan kesalahan. Dia harus bisa menunjukkan pada semua orang terutama petinggi perusahaan jika dia bisa dan pantas memimpin perusahaan peninggalan kakaknya.


"Kau gugup?" tanya Alvin


"Menurutmu?" tanya Ken. "Ini pertama kalinya aku melakukan meeting kak. Rasanya lebih mengerikan daripada menghadapi musuh-musuhku." seru Ken


Alvin tersenyum dan menepuk bahu Ken. "Tidak perlu gugup. Anggap saja klien kita ini adalah musuhmu. Tapi bedanya, kau tidak bisa melawannya dengan kekerasan dan otot. Tapi pakai ini," Alvin menunjuk pelipisnya. "gunakan otak untuk melawannya."


"Tapi jika dipikir-pikir, kau bisa mencobanya. Sekali-kali kau harus melawan musuhmu dengan otak. Jika dia terpancing emosi, kau akan lebih mudah mengalahkannya." lanjut Alvin


"Tidak buruk. Akan aku coba." pembicaraan mereka terhenti saat sekretaris Ken mengetuk pintu dan memberitahukan kedatangan Tuan Rian.


Baik Ken maupun Alvin, berdiri menyambut kedatangan Tuan Rian dan menjabat tangannya.


"Selamat pagi Tuan Alvin dan tuan.....


"Ken. Namaku Ken, Tuan." seru Ken memperkenalkan diri

__ADS_1


"Oh Tuan Ken. Senang berkenalan dengan anda. Tapi rasanya, kita baru pertama kali bertemu ya."


"Iya Tuan. Tuan Ken adalah adik dari mendiang Tuan Rain. Dan beliau yang saat ini memimpin perusahaan menggantikan Tuan Rain." terang Alvin


Tuan Rian mengangguk paham. "Aku harap kau sama hebatnya dengan kakakmu." seru Tuan Rian


"Mohon bantuannya, tuan." jawab Ken


"Silahkan duduk Tuan!!" Alvin mempersilahkan Tuan Rian duduk dan memulai meeting mereka. Dia menjelaskan isi proposal yang mereka buat dan Ken menambahkan poin-poin penting didalamnya.


"Sangat menarik. Aku setuju dengan persyaratan dan juga poin-poinnya. Tapi sebelum aku menandatangani surat kontrak kerjasama kita, aku ingin memperkenalkan putriku. Dia yang akan meneruskan kerjasama ini. Jadi aku harap kalian tidak keberatan." seru tuan Rian


"Tentu saja tidak tuan. Apakah anda akan pensiun?" tanya Alvin


"Sepertinya begitu. Tapi aku belum bisa sepenuhnya percaya pada putriku. Setidaknya sampai dia menemukan pendamping hidup." Tuan Rian tertawa sambil menatap Ken yang hanya tersenyum. Walaupun baru pertamakali bertemu, dia merasa jika Ken masuk dalam kriteria menantu idamannya.


"Maaf kalau boleh tahu, wajahmu kenapa?" tanya Tuan Rian pada Ken


"Oh ini.. Saya berkelahi beberapa waktu lalu. Untuk alasannya saya tidak bisa mengatakannya pada anda." seru Ken


Ken hanya tersenyum. Baru kali ini dia bertemu dengan orang tua yang naif. berkelahi karena suatu hal yang baik? Konyol!! Apa dia tidak pernah muda? Tidak semua perkelahian dilakukan karena alasan yang baik. Apalagi di jaman sekarang.


Ken menghela nafas panjang karena sudah cukup lama mereka menunggu. Beberapa kali dia mengecek ponselnya berharap Alyssa akan menghubunginya karena bosan. Tapi sepertinya saat ini wanita itu sedang sibuk. Atau mungkin sedang istirahat?


"Sepertinya aku memukulnya terlalu keras." batin Ken. Dia mencari nama kontak istrinya dan berniat untuk mengirim pesan tapi diurungkannya saat mendengar seseorang masuk keruang rapat.


