
Setelah mendapatkan tempat tinggal untuk teman-temannya, Ken dan Alyssa memutuskan untuk pulang. Alyssa dapat melihat perubahan di wajah Ken. Dia pasti sangat marah saat ini. Selain telah melukai teman-temannya dan membuat mereka kehilangan tempat tinggal, Ken pasti merasa bersalah. Karena Zean adalah musuh Ken sejak sebelum dia bergabung dengan geng motor milik Revan.
"Ken, kau baik-baik saja kan?" tanya Alyssa khawatir
"Aku tidak apa-apa." jawab Ken dingin. Dia pergi ke kamar meninggalkan Alyssa begitu saja.
Alyssa tidak marah dengan sikap Ken yang tiba-tiba berubah dingin padanya. Dia memakluminya, saat ini pasti Ken sangat marah. Tapi dia tidak bisa membiarkan Ken pergi untuk membalas Zean seorang diri. Itu sama saja mengantar nyawa. Setidaknya biarkan teman-temannya pulih lebih dulu. Baru setelahnya dia akan mendukung apapun yang akan Ken lakukan.
Sementara itu di kamar, Ken tidak henti-hentinya mengumpat dan mengutuk perbuatan Zean. Dia bersumpah akan membalas Zean dan anggotanya. Dia tidak perduli dia akan masuk penjara atau tidak. Tapi baginya zean sudah keterlaluan. Dan dia akan membalas Zean lebih dari apa yang sudah dia lakukan pada teman-temannya.
Tapi dia harus bersabar terlebih dahulu. Jika Zean sudah nekad menyerang geng motornya, otomatis Alyssa bisa terlibat. Dan dia tidak ingin hal itu terjadi. Dia harus mengamankan Alyssa terlebih dahulu.
Awalnya dia ingin Revan dan yang lain tinggal di rumahnya. Tapi jika dia melakukan hal itu, sama saja dia memberitahu tentang Alyssa pada Zean.
"Sial!! Kenapa semua ini bisa terjadi? Semua ini salahku. Jadi aku harus segera mengakhiri semuanya. Jangan sampai Alyssa terlibat dan dalam bahaya." seru Ken bermonolog
Tanpa Ken sadari jika Zean sudah mengetahui tentang Alyssa. Bahkan saat ini pria itu masih terbayang dengan wajah cantik Alyssa.
Ya, dia adalah orang yang tadi mengintai Revan dan yang lain. Dia sengaja melakukan penyerangan disaat Ken tidak ada di basecamp. Dia memilih waktu dimana Revan dan yang lain lengah. Dia juga membakar basecamp Revan untuk membuat Ken terpancing emosi dan mendatanginya. Tapi yang dia lihat, seorang wanita mencegah Ken dan dia bisa menebak jika wanita itu adalah Alyssa , orang yang di maksud Grace.
Dia tidak tahu ada hubungan apa antara Ken dengan wanita itu. Tapi dia bisa melihat jika wanita itu sangat berharga untuk Ken. Terlihat saat dengan mudah wanita itu menenangkan Ken yang mempunyai temperamen buruk.
"Alyssa!! Aku tidak menyangka kau mempunyai wanita cantik di sampingmu, Ken. pantas saja kau menolak Grace." seru Zean.
"Sial!!! Aku tidak bisa melupakannya." umpat Zean. Dia memejamkan matanya dan membayangkan Alyssa yang tersenyum padanya. Tapi Zean buru-buru membuka matanya. Dia merasa gila karena tidak bisa melupakan wajah cantik Alyssa. Sepertinya dia menyukai wanita itu.
"Alyssa, hanya membayangkan mu saja sudah membuatku bergairah. Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus mendapatkan wanita itu. Bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkannya." seringai Zean
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
DUA HARI KEMUDIAN
Ken dan Alyssa sudah kembali bekerja seperti biasanya. Tapi Ken masih mendiamkan Alyssa. Dia mencoba untuk mengerti mengapa Ken berubah. Tapi jika terus begini, Alyssa merasa terabaikan.
Apa yang sedang dipikirkan Ken? Alyssa sungguh ingin tahu. Dia ingin Ken terbuka padanya. Dan mereka mencari jalan keluar sama-sama. Tapi Ken memang begitu. Dia selalu memendam masalahnya sendiri sejak dulu. Seolah dia tidak percaya dengan orang sekitarnya. Atau dia tidak ingin dirinya terlibat? Entahlah. Yang dia tahu, Ken pasti mengkhawatirkannya saat ini.
