Kenapa Harus Selingkuh?

Kenapa Harus Selingkuh?
EPISODE.38


__ADS_3

Sepanjang jalan menuju kantin Sriyanto masih cengengesan menggerutui atasaannya. 'Tapi meski kena azab, Pak Hary termasuk orang yang beruntung. Karena kecelakaan parah itu ga bikin beliau meninggal di tempat. Punya ajian apa yah tuh orang. Ampuh banget, nasib nya mujur terus. Nurut logika sih harus nya meninggal di tempat. Atau minimal cacat permanen. Tapi kok ini enggak, malah makin garang. Bener-bener orang yang aneh bin ajaib', monolog Sriyanto tiada henti.


"Pak Sri...", salah seorang memanggil namanya. Sriyanto mencari sumber suara. Di sana di temukan tem an-teman driver nya sedang istirahat di kantin sambil merokok. Sriyanto mendekat dan melupakan tujuan utamanya ke kantin.


"Lagi pada nyante nih?", sapa Sriyanto.


"Biasa, baru kelar makan. Pal Sri udah makan belum?", tanya salah seorang driver yang berbadan kurus.


"Belum, ni juga baru mau makan. Apa menu nya?" Jawab Sriyanto yang diikuti dengan pertanyaan.


"Pecel, tempe goreng dan telor rebus", jawab salah seorang di antara mereka.


"Wah kayaknya enak itu. Pasti pedes...bisa menggugah selera itu", ujar Sriyanto. "Aku mau ambil makan dulu, tunggu sini ya". Bergegas Sriyanto menuju loket kantin, tak perlu menunggu terlalu lama petugas kantin pun segera menyodorkan kotak makan terbuka yang berupa nampan dengan beberapa sekat itu kepada Sriyanto.


"Makasih bu", ucap Sriyanto sebelum meninggalkan loket kantin.


Dengan nampan yang telah lengkap berisi menu makan, Sriyanto mendekati teman-teman nya. Bergabung bersama mereka. Makan sembari bercerita kejadian-kejadian menyenangkan mereka. Atau tentang anak-anak yang sekarang makin hari makin tak terpisahkan dari ponsel. Anak bayi pun makan sambil nonton kartun di you tube. Sriyanto pun larut dalam obrolan teman-teman nya dan melupakan tujuan utamanya ke kantin.


"Sorry ya, aku duluan. Bos ku minta antar ke bank", pamit salah satu teman driver nya.


"Aku juga harus anterin bos meeting".


Lalu satu per satu mereka pada pamit untuk melakukan tugas mereka. Terisisa Sriyanto dan driver berbadan kurus.


"Kamu ga ada perintah dari Pak Hary?".


"Gak ada. Tadi Pak Hary hanya menyuruhku mengambilkan makan siang nya", jawab Sriyanto santai. Sementara temen driver nya melotot sembari melihat jam dinding di kantin.


"Kamu bilang apa Pak Sri?" Tanya driver berdana kurus itu.


"Pak Hary hanya menyuruhku mengambilkan makan siang beliau aja", masih sambil menikmati hisapan rokoknya Sriyanto menjawab.


"Ya terus?" Pancing driver berbadan kurus itu.


"Ya udah, cuman ambilin makan siang aja. Emang kenapa?"


Sriyanto balik bertanya.

__ADS_1


"Kamu sudah ambilin Pak Hary makan siang nya?"


"Belum, aku kan baru kelar makan. Kenapa sih, kok ribet amat?"


"Sekarang sudah jam 13.30, waktu istirahat sudah selesai 30 menit yang lalu. Tapi kamu belum ambilin Pak Hary makan siang nya?"


"Iya", jawab Sriyanto santai. "Astagfirullah...mampus aku..".


Lalu Sriyanto membanting rokok nya yang baru di sulut. Bergegas dia menuju loket kantin.


"Ibu...ibu...", Sriyanto setengah berteriak memanggil petugas kantin.


"Ya pak", wanita paruh baya menjawab dari balik kaca pembatas.


"Makan siang Pak Hary sudah siap? Saya di suruh mengambil makan siang beliau". Ada nada ketakutan yang tersirat dalam nada bicara Sriyanto.


"Belum, sebentar saya siap kan".


Lalu petugas kantin itu masuk ke salah satu ruangan. Sriyanto panik gak karuan. Terbayang di matanya, pasti Pak Hary akan marah lagi. Dan akan menambah hukuman untuknya. Secara Pak Hary kan paling hobby memberi hukuman tak masuk akal dan merepotkan. Sriyanto berdiri di depan kaca pembatas itu dengan keadaan gelisah. Beruntung tadi salah satu driver nya mengingatkan akan tujuan utama Sriyanto datang ke kantin. Sriyanto mengutuk ke-teledor- an nya. Sering kali ke teledor an nya membawa Sriyanto dalam masalah.


"Makanya jangan banyak makan brutu, jadi pikun kan kamu", si driver kurus menepuk bahu nya ketika lelaki itu melewati Sriyanto hendak menuju ke parkiran mobil.


"Sebentar lagi", jawab bu kantin singkat. Tanpa memikirkan kekwatiran yang tengah di alami Sriyanto. Yang Sriyanto tahu, dia harus mempersiapkan hati nya mulai sekarang. Agar ketika nanti di marahi oleh atasannya dia sudah siap. Atau bahkan akan di tambahin hukuman yang tak masuk akal pun dia harus siap.


Untuk menghilangkan kegelisahannya Sriyanto mencoba bersenandung. Tembang lawas milik penyanyi cantik yang anggun pada masa nya.


🎼🎡🎡


Tak sengaja, lewat depan rumah mu


Ku melihat ada tenda biru


Dihiasi indah nya janur kuning


Hati bertanya penikahan siapa...


🎡🎡

__ADS_1


"Ini pak makan siang untuk Pak Hary".


Senandung Sriyanto terputus saat ibu kantin menyodorkan rangsum makan kepada nya.


"Makasih bu".


Setelah mengucapkan ucapan terimakasih, setengah berlari Sriyanto membawa nampan berisi makan siang Hary ke ruangan atasan nya itu di lantai atas. Setelah sampai di depan pintu ruangan Hary, Sriyanto mengambil nafa panjang. Lalu mencoba mengetuk pintu nya. Hening, tak ada jawaban. Sekali