Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah

Ken Dan Alyssa: Terpaksa Menikah
Bertengkar


__ADS_3

Di cafe tidak jauh dari supermarket, Ken dan Alyssa duduk berhadapan dengan wanita yang tidak sengaja menabrak Ken. Wanita itu yang mengajak mereka ke sana sebagai permintaan maaf sekaligus ucapan terima kasih karena Ken sudah menyelamatkannya beberapa waktu lalu.


"Oh.. Jadi Ken menyelamatkanmu waktu kau diganggu oleh berandalan di jalan." tanya Alyssa.


"Iya, Ken yang menyelamatkanku. Dia benar-benar hebat bisa mengalahkan semua berandalan itu sekaligus." Ucap wanita itu yang terus menetap Ken tanpa berkedip.


Tapi hal itu justru membuat Alisha merasa kurang nyaman. Dia bisa menebak jika wanita itu menyukai Ken. Mungkin bisa dibilang Cinta pada pandangan pertama.


"Oh iya, perkenalkan namaku Grace." Grace mengulurkan tangannya yang disambut oleh Alyssa. "namaku Alyssa, senang berkenalan denganmu." seru Alyssa.


Grace beralih mengulurkan tangannya pada Ken, tapi pria itu tidak perduli dan masa bodoh. Dia justru fokus menikmati es krim yang ada di depannya.


"Ken!!" Alyssa menyenggol lengan Ken.


"Apa?" tanya Ken


Alyssa menggerakkan dagunya, meminta Ken untuk menjabat tangan Grace. Tapi Ken cuek dan memilih melanjutkan menikmati es krimnya yang lebih nikmat daripada mendengarkan ocehan wanita di depannya.


Grace merasa kikuk. Dia menarik kembali tangannya dan berkata, "Oh iya, apa kau Adik Ken?" tanyanya pada Alyssa


"Aku.....


"Kau terlihat lebih muda dari Ken jadi aku berpikir kau pasti adiknya. Iya kan?" tebak Grace.


Ken melirik Alyssa yang diam saja. Dia mendengus kesal dan menarik Alyssa. "Maaf, ini sudah malam. Kami harus pulang." tanpa menunggu jawaban dari Grace, Ken menarik Alyssa pergi dari sana.


"Hei..Tunggu dulu!!" teriak Grace saat Ken dan Alyssa sudah mulai menjauh.


Grace menghela nafas panjang. Tapi kemudian dia tersenyum senang karena bisa bertemu dengan pahlawannya. "Aku pasti akan mendapatkan mu, Ken." gumamnya dalam hati.


"Kenapa kita pergi begitu saja? Kasihan Grace. Sepertinya dia masih ingin mengobrol dengan kita." seru Alyssa


Ken hanya melirik Alyssa sekilas. Dia menyetop taksi dan entah apa yang dia katakan pada sopir taksi tersebut. Tapi tiba-tiba dia memasukkan semua belanjaan mereka kedalam taksi itu.


"Kenapa kau memasukan semua belanjaan kita di sana?" tanya Alyssa bingung. Dia mendekati taksi itu dan ingin masuk juga, tapi di tahan oleh Ken.

__ADS_1


"Aku memintanya mengantar barang-barang kita ke rumah." seru Ken


Alyssa terdiam. Dia baru ingat jika mereka hanya menggunakan motor. Sudah pasti mereka tidak akan bisa membawa barang belanjaan mereka yang cukup banyak itu


Untuk itu Ken meminta sopir taksi mengantar belanjaan mereka. Sedangkan Alyssa tetap pulang bersama Ken.


Di sepanjang perjalanan, tidak ada pembicaraan diantara keduanya. Ken juga menambah laju motornya seolah-olah dia sedang terburu-buru. Sehingga dalam hitungan menit mereka sudah sampai di rumah.


"Kau masuk saja dulu. Aku akan menunggu taksi itu datang." seru Alyssa.


Ken seolah tidak peduli. Dia langsung masuk begitu saja ke dalam rumah tanpa menjawab Alyssa. Dia marah karena Alyssa hanya diam saja saat wanita itu mengira jika Alyssa adalah adiknya.


Apa susahnya mengatakan jika dia adalah istrinya? Apa dia malu? Begitulah yang saat ini dipikirkan Ken.


