
Ken dan Alyssa kembali ke perusahaan. Sesampainya di sana, dia disambut oleh Alvin yang tiba-tiba menghampiri Alyssa dan langsung memeluknya.
"Eh.." Alyssa terkejut saat Alvin memeluknya. " Kak!!"
"Kau tidak apa-apa, kan?" tanya Alvin
"A_apa maksudmu?" Alyssa mendorong pelan tubuh Alvin dan melirik Ken yang sudah menunjukan wajah tidak bersahabat.
Ken mengepalkan kedua tangannya. Matanya menatap tajam Alvin. Bahkan wajahnya memerah karena emosi melihat Alyssa dipeluk pria lain di depan matanya.
Glek
Alyssa menelan salivanya kasar dan tersenyum kikuk pada Alvin. "A_aku tidak apa-apa kak." ucapnya
"Hah.. Syukurlah. Aku dengar dari karyawan. Katanya kau di hina oleh tuan Raymond. Jadi....
Ucapan Alvin terhenti saat melihat leher Alyssa. Dia menyipitkan matanya untuk memastikan apakah itu adalah tanda bibir atau bukan.
"Ja_jadi apa kak?" tanya Alyssa
"Ah.. Bu_bukan apa-apa." Alvin tersenyum canggung. Dia melihat tanda itu lagi dan beralih pada Ken yang tersenyum bangga yang seolah berkata, "Iya, itu tanda kalau Alyssa milikku."
"Hah... sepertinya dia sengaja ingin pamer." batin Alvin.
"Kalau begitu, aku keruangan ku dulu." Alvin menepuk pelan bahu Alyssa dan pergi begitu saja.
"Ada apa sebenarnya?" gumam Alyssa. Dia menatap Ken yang tertawa menatap punggung Alvin yang menjauh. Dia mendekat dan menepuk bahunya.
"Kenapa kau terlihat sangat senang?" tanya Alyssa curiga
__ADS_1
"A_apa? Siapa yang senang?" sangkal Ken
Alyssa memicingkan matanya yang membuat Ken menjadi gugup. Bukan kah aneh, tadi Ken terlihat sangat marah saat Alvin memeluknya, tapi kemudian dia terlihat senang. Apa yang membuat Ken begitu cepat berubah?
"Ja_jangan menatapku seperti itu!! Sudahlah, aku mau ke ruanganku dulu." Ken berlari kecil dan masuk ke lift. Dia enggan menjawab pertanyaan Alyssa karena hal itu akan membuat wanita itu tahu mengenai tanda itu. Dan pastinya Alyssa akan sangat marah padanya.
Biarkan saja tanda itu terlihat. Semua orang akan tahu jika itu perbuatan yang menandakan jika Alyssa sudah menjadi miliknya.
"Ck... Dasar!! Ada apa sebenarnya?" Alyssa melihat kesana kemari. Semua orang terlihat sangat aneh hari ini. Mereka seolah menahan tawa saat menatapnya. Apa mungkin ada yang aneh dengan dirinya?
Alyssa bahkan sampai memperhatikan penampilannya. Dia mengambil ponsel dan menyalakan kamera depan. Dia takut karena pergi dengan Ken menggunakan motor membuat penampilannya berantakan. Dan hal itu yang saat ini menjadi bahan tawaan mereka.
Tapi saat ponselnya tidak sengaja menangkap sesuatu di lehernya, Alyssa mengambil gambar dan melihatnya. Bahkan untuk memastikannya dia memperbesar gambar tersebut dan....
Deg
"I_ini..." Alyssa mengusap lehernya. Sejenak dia teringat saat Ken menggigitnya di restoran tadi.
Alyssa melihat kesana kemari dan langsung berlari kearah lift. "Astaga! Ini sangat memalukan. Mereka semua pasti melihat ini."
"Jangan-jangan kak Alvin tadi juga melihatnya? Aish... Ini sangat memalukan. Pasti dia berfikir yang tidak-tidak."
"Semua ini gara-gara Ken. Awas saja kau Ken!!!" geram Alyssa
Sementara itu diruangan nya, Ken tidak bisa berhenti tertawa. Dia tidak bisa membayangkan wajah Alyssa saat ini. Pasti dia sangat malu sekarang karena semua orang melihat tanda bibir di lehernya.
"Ha.. Ha.. Ha.. Astaga!! Air mataku sampai keluar karena terus tertawa." Ken mengusap sudut matanya sambil terus tertawa
"Saat ini dia pasti sangat malu. Biarkan saja. Biar semua orang tahu jika dia hanya milikku. Dan aku yakin kak Alvin tadi juga melihatnya."
__ADS_1
"Huh.. Siapa suruh mau merebut Alyssa dariku."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Huh.. Ini sangat memalukan. Awas kau ken!! Aku pasti akan membalas mu." Alyssa mengoleskan foundation dilehernya yang berwarna merah. Walaupun tidak bisa menutup secara sempurna, tapi setidaknya itu membantu untuk menyamarkan.
"Sepertinya aku membutuhkan syal." gumamnya
Tok Tok Tok
Alyssa buru-buru memasukan foundation kedalam tasnya. "Ekhm... Masuk!!!" seru Alyssa
Alvin terlihat masuk dan menyerahkan berkas pada Alyssa. "Ini berkas yang harus kau tandatangani." ucap Alvin
Alyssa menerima berkas tersebut dan membacanya. "Untuk meeting nanti apa semua sudah siap?" tanya Alyssa
"Kau tenang saja. semua sudah siap. Hanya tinggal menyiapkan mental saja." goda Alvin
Alyssa menghela nafas dan menandatangani berkas tersebut. "Semoga aku tidak melakukan kesalahan."
"Aku yakin kau pasti bisa." seru Alvin menyemangati.
"Iya kak. terimakasih."
"Kalau begitu aku pergi dulu."
"Tunggu kak!! Soal yang kakak lihat tadi, tidak seperti yang kakak kira." seru Alyssa
Alvin terdiam. Dia menoleh dan tersenyum, "Kenapa kau harus repot-repot menjelaskannya padaku? Itu urusan kalian. Dan aku tidak mau ikut campur. Permisi." Alvin keluar dari ruangan Alyssa. Jika boleh jujur, sebenarnya dia merasa tidak nyaman saat melihat tanda itu. Tapi dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka adalah pasangan yang sah. Dan dia tidak berhak untuk melarang.
__ADS_1
"Iya juga ya, kenapa aku harus menjelaskannya pada Kak Alvin?" gumam Alyssa. "Ah sudahlah!! Lebih baik aku mempelajari proposal ini agar aku tidak melakukan kesalahan nantinya."