"Maaf membuat kalian lama menunggu."


Ken menatap kearah pintu dan.....


Deg

__ADS_1


Ken melebarkan kedua matanya saat netranya bertemu dengan orang itu. Tangannya mengepal erat dan tatapannya berubah tajam.


"Ken!!" sapa orang itu


"Grace, kau mengenal Ken?" tanya Tuan Rian


Grace tersenyum dan duduk di sebelah tuan Rian tanpa mengalihkan tatapannya dari Ken. "Aku pernah bilang pada Daddy tentang seorang pria yang menyelamatkanku dari preman, kan? Pria itu adalah Ken." terang Grace


"Wah.. Ternyata itu adalah Ken. Sudah aku duga, kau berkelahi untuk kebaikan." Tuan Rian tertawa keras. Dia bisa melihat jika putrinya tertarik pada Ken. Dan sepertinya dia bisa memanfaatkan proyek kerjasama kali ini untuk mendekatkan mereka.


"Kau memang hebat Ken. Kau adalah pahlawan untuk putriku. Jadi aku tidak akan ragu untuk menandatangani proyek kerjasama ini." lanjut tuan Rian. Tapi Ken tidak meresponnya. Justru dia menatap Grace penuh kebencian. Dan hal itu tidak luput dari Alvin yang dari tadi hanya mendengar pembicaraan mereka. Dia bisa melihat ada yang tidak beres antara mereka. Dan sepertinya itu bukan hal yang baik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Aku ingin kita membatalkan kerjasama kita dengan perusahaan tuan Rian." seru Ken


"Apa kau sudah gila? Susah payah kita mendapatkan persetujuan kerjasama dengan Tuan Rain dan kau seenaknya saja ingin membatalkannya?" teriak Alvin


Alvin menghela nafas panjang dan kembali berkata, "aku tahu, pasti telah terjadi sesuatu antara kau dan putri tuan Rian. Aku bisa melihat kebencian saat kau menatapnya. Tapi bisakah kau profesional? Kau tidak boleh mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan." lanjut Alvin


"Jika itu menyangkut hubunganmu dengan orang yang kau cintai, apa kau akan diam saja?"


"Apa maksudmu?"


"Entahlah kak. Aku merasa wanita itu mempunyai niat buruk pada Alyssa. Dia sepertinya ingin merusak hubunganku dengan Alyssa." seru Ken


Alvin terdiam. Sebenarnya dia merasa jika Grace menyukai Ken. Dia bisa melihat dari cara Grace menatap Ken. Tapi kenapa Ken bisa mempunyai pikiran jika wanita itu ingin merusak hubungannya dengan Alyssa? Apa mereka pernah bertemu sebelumnya?


Jika Ken jujur, mungkin Grace bisa mengerti dan tidak akan mengganggunya lagi.


"Ken, aku tidak tahu maksud ucapanmu. Tapi aku hanya bisa berkata. Suatu hubungan bisa bertahan karena mereka saling percaya dan terbuka. Dan jika kau takut akan adanya orang ketiga, kau maupun Alyssa harus bisa menjaga hati kalian untuk orang yang kalian cintai. Percuma kau menghindari Grace jika kau tidak bisa menjaga hatimu."

__ADS_1


"Suatu hubungan akan semakin erat, saat kalian bisa menghadapi masalah bersama-sama. Jadi yang harus kau lakukan adalah, percaya dan terbuka pada Alyssa. Jaga hati kalian untuk satu orang, maka kalian akan bisa menghadapi masalah itu dengan mudah." Alvin menepuk pelan bahu Ken dan keluar dari ruangan pria itu. Mungkin dia harus memberi waktu untuk Ken berfikir. Walau sebenarnya dia juga penasaran kenapa Ken bisa berfikiran seperti itu tapi dia tidak akan membiarkan siapapun merenggut kebahagiaan Alyssa.


"Untuk pertama kalinya, aku tidak suka membalas kebaikanmu padaku, Rain." batin Alvin


__ADS_2