
Setelah Raymond tenang, Bimo kembali ke ruangannya. Tapi di lorong, dia bertemu dengan Alvin. Dia membungkuk, memberi hormat pada Alvin.
"Bagaimana?" tanya Alvin
"Se-semua sesuai yang anda minta, tuan."
"Bagus." Alvin menepuk pelan bahu Bimo dan kembali berkata, "kau melakukan hal yang benar, Bim. Jadi jangan pernah menyesal. Dengan begini, hukuman untukmu juga berkurang."
"I-iya tuan. Terima kasih sudah memberi saya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan saya."
Alvin mengangguk dan melewati Bimo yang masih berdiri di sana.
"Aku beruntung." gumam Bimo
Beberapa waktu yang lalu, Alvin meminta Bimo untuk datang ke ruangan Ken. Di sana dia dicerca banyak pertanyaan yang membuatnya mengakui semua kesalahannya.
Dia juga memberitahu Ken mengenai keinginan Raymond yang ingin menguasai harta Rain. Untuk itu Raymond membuat skenario kecelakaan yang membuat Rain koma. Tapi Bimo mengaku jika dia tidak ikut andil dalam kecelakaan itu karena saat itu dia sibuk dengan proyek baru dengan perusahaan lain.
Dia hanya mengakui korupsi yang dia lakukan. Dia menceritakan jika dia diberi tawaran menggiurkan oleh Raymond. Tentu saja dia setuju karena dia sangat membutuhkan biaya untuk pengobatan adiknya saat itu.
Bimo berlutut didepan Ken dan memohon pengampunan. Dia meminta agar Ken tidak menjebloskannya ke penjara karena dia adalah tulang punggung keluarga. Dia berjanji akan mencicil uang yang sudah dia ambil.
Tapi Ken menegaskan kembali apakah Bimo tidak terlibat dalam kecelakaan Kakaknya? Dan Bimo berani bersumpah jika dia tidak tahu menahu. Tapi setelah kecelakaan itu terjadi, dia melihat Raymond memberikan sejumlah uang pada beberapa oknum kepolisian sebagai tanda terima kasih. Dan beberapa hari setelah itu, dia baru tahu jika Raymond menyuap oknum-oknum tersebut untuk tutup mulut dan memalsukan laporan hasil penyelidikan kecelakaan Rain.
Dari situ lengkap sudah informasi yang Ken dapatkan. Dan kini saatnya mereka menjalankan rencana untuk membalas Raymond.
Ken meminta Bimo untuk meneror Raymond menggunakan salinan laporan tersebut.
Ya, yang mengirim paket tengah malem ke apartemen Raymond adalah Bimo. Bimo juga sengaja mengatakan pada Raymond kemungkinan Ken yang menerornya untuk menambah ketakutan Raymond. Dan berhasil.
Dan berkas di meja Raymond juga ulah Bimo. Saat mereka akan ke ruangan Ken, Bimo meletakan salinan laporan hasil penyelidikan kecelakaan Rain di meja Raymond. Dan sesuai yang sudah diprediksikan, Raymond berteriak ketakutan dan memanggil dirinya. Dan saat Bimo mengambil berkas yang berserakan di lantai, tanpa sepengetahuan Raymond, Bimo menukarnya dengan berkas laporan penjualan.
__ADS_1
Rencana Ken perlahan berjalan lancar. Tujuannya adalah membuat Raymond hidup dalam ketakutan. Dan setelahnya, dia akan menyeret Raymond dan semua oknum yang terlibat ke penjara.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang berganti malam. Satu persatu karyawan sudah pulang karena jam bekerja mereka sudah berakhir. Tapi ada juga yang memilih lembur untuk mengurangi pekerjaan mereka esok. Begitu juga dengan Raymond.
Teror yang terjadi beberapa terakhir membuatnya mengabaikan pekerjaannya. Untuk itu dia memutuskan untuk lembur. Tapi dia tidak tahu jika sesuatu yang mengejutkan sudah menunggunya.
"Hah..kapan pekerjaanku akan selesai? Aku ingin cepat pulang dan beristirahat. Gara-gara ada yang meneror ku, aku jadi kurang tidur." Raymond menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya sejenak. Tapi tiba-tiba terdengar benda terjatuh yang membuatnya langsung membuka matanya.