"Hari ini kita akan meeting dengan perusahaan Glance Group. Kau tidak lupa, kan?" seru Alvin mengingatkan
"Ya, aku ingat. Aku sudah menyiapkan semuanya. Jadi kak Alvin tenang saja." seru Ken
Alvin hanya mengangguk pelan. Dia menatap Alyssa seolah bertanya ada apa? Tapi Alyssa hanya menaikkan kedua bahunya tidak tahu.
Lihat!! Bahkan Alvin menyadari perubahan Ken. Dia kembali ke kepribadiannya dulu yang dingin dan datar.
"Sudah waktunya. Ayo kita keruang rapat!!" Ken berjalan terlebih dahulu diikuti Alyssa dan Alvin yang berjalan dibelakang pria itu.
Alvin menyenggol lengan Alyssa dan berbisik, "ada apa sebenarnya? Kenapa dia kembali kebentuk semula?" tanya Alvin
Alvin mengangguk paham. Kurang lebih dia sudah tahu duduk perkaranya. Pasti didalam hati Ken saat ini ada niat untuk balas dendam pada orang yang sudah membakar basecamp gengnya.
"Memangnya siapa orang yang sudah membakar basecamp mereka?" tanya Alvin lagi
"Aku hanya mendengar yang menyerang dari geng motor King. Tapi aku sempat mendengar mereka menyebut nama Zean."
Deg
Alvin menghentikan langkahnya. Begitu juga Alyssa. Melihat Alvin yang terkejut membuatnya tahu jika Alvin juga mengetahui tentang Zean.
"Apa kau juga mengkhawatirkan keselamatanku?" tanya Alyssa tersenyum
__ADS_1
"Mau sampai kapan kalian diam di sana?" teriak Ken
Alyssa beralih menatap Ken dan menyusulnya. Sedangkan Alvin masih mematung ditempat.
Jika benar ini perbuatan Zean, itu artinya Alyssa dalam bahaya. Zean pasti sengaja melakukan hal itu untuk memancing Ken. Atau mungkin Zean mempunyai rencana lain?
"Sial!!" umpat Alvin dalam hati. Dia tidak bisa diam begitu saja. Dia harus berbicara dengan Ken setelah ini.
Alvin menyusul Ken dan Alyssa yang sudah duduk diruang rapat. Mereka menunggu kedatangan perwakilan dari Glance Group untuk membahas kerjasama mereka. Dan Alyssa sudah menyiapkan diri agar tidak cemburu atau terpengaruh dengan kedekatan Grace dan Ken.
Walau sebenarnya, apa yang Grace lakukan pada Ken beberapa waktu lalu membuat hatinya panas. Tapi kali ini dia tidak akan membiarkannya.
"Selamat pagi, maaf kami terlambat." Grace masuk bersama dengan asistennya. Penampilannya yang fashionable membuat Alyssa minder. Dia menatap penampilannya yang terlihat jauh di bandingkan dengan Grace.
"Tidak apa-apa nona Grace. Meeting kita akan dimulai 5 menit lagi." seru Alvin
"Oh syukurlah." Grace tersenyum menatap Ken tapi pria itu tidak memperdulikannya. Grace mendengus kesal dan beralih pada Alyssa. "Alyssa? Kau disini?" tanya Grace
"Iya, aku asisten Ken." Jawab Alyssa
"Oh.. Aku asisten Ken. Aku kira kau adiknya. Pantas saja kalian selalu bersama."
Ken mengepalkan tangannya erat. Dan Alyssa bisa melihat itu. Dia menggenggam tangan Ken di bawah meja mencoba menenangkannya. Mungkin dia harus mengatakan pada Grace jika sebenarnya dia adalah istri Ken, agar Grace berhenti menggoda Ken.
"Aku bukan adiknya. Tapi aku....
"Maaf aku terlambat."
Ucapan Alyssa terhenti saat tiba-tiba seorang pria masuk keruang rapat begitu saja. Begitu juga Ken dan Alvin yang menoleh kearah pintu dan mendapati seorang pria berdiri di sana.
__ADS_1
"Apa kabar Ken?"
Deg