Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah

Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah
Basecamp Diserang


__ADS_3

"Sudah!! Jangan cemberut begitu!! Cantiknya ilang lho." goda Ken


Alyssa hanya berdecak kesal. Bagaimana tidak, Ken terus saja menggodanya dengan mengingatkan pergulatan semalam. Dia terus mengungkit-ungkit Alyssa yang begitu agresif dan suara erangan yang terus keluar dari mulutnya. Menyebalkan bukan?


"Aku minta maaf. Jangan marah lagi ya!!" pinta Ken


"Aku tidak marah. Tapi aku kesal. Kenapa sekarang kau mesum sekali?" sungut Alyssa


"Tapi aku mesum cuma denganmu, Lys."


"STOP!! Jangan mulai lagi!!" teriak Alyssa


Ken terkekeh dan memakan sarapan mereka yang terlambat karena mereka kembali tidur tadi dan bangun saat matahari sudah ada diatas kepala. Bisa dibilang mereka sedang makan siang sekarang.


"Setelah ini, apa yang akan kita lakukan?" tanya Alyssa


"Kau maunya bagaimana? pulang, jalan-jalan atau kembali berolahraga."


"KEN!!" teriak Alyssa yang membuat Ken kembali tertawa keras.


"Dasar menyebalkan." sungut Alyssa


Ken dan Alyssa check out setelah selesai makan. Dia harus pulang karena pekerjaan sudah menunggu mereka. Walaupun hari ini mereka libur, tapi ada sesuatu yang harus mereka kerjakan.

__ADS_1


"Kau yakin ingin pulang? Kau tidak mau pergi ke suatu tempat terlebih dahulu?" tanya Ken


"Aku sangat ingin. Tapi pekerjaan kita banyak Ken. Dan kita juga tidak bisa menunda untuk mencari bukti lain tentang kecurangan tuan Raymond. Lagipula, aku sudah sangat puas dengan bulan madu dadakan kita." Alyssa menunduk malu dan memalingkan wajahnya keluar jendela.


"Maaf ya, nanti jika semuanya sudah selesai. Aku akan mengajakmu bulan madu lagi. Tidak hanya sehari, tapi kita bisa menghabiskan banyak waktu berdua nantinya."


"A_apa? Ti_tidak perlu. Ini sudah cukup untukku." seru Alyssa menolak tawaran Ken. Baru sehari saja dia sudah tidak bisa bangun dan seluruh tubuhnya sakit semua. Apalagi jika mereka bulan madu berhari-hari, bisa-bisa dia masuk rumah sakit.


Alyssa bergidik membayangkan apa yang akan terjadi padanya nanti. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan berharap apa yang dipikirkan tidak akan terjadi.


Mereka terdiam untuk sesaat. Tapi tiba-tiba ponsel Ken berdering. Ken meminta bantuan Alyssa untuk menjawab telepon tersebut karena dia sedang menyetir.


"Hal....


"Gawat Ken!! Geng motor king menyerang basecamp. Mereka membakar habis basecamp kita. Tapi untung nya tidak ada korban." seru Revan


"Halo Ken!!! Kau mendengar ku, kan?"


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ken memarkirkan mobilnya asal. Dia turun dengan buru-buru dan melihat basecamp mereka yang habis terbakar. "Kak Revan!!"


"Ken, kau sudah datang?" Revan menghampiri Ken dan mengajaknya untuk duduk.

__ADS_1


Ken melihat basecamp yang sudah tidak berbentuk dan beralih pada teman-temannya yang tampak sedih karena kehilangan.rumah kedua mereka.


"Kenapa bisa seperti ini kak?" tanya Ken datar


"Zean dan anggotanya tiba-tiba datang menyerang. Dia mencari mu dan mengobrak-abrik tempat kita. Kami sempat melawan. Tapi karena kalah jumlah, seperti yang kau lihat. Kami terluka dan mereka membakar basecamp kita." terang Revan


Ken mengepalkan tangannya. Dia beranjak dan hendak pergi untuk membuat perhitungan dengan Zean. Tapi berhasil dihentikan oleh Revan dan Alyssa.


"Kau mau kemana Ken?" tanya Revan


"Aku akan membuat perhitungan dengan Zean, kak."


"Jangan gegabah Ken!! Jika kau ingin membalas mereka, kita membutuhkan rencana. Apalagi kau tidak akan menang melawannya jika seorang diri." seru Revan. Dia menghela nafas panjang dan merasa bersalah karena tidak bisa melindungi anggotanya.


"Tapi kak, Kalian seperti ini karena aku. Jadi biarkan aku...


"Jangan pergi Ken!!!" seru Alyssa. Dia mengusap bahu Ken mencoba menenangkan pria itu. "Aku tahu kau marah teman-temanmu disakiti. Tapi apa kau ingin mati konyol? Jika kau pergi sendirian, bagaimana jika nanti kau tidak bisa kembali? Setidaknya pikirkan aku, Ken." lirih Alyssa. Kini terjawab sudah ketakutan yang menghantuinya sejak kemarin. Kekhawatiran yang mengganggu pikirannya yang berhubungan dengan Ken.


"Alyssa benar Ken. Kita membutuhkan rencana untuk membalas mereka. Dan sekarang lebih baik kita membawa anggota kita ketempat yang aman. Aku sudah menyuruh mereka untuk pulang, tapi mereka menolak. Jadi tidak ada pilihan lain selain mencari tempat tinggal yang baru." seru Revan


"Kalian tidak perlu khawatir akan hal itu. Aku akan membantu kalian mencari tempat tinggal yang baru." ujar Ken


"Zean!! Kau sungguh pengecut sejati. Beraninya kau menyerang basecamp secara tiba-tiba. Lihat saja, aku pasti akan membalas mu. Akan aku buat kau membayar semua perbuatanmu." geram Ken dalam hati.

__ADS_1


Mereka tidak menyadari jika ditempat yang tidak jauh dari mereka, seseorang tengah memperhatikan mereka. Dia tidak melepaskan tatapannya dari Alyssa.


"Cantik." ujarnya.


__ADS_2