
Mata bulat perempuan berjilbab itu memgingatkan nya pada seseorang yang telah lama dicoba untuk dikuburnya. Tapi alis mata dan hidung mungil yang tak mancung itu makin membuat Alfa teringat pada sosok wanita yang telah sekian tahun dilupakannya.
"Kak Mel, masuk malem? Berarti ntar sore Mitha ke kost an kak Mel ya, ada mata kuliah yang Mitha ga faham". Mitha membuyarkan lamuyanan Alfa dengan suara cempreng nya.
"Ya kakak tunggu. Ke kost an nya setelah ashar ya".
Jawab perempuan yang dipanggil Mel itu ramah. Alfa hanya terdiam melihat interaksi antara ibunya, Mitha juga perempuan cantik itu.
'Mel? Ah...namanya aja beda. Berarti bukan dia', monolog Alfa.
Wanita cantik yang berusia kira-kira 24 tahun itu menerima bungkusan nasi uduk yang dipesan nya dengan senyum yang ramah. Dia tak menyadari bahwa kehadirannya telah menarik perhatian Alfa. Setelah menerima uang kembalian, dia segera berlalu dari warung nasi uduk Rainy berjalan dengan tergesa-gesa.
"Alfa berangkat ma".
Sekali lagi Alfa pamit lalu mencium tangan ibunya.
"Hati-hati", pesan Rainy singkat. Dia hanya mengantar kepergian Alfa dengan ekor matanya. Karena pelanggan yang sudah selesai sarapan mulai mengantri untuk membayar makanan mereka.
Matahari belum tepat berada diatas kepala, ketika adzan dhuhur menggema. Rainy segera beranjak dari kursi goyang kesayangannya. Langkahnya masih terlihat enggan menuju kamar mandi belakang untuk bersiap-siap melaksanakan sholat dhuhur. Rainy menghentikan langkah nya ketika melihat Ambar tengah menangis di meja makan.
"Kenapa mbak?"
Rainy mengurungkan niat nya ke kamar mandi dan memilih mendekati Ambar yang masih menangis.
"Apa kerjaan hari ini bikin kamu lelah? Atau ada sikap dan kata-kataku yang menyakitimu?"
Rainy memberondong Ambar dengan banyak pertanyaan.
Ambar hanya menggeleng, dan tiba-tiba tangis nya pecah. Di tubruknya Rainy, di bahu Rainy Ambar menumpahkan luka nya. Rainy hanya diam, membiarkan wanita muda itu menangis menumpahkan luka hatinya. Rainy mengusap lembut punggung Ambar, seolah ingin menyalurkan kekuatan dalam setiap usapannya.
__ADS_1
"Bu, Bang Toyib selingkuh sama penjaga warung makan langganannya", ucap Ambar lalu meraung dalam tangis nya. Beruntung warung sudah tutup jadi tak ada yang mendengar raungan Ambar yang cukup keras. Mitha yang sedang menonton tv pun sempat terkejut mendengar seseorang meraung dengan keras. Tapi karena tak ingin ikut campur urusan orang dewasa, Mitha pun mengabaikan tangisan Ambar dan memilih menonton film kartun favorit nya yaiti PORORO.
"Selingkuh bagaimana mbak? Apa Bang Toyib sudah ngaku kalo selingkuh?"
Tanya Ambar. Ambar menghapus air matanya dengan telapak tangannya. Lalu melap ingus nya dengan ujung kemeja nya.
"Tadi pas saya telfon, yang jawab perempuan. Ngaku nya istrinya Bang Toyib, katanya Bang Toyib masih tidur. Semalem begadang karena anaknya sakit. Pantes aja da beberapa hari ini gak pulang. Alasannya ngirim barang ke luar kota. Ternyata selingkuh bahkan udah punya anak dan istri. Awas saja nanti kalo pulang, saya potong burung nya pake gunting rumput biar habis sekalian. Wuuuaaaahhhh".
Reflek Rainy menutup telinga nya mendengar raungan Ambar yang tepat di telinga kirinya. Dia bergidik ngeri membayangkan ucapan Ambar yang akan memotong ******** suaminya. Ambar yang polos, sering kali kalo bicara memang tanpa di fikir dulu.
