
Beberapa hari terakhir, Raymond terlihat gelisah. Dia memikirkan perkataan Andreas mengenai salinan laporan dari hasil kecelakaan Rain. Apakah benar salinan itu ada? tapi kenapa dia tidak bisa menemukannya di ruangan Ken? padahal Andreas meletakkannya di ruangan itu. Tapi saat dia mencarinya, ternyata salinan itu tidak ada di manapun. Dia jadi berpikir, Apakah Andreas membohonginya? tapi sepertinya Andreas tidak berbohong. Lalu, bagaimana jika salinan itu sudah ditemukan oleh orang lain? Memikirkan hal itu, Raymond benar-benar frustasi.
Tapi jika dipikir-pikir lagi, jika ada orang yang menemukannya, orang itu pasti sudah mengancamnya atau menerornya dan meminta uang untuk tutup mulut. Tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada yang mengancamnya. Berarti kemungkinan, Andreas berbohong atau salinan itu masih ada di ruangan Ken.
Dia sungguh sangat sial. Padahal tinggal sedikit lagi rencananya akan berhasil. Dia sudah berencana untuk menyingkirkan Ken dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan pada Rain. Tapi karena Andreas, semua jadi kacau. Dia harus mencari salinan itu sebelum orang lain menemukannya.
Raymond tidak tahu saja jika salinan itu sudah ditemukan oleh Alyssa dan perbuatannya yang mengobrak-abrik ruangan Ken, terekam CCTV. Dan sekarang Ken dan Alvin tengah merencanakan sesuatu dan akan memberikan kejutan untuk Raymond.
"Aku harus tenang agar mereka tidak curiga padaku. Aku yakin kalaupun salinan itu benar ada, pasti belum ada yang menemukannya tapi jika sampai Andreas membohongiku, Aku pastikan dia akan menjalani hidup seperti di neraka."
__ADS_1
Baru saja Raymond merasa tenang, tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu. Raymond terkejut. Dia sempat curiga, Siapa yang malam-malam begini bertamu? Ini sudah jam lewat tengah malam. Dia juga tidak punya janji dengan siapapun. Jadi rasanya aneh jika ada orang yang datang tengah malam begini.
Tapi karena penasaran, dia membuka pintu apartemennya dan tidak ada siapapun di sana. "CK... Cuma orang iseng." ucap Raymond kesal. Tapi saat dia hendak masuk dia melihat sebuah kotak diletakkan didepan pintunya. Raymond mengerutkan keningnya, dia melihat ke lorong apartemen dan tidak ada siapapun di sana. "Siapa yang meletakkan kotak ini di depan pintuku?" pikir Raymond
Karena penasaran dia mengambil kotak tersebut dan membawanya masuk. Dia meneliti kotak itu dengan seksama, apakah ada nama pengirimnya atau tidak.
"Aneh, Siapa yang mengirim paket malam-malam begini?"
"Si-siapa yang mengirim salinan ini? Apa dia mencoba memeras ku?" pikir Raymond ketakutan. Dia menghubungi Bimo dan memintanya untuk menyelidiki siapa pengirim paket tersebut. Dia juga menghubungi Andreas dan mengajak bertemu saat itu juga di bar tempat mereka bertemu sebelumnya. Dia ingin memastikan apakah map ini yang Andreas maksud? Atau bisa saja ini perbuatan Andreas untuk memerasnya.
__ADS_1
"Ada apa kau mencari ku?" tanya Andreas
Raymond melempar map pada Andreas. "Apa itu yang kau maksud?"
"Apa?" Andreas membuka map tersebut dan membacanya. "Wah, cepat sekali kau menemukannya? Tapi seingat ku, map yang aku gunakan berwarna biru. Tapi kenapa ini berwarna kuning?"
Deg
"Kenapa bisa begitu?" tanya Raymond
__ADS_1
"Mana aku tahu? Aku ingat betul warna map yang aku pakai saat itu berwarna biru."
Tiba-tiba tubuh Raymond bergetar hebat. Jika memang begitu, berarti ada orang yang menemukannya salinan laporan itu. Tapi kenapa orang itu mengirim salinan ini padanya? Apa orang itu berniat untuk menerornya?