
"Mas, kamu mau kemana? hari ini kan hari libur?" tanya Resti dengan menatap Erga curiga karena tak biasa nya suaminya itu pergi saat hari libur.
"Aku ada janji sama teman sekolah aku dulu. Mau makan bareng. Kenapa kamu mau ikut?" tanya Erga sembari menyemprot minyak wangi di baju nya
"Aku sih pengen ikut kamu, tapi kasian sama Bella soal nya aku udah janji mau ajak dia ke supermarket hari ini."
"Ya udah kamu di rumah aja gak usah ikut. Lagi pula kalau kamu ikut aku bisa di ledekin sama temen-temen aku. Kamu kan gendut! Entar teman-teman aku ngetawain aku lagi gara-gara kamu." ucap Erga membuat Resti ingin menangis mendengar ucapan suaminya itu. Bagaimana tidak udah beberapa bulan ini Erga selalu mengatai nya gendut.
"Ya udah kamu hati-hati. Nanti pulang nya jangan terlalu malam." pesan Resti pada suaminya itu.
"Iya kamu juga hati-hati nanti bawa mobil nya. Aku titip Bella jangan sampai Bella kenapa-kenapa. Aku gak mau putri kesayangan aku kenapa-kenapa." pesan Erga lalu ia berangkat.
Resti Ariani wanita berusia 29 tahun bertumbuh gendut dan tidak bisa berdandan membuat Erga prasetya malu saat membawa istrinya itu pergi bersama nya. Bagaimana tidak Resti yang tidak suka berdandan, bahkan ia lebih suka memakai baju lama nya di banding baju yang di beli Erga untuk nya.
Sementara Erga prasetya lebih muda dari Resti umur nya 28 tahun. Erga laki-laki ganteng dan kaya. Banyak sekali wanita yang menyukai Erga. Namun Erga lebih memilih Resti sahabat sekaligus anak dari teman Mama nya.
Dulu Resti wanita cantik dan langsing. Walaupun ia tak berdandan Resti tetap cantik. Tapi setelah ia melahirkan wajah nya tak secantik dulu. Tubuh nya gendut, tidak suka berdandan. Dan itu lah membuat Erga malu membawanya pergi bersama dirinya.
...----------------...
Erga sudah tiba di restoran tempat dimana ia bertemu dengan teman-teman sekolah nya. Erga langsung menuju ke meja teman-teman nya.
"Hai semuanya." sapa Erga saat teman-teman nya lagi mengobrol
"Erga? makin ganteng aja teman kita satu ini!" ucap salah satu teman nya lalu memeluk Erga
''Benar itu bro! Erga mah dari SMA sudah ganteng." celetuk seseorang lagi
"Iya dong, Erga gitu lo." sambung salah satu nya lagi
"Erga istri lo mana kok gak di ajak sih?" tanya Deri
"Oh istri gue lagi nemenin anak gue, anak gue lagi minta di temenin ke supermarket." jawab Erga santai
"Istri lo sendiri mana kok gue gak lihat dari tadi?" tanya Erga balik pada Deri
"Istri gue lagi ke toilet, bentar lagi juga keluar." jawab Deri dan Erga mengangguk lalu duduk di samping Deri
__ADS_1
Beberapa menit kemudian istri dari Deri datang. Erga yang duduk di samping Deri terpana melihat istri dari teman nya itu. Bagaimana tidak memiliki tubuh yang langsing dan wajah cantik, kulit putih, tinggi dan hidung mancung. Membuat siapa pun terpana melihat nya.
"Ini istri lo Der?" tanya Erga tak percaya
"Ya iyalah istri gue, emang istri siapa lagi?" celetuk Deri membuat teman-teman nya yang lain tertawa.
"Istri lo cantik banget. Beruntung ya lo bisa dapat istri secantik ini." puji Erga pada istri Deri
"Siapa dulu Dong Deri. Gue kan ganteng, jadi siapa pun mau sama gue." jawab Deri bangga
Erga tak henti-henti nya menatap Istri dari Deri. Entah kenapa ia tak bisa lepas menatap wanita yang ada di depan nya itu.
"Cantik banget! kok bisa sih Deri dapat cewek secantik ini. Beda banget sama Resti udah gendut, terus gak bisa dandan lagi, membosankan." ucap Erga dalam hati
"Hai, kenal kan aku Sisca istri nya Deri." ucap nya memperkenalkan diri
"Erga." jawab Erga dengan menjabat tangan Sisca
"Cantik banget sih ni cewek." puji Erga dalam hati nya
Setelah berkenalan mereka mengobrol sambil menyantap makanan yang mereka pesan. Setelah puas kangen-kangenan mereka pun pulang.