"Apa mau Alyssa sebenarnya? Apa begitu berat mengakui ku sebagai suaminya?" Ken berdiri di depan cermin. Dia mendekatkan wajahnya dan berkata, "Aku tampan. Bahkan lebih tampan dibandingkan kak Rain dan Kak Alvin. Lalu apa yang membuat Alyssa ragu?" gumamnya bermonolog


"Ah.. Sudahlah!! Aku akan menanyakannya nanti. Sekarang lebih baik aku mandi."


Sementara itu, Alyssa yang baru saja masuk, meletakkan barang belanjaannya di meja. Dia mulai menyusunnya di kulkas dan setelahnya dia menyiapkan makan malam untuknya dan Ken.


Saat dia tengah menumis bumbu, tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.


"Ken!!" pekik Alyssa terkejut


"Hm." Ken menyandarkan dagunya di bahu Alyssa. "Belum selesai ya?" tanyanya


"Be_belum. Sebentar lagi matang. Kau tunggu saja di meja makan." pinta Alyssa


"Tapi aku ingin begini sebentar." Ken mengeratkan pelukannya dan memejamkan matanya sejenak. Mengingat Alyssa yang diam saja saat orang lain menganggap Alyssa sebagai adiknya, membuat suasana hati Ken memanas.


"Ken!!" Alyssa mencoba melepaskan pelukan Ken. "Jangan seperti ini!! Aku masih memasak." seru Alyssa


"Baiklah!!" Ken mencium pipi Alyssa dan menunggunya di meja makan


Alyssa tertegun sejenak. Dia menyentuh pipinya dan menoleh menatap Ken yang duduk sambil menikmati jus buatannya.

__ADS_1


"Yang tadi itu... dia mencium ku?" batin Alyssa tidak percaya. Dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menepuk pelan kedua pipinya. "Tidak-tidak!! pasti aku sedang berkhayal." Alyssa menyelesaikan masakannya dan memindahkannya ke piring.


"Makanan sudah siap!!" Alyssa menyajikannya di meja makan. Dia mengambil piring Ken dan mengisinya dengan nasi, lauk dan juga sayur.


"Terimakasih." seru Ken


Alyssa hanya tersenyum dan mengambil makanan untuk dirinya sendiri.


"Kenapa kau diam saja saat wanita itu menganggap mu sebagai adikku?" tanya Ken memulai pembicaraan.


"A_apa maksudmu?"


"Kau tahu maksud ku, Lys. Apa kau malu mengakui ku sebagai suamimu? Apa penampilan ku yang terlihat urakan makanya kau tidak mengakui ku?" Ken memberondong Alyssa dengan pertanyaan. Dia ingin tahu alasan wanita itu.


"Bukan begitu Ken. Kau langsung menarik ku begitu saja sebelum aku sempat menjawabnya." seru Alyssa menyangkal


Klontang


Ken meletakkan sendoknya dengan keras. Dia menatap Alyssa dan kembali berkata, "Jadi ini salahku? Jelas-jelas aku melihatmu diam saja tadi. Makanya aku mengajakmu untuk pulang." seru Ken


"Astaga Ken, kenapa semacam itu jadi permasalahan sih? Aku hanya belum sempat menjawab saja tadi."


"BOHONG!!" teriak Ken. Dia mengusap wajahnya kasar dan meraih kunci motornya. "Aku tidak akan pulang. Jadi kau tidak perlu menungguku." ucap Ken yang langsung pergi tanpa menoleh sedikitpun pada Alyssa.


"Huh..!!" Alyssa menghela nafas panjang. "Sebenarnya dia kenapa? Tadi dia baik, bahkan sangat lembut padaku. Sekarang hanya karena aku diam saat ada orang yang mengira aku adiknya, dia semarah itu?"


"Dasar aneh." Alyssa membereskan meja makan dan mencuci piring kotor di kitchen sink.


"Kenapa aku diam saja? Hah... Seharusnya dia tahu alasannya. Tapi kenapa dia masih bertanya?" gerutu Alyssa


"Apa dia tidak tahu jika wanita itu menyukainya?"


"Dia bilang membenciku dan akan menceraikan ku. Jadi bukan salahku jika aku diam saja saat orang lain salah mengira status kami, kan?"


"Astaga, kenapa tiba-tiba air mataku keluar?" Alyssa mengusap kasar matanya dan kembali membersihkan meja makan. Tapi lama-lama terdengar isakan dari bibirnya. "Kenapa rasanya sakit sekali?" Alyssa memukul pelan dadanya. Dia mengambil nafas dalam dan menghembuskannya.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus segera tidur. Dan aku harap, saat aku bangun besok semua sudah kembali seperti semula."


__ADS_2