
Keesokan harinya, dinginnya malam sudah digantikan dengan hangatnya sinar matahari. Tapi Alyssa dan Ken masih nyaman di bawah selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
Ya, setelah bercengkerama di balkon, Ken mengajak Alyssa untuk bercinta. Awalnya Alyssa menolak karena mulut Ken yang bau alkohol. Tapi dengan sentuhan lembut yang Ken berikan membuat Alyssa terbuai hingga terjadilah pergulatan penuh gairah semalam.
"Uhh..." Alyssa melenguh, merasakan sakit yang luar biasa di perutnya. Dia terbangun dan berlari ke kamar mandi karena perutnya yang tiba-tiba bergejolak dan mengeluarkan cairan bening yang menyiksa.
"Hoek.. Hoek.. Hoek..."
Ken membuka matanya saat samar-samar mendengar suara Alyssa muntah di kamar mandi. "Lyssa!!" panggil Ken
"Hoek.. Hoek.." Ken tersentak dan berlari menyusul Alyssa ke kamar mandi. "Kau kenapa, Lyss?" tanyanya panik
"Aku tidak apa-apa. Mungkin masuk angin karena semalam terlalu lama di balkon."
Ken mambantu Alyssa kembali ketempat tidur dan mengambilkannya baju. "Pakai baju dulu."
Alyssa mengangguk dan memakai bajunya. Baru kemudian dia kembali berbaring dan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.
"Ada apa? Apa kau kedinginan?" tanya Ken panik
"Bisa kau pakai bajumu juga Ken? Rasanya aneh saat kau perhatian padaku dengan keadaan seperti itu." Seru Alyssa dari dalam selimut
Ken menatap dirinya sendiri. Dia tertawa keras dan memunguti pakaiannya. "Maaf. Aku panik sampai-sampai lupa memakai baju. Lagipula kau juga berlari dengan keadaan telanjang, kan?"
"Ken!!" pekik Alyssa yang membuat Ken kembali tertawa.
"Dasar menyebalkan." gerutu Alyssa
"Iya-iya, maaf. Hari ini kita tidak usah ke kantor saja jika kau sakit. Aku akan menghubungi kak Alvin untuk menghandle perusahaan."
__ADS_1
"Jangan!!" cegah Alyssa. "Kau tidak boleh begitu, Ken. Kasihan kak Alvin. Dia sudah banyak membantu kita. Jadi, kau pergilah ke kantor. Biar aku tetap di rumah."
"Tapi Lys......."
"Tidak ada tapi-tapi. Sudah sana mandi, aku akan menyiapkan sarapan untukmu."
"Baiklah." Ken mengalah dan masuk ke kamar mandi untuk melakukan ritual mandinya sedangkan Alyssa pergi ke dapur. Tapi lagi-lagi dia merasa perutnya bergejolak. Dia menatap pintu kamar mandi yang sudah tertutup, jadi dia pergi ke dapur dan memuntahkan isi perutnya di wastafel.
"Ada apa denganku? Kenapa perutku mual sekali?" gumamnya. "Mungkin hanya masuk angin." Alyssa mengabaikan sakitnya. Dia mulai mengeluarkan bahan makanan dari dalam kulkas dan dengan cekatan mulai meracik bumbu. Tapi lagi-lagi perutnya sangat mual saat dia mulai menumis bumbu. Dia berusaha bertahan sampai masakannya matang baru dia pergi ke wastafel dan memuntahkan isi perutnya.
"Astaga, ada apa dengan ku?" Alyssa berkumur dan mencuci mukanya. Dia melihat dirinya dari cermin, Wajahnya terlihat sangat pucat. Apa benar dia hanya masuk angin? Bahkan kini kepalanya sangat pusing san kedua kakinya lemas seolah tidak sanggup menopang badannya.
"Lys, apa sarapannya sudah siap?" tanya Ken yang sudah duduk di ruang makan
"Ah .. Iya sebentar !!" Alyssa kembali ke dapur dan memindahkan masakannya ke piring. Lalu dia menyajikannya di meja makan.
"Maaf, aku hanya membuat nasi goreng saja."
Alyssa tersenyum dan duduk di samping Ken. Dia juga ingin makan, tapi melihat makanan di depannya, perutnya kembali mual.
"Ken, Sepertinya aku tidak bisa menemanimu makan. Kepalaku pusing sekali."
"Kau baik-baik saja Lys? Wajahmu pucat sekali? Bagaimana jika kita ke rumah sakit?" ajak Ken yang terlihat khawatir
"Aku tidak apa-apa. Aku hanya ingin istirahat di kamar."
"Aku akan mengantarmu."
"Tidak perlu, aku bisa sendiri. Maaf tidak bisa mengantarmu ke depan. Hati-hati di jalan dan kontrol emosimu." ucap Alyssa mengingatkan. Dia kembali ke kamar dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur.
__ADS_1
"Ada apa denganku? Rasanya aku tidak akan masuk angin hanya karena terkena angin malam. Atau jangan-jangan....." Alyssa mengambil kalender di atas nakas. Dia bangun dan bersandar di headboard.
"Terakhir tanggal....."Alyssa mulai menghitung hari terakhir dia haid dan pertama dia melakukan hubungan intim dengan Ken.
"Tidak mungkin!!" pekiknya tidak percaya
"Apa jangan-jangan aku ......"
Cklek
"Lys!!"
Alyssa buru-buru menyembunyikan kalender di bawah bantal saat Ken tiba-tiba masuk ke kamar. "Kau belum berangkat?" tanya Alyssa
"Aku mau ambil tasku." ujarnya. Dia menatap Alyssa yang pucat dan tidak tega untuk meninggalkannya. Jika bukan karena pekerjaannya yang menumpuk pasti dia akan membolos hari ini dan menemani Alyssa.
"Jangan menatapku seperti itu !! Aku baik-baik saja, Ken." seru Alyssa berpura-pura. Dia tidak mau Ken khawatir. Lagipula dia harus memastikan apakah dirinya benar-benar hamil atau tidak. Jika dia positif hamil, maka itu akan menjadi kejutan indah untuk Ken. Tapi jika tidak, dia cukup diam saja dan mencobanya lagi. Jika dia memberi tahu Ken, dia takut suaminya itu akan kecewa jika hasilnya tidak sesuai harapannya.
"Aku tidak tega meninggalkan mu, Lys. Walaupun kau bilang tidak apa-apa, pasti aku tidak akan tenang saat bekerja nanti."
"kalau begitu, nanti setiap satu jam sekali aku akan mengirim pesan padamu. Bagaimana?" usul Alyssa
"Tapi tetap saja.....
"Ken!! Percaya padaku, aku baik-baik." ucap Alyssa menenangkan
"Baiklah. Tapi jika ada apa-apa jangan lupa untuk menghubungiku, ah... Tidak, Setiap satu jam sekali kau harus memberiku kabar."
"Iya-iya."
__ADS_1
Ken mencium kening Alyssa dan berangkat ke kantor. Sedangkan Alyssa kembali berbaring dan tersenyum senang. Dia mengambil kalender yang dia sembunyikan sambil mengusap perutnya. "Apa benar, kau sudah hadir disini, sayang?" gumamnya.
"Sepertinya aku harus memastikannya. Tunggu badanku enakan dulu baru aku akan pergi ke apotek untuk membeli testpack. Dan semoga hasilnya sesuai dengan apa yang aku harapkan."