"Sudah mbak, itu kan belum pasti. Kita tidak tahu perempuan itu siapa. Bisa jadi hanya orang iseng yang sengaja mau ngerjain Mbak Ambar". Rainy mencoba menenangkan. Ambar masih betah menangis untuk menumpahkan perasaannya.
"Lebih baik kita sholat dulu aja agar lebih tenang", bujuk Rainy. Ambar melepas pelukannya dari Rainy.
"Ibu yakin itu hanya orang iseng?"
Ambar mencoba menyakinkan hatinya dengan pertanyaan yang dia lontarkan pada Rainy.
"Kita sholat dulu agar hati jadi lebih tenang", ajak Rainy yang dijawab anggukan oleh Ambar.
Lalu mereka berjalan beriringan menuju ke arah kamar mandi.
"Dek, ayo kita sholat dulu. Nonton kartunnya nanti dilanjutin", teriak Rainy pada Mitha. Mitha bangkit dengan malas, mematikan televisi nya lalu menyusul ibunya dan Ambar menuju ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu. Setelah itu mereka melaksanakan sholat Dhuhur berjama'ah di kamar Rainy. Karena ruko milik Rainy belum mempunyai ruangan untuk sholat.
Malam telah sempurna menggantikan sore. Jam di dinding pun telah menunjukkan angak 19.30 ketika Rainy dan kedua buah hatinya baru selesai makan malam. Mereka bertiga duduk santai di ruang tengah sambil menonton televisi. Mitha mendekap boneka pororo nya. Sementara Rainy terlihat asyik berselancar di dunia maya. Mencari resep menu-menu tambahan untuk warung nya agar tidak monoton. Di sampingnya Alfa juga tengah asyik dengan ponselnya mencari sesuatu yang sangat membuatnya penasaran pagi tadi.
"Ma, semalem mama mimpi apa sih? Nakutin banget pake nyekik leher segala", tanya Mitha sambil lalu, ketika.kartun kegemaranbya terpotong iklan. Rainy menatap Mitha jengah, mengisyaratkan bahwa dia tak ingin membahas soal mimpinya. Tapi yang ditatap tak faham pada isyarat yang dipancarkan Rainy.
"Idih...si mama. Di tanyain malah bengong", protes Mitha dengan nada jengkel.
__ADS_1
"Kenapa dek...kok ribut aja?", Alfa ikut menimpali.
"Adek cuman nanya ke mama, semalem mama mimpi apa? Kok sèrem banget, pake ñyekik leher segala", jawab Mitha lempeng.
Rainy menghela nafas, ketika mendapat tatapan intimidasi dari Alfa.
"Mama mimpi di kejar penjahat kak. Biasalah namanya juga mimpi kan kadang juga ga sadar dengan apa yang kita lakukan", jawab Rainy asal. Karena dia sangat enggan menceritakan mimpi nya pada anak-anaknya. Karena dia tidak mau anaknya teringat lagi luka 5 tahun yang lalu.
"Oh gitu", respon Alfa singkat. " Dek, tadi kamu jadi main ke rumah mbak-mbak berjilbab tadi? Emang dia siapa?" Alfa beralih tanya pada Mitha.
"Mbak-mbak berjilbab yang mana?".
Mitha tampak bingung
"Yang tadi pagi beli sarapan di warung mama".
"Kakak gak jelas banget. Yang beli sarapan di warung mama kan banyak", ada nada jengkel di jawaban Mitha. Lalu kembali dia fokus pada alur cerita film kartun favorit nya.
"Itu lho yang tadi pagi katanya kamu mau main ke rumah nya".
"Oh Kak Amel? Ya jadi lah, kan adek ke rumah nya karena pengin belajar".
"Dia kakak tingkatmu dek?"
"Kakak nih kepo amat. Jangan bilang kalo kakak suka ma dia ya. Dia mah ratu nya kutub kak".
lalu pecahlah tawa Mitha. Dengan gemas Alfa menjitak kepala adikny.
"Aaawww sakit kak", rengek Mitha manja. "Mama kakak tuh kelewatan. Masak Mitha di jitakin mulu, kan sakit".
__ADS_1
Rainy hanya menggelengkan kepalanya melihat interaksi kedua buah hatinya. Yang selalu berantem jika bertemu, tapi akan saling melow jika berjauhan.