Tiba nya di rumah Erga langsung menemui Bella yang berada di kamar nya.
''Bella sayang Papa pulang." ucap Erga dan Bella langsung memeluk Papa nya itu.
"Papa kemana aja aku kangen tau sama Papa.'' ucap sang anak pada Erga
"Maafin Papa ya, tadi Papa habis ketemu sama teman Papa dulu. Oh ya Papa punya sesuatu lo buat Bella." jelas Erga lalu memberikan boneka buat Bella
"Waaah makasih Papa, aku sayang sama Papa." ucap Bella dengan memeluk Erga
"Ya udah sekarang kamu tidur, Papa ke kamar dulu." pamit Erga dengan mencium pipi sang anak
Erga masuk ke kamar nya di sana Resti sudah menunggu nya. Resti menatap suaminya itu dari atas sampai bawah.
"Kamu kenapa lihat aku seperti itu?" tanya Erga bingung
__ADS_1
"Enggak apa-apa. Oh iya gimana tadi reunian nya?" jawab Resti lalu bertanya tentang Erga yang bertemu dengan teman-teman sekolah nya.
"Seru!" jawab Erga singkat lalu berlalu ke kamar mandi
Resti menatap dirinya di cermin, di lihat nya dari atas sampai bawah.
"Apa aku sudah tidak menarik lagi sampai-sampai Mas Erga mengabaikan ku." batin Resti saat menatap diri nya di cermin
Setelah Erga selesai mandi Resti berniat mengajak Erga untuk mengobrol. Ia sudah lama sekali tidak mengobrol berdua sama Erga. Ia akhir-akhir ini Erga sering berangkat keluar kota untuk urusan pekerjaan. Maka dari itu waktu nya berdua sama Erga terbatas.
"Mas, besok kamu ada waktu gak?" tanya Resti dengan nada hati-hati ia takut Erga marah pada nya.
"Aku besok banyak kerjaan. Emang nya ada apa?" tanya Erga sembari menyisir kan rambut nya.
"E.... aku kangen sama kamu, aku mau jalan berdua sama kamu." jawab Resti dengan wajah takut
"Tidak bisa! Kamu pergi sendiri saja. Lagi pula kalau aku jalan sama kamu, bisa-bisa aku di ketawain sama orang-orang. Aku gak mau, aku malu. karena kamu itu gendut!" jawab Erga dan berlalu pergi keluar
Resti tak bisa menahan air matanya perkataan Erga membuat hati nya sungguh sakit. Lagi dan lagi Erga mengatai nya gendut.
Setelah ia melahirkan Bella badan nya itu bertambah gendut. Bahkan setelah melahirkan Bella Erga tak pernah sekali menyentuh nya.
Setelah Erga keluar Resti memilih menemui Bella di kamar nya. Ia berniat akan tidur bersama Bella malam ini. Resti merebahkan tubuh nya di samping Bella. Namum saat Bella hendak memejamkan mata nya, tiba-tiba
saja Bella bangun membuat Resti ikut bangun.
"Bella, kenapa kok bangun?" tanya Resti pada sang anak
"Aku haus Ma, mau minum." jawab Bella
Resti mengambil air putih di atas nakas lalu memberikan nya pada Bella. Bella segera meneguk air putih nya sampai habis. Setelah itu Resti mengambil gelas nya dan meletakkan kembali di atas nakas.
"Ma, Mama kenapa tidur di kamar aku?" tanya Bella bingung karena Mama nya itu jarang tidur bersama nya kecuali lagi bertengkar sama Erga atau Bella lagi sakit.
"Enggak apa-apa Mama hanya ingin tidur sama Bella aja. Gak apa-apa kan Mama tidur sama Bella?" jawab Resti
"Iya Ma, gak apa-apa. Tapi kasian Papa tidur sendiri. Mama lagi bertengkar ya, sama Papa?" tanya Bella
__ADS_1
Resti terdiam ia tak tau harus jawab apa pada sang anak. Di tatap nya Bella yang masih menunggu jawaban nya. Ia tak mungkin mengatakan pada sang anak bahwa Papa nya sudah membuat Mama nya sedih.
"Mama gak bertengkar sama Papa. Udah sekarang Bella tidur besok kan Bella sekolah." jawab Resti dan Bella mengangguk mengerti