"Apa itu?" Raymond berdiri dan melihat sebuah foto terjatuh. "Foto? Sejak kapan ada foto diruang ku?" Karena penasaran, Raymond mengambil foto tersebut dan melihat foto Rain yang tersenyum.
"Hua...." Raymond melempar foto tersebut. Tapi tiba-tiba angin tertiup dan lampu ruangannya berkedip-kedip.
"A-ada apa ini?" Raymond ketakutan dan berlari keluar tanpa memperhatikan jalan hingga dia menabrak meja dan terjatuh.
"Akh..." Raymond mencoba untuk berdiri tapi dia terdiam saat merasa seseorang berdiri dibelakangnya.
Raymond menelan ludahnya kasar dan perlahan menoleh kebelakang.
"Ka-kau.... ka-kau....."
"Paman!! Kenapa kau tega melakukan ini padaku, paman?"
"Ti-tidak mungkin !! Ka-kau sudah mati. Ti-tidak......" Raymon beringsut mundur ketakutan.
"Paman!! Ini aku, Rain. Kenapa kau tega membunuhku, paman???"
"Ti-tidak!! Jangan mendekat !! Jangan!!" Raymond terus berteriak ketakutan. Dia berusaha untuk bangun dan lari menjauhi sosok yang mengaku Rain. Tapi, lagi-lagi dia berhenti saat sosok itu berdiri tepat di depannya.
"Kau mau kemana, paman? Aku menunggumu. Ayo ikut denganku!!"
__ADS_1
"Ti-tidak!! Aku tidak mau!! Pergi!!!" teriak Raymond
"Kau harus ikut denganku, paman. Agar kau tahu penderitaanku. Kau harus dihukum karena perbuatanmu, paman."
"Tidak!!! Aku tidak mau!!!" Raymond lari hingga sampai di luar perusahaan dan menabrak satpam yang berjaga.
"AW...." pekiknya
"Anda tidak apa-apa Tuan?" tanya pak satpam
Raymond mengaduh memegang sikunya. Tapi saat dia mendongak, dia melihat Rain yang berdiri didepannya.
"Hah... Pergi!!! Pergi kau!!"
Satpam kebingungan dengan Raymond yang ketakutan dan memintanya untuk pergi. Dia mencoba menyadarkan Raymond, tapi pria itu justru berteriak histeris. Hingga beberapa saat kemudian, beberapa polisi datang.
"Dengan tuan Raymond?" tanya salah satu polisi itu
"I-iya pak, dia yang bernama tuan Raymond. Tapi saya tidak tahu kenapa dia seperti ini?" seru pak satpam
Polisi itu membantu Raymond berdiri dan mencoba mengajaknya berbicara. Tapi Raymond berteriak histeris dan memintanya pergi.
"Tuan, kami dari kepolisian. Kami mendapat informasi jika anda, pelaku yang sudah menyabotase mobil tuan Rain hingga kecelakaan."
Pak satpam terkejut mendengarnya. Begitu juga dengan Raymond. Tapi bukannya menyangkal, Raymond justru mengakuinya dan meminta polisi untuk menangkapnya.
"Iya pak. Aku pelakunya. Aku yang menyebabkan Rain kecelakaan. Tolong tangkap aku, pak. Aku tidak mau dia menghantuiku terus." Raymond berucap dengan ketakutan. Dia melihat kesana kemari dan menemukan Rain yang berdiri tidak jauh darinya. Dia ketakutan dan meminta perlindungan polisi.
"Baiklah kalau begitu. Anda bisa menjelaskannya nanti di kantor."
Raymond dibawa ke kantor polisi. Di sana, dia mengakui semua kesalahannya dan mengungkap oknum yang terlibat. Dan dengan sangat menyesal, polisi menangkap anggotanya sendiri yang sudah menerima suap dari Raymond. Dan mereka juga memburu Andreas.
__ADS_1
Ken, Alyssa dan Alvin yang menyaksikan pengakuan Raymond dan juga oknum-oknum yang terlibat, merasa sangat lega. Akhirnya semua terungkap. Dengan skenario yang mereka buat agar Raymond mengakui kejahatannya sendiri membuat mereka sangat puas. Dengan begini Raymond akan terus hidup dalam ketakutan dan penyesalan. Inilah balasan setimpal untuk Raymond yang serakah.
Satu masalah terselesaikan. Dan sekarang masalah mereka tinggal satu, yaitu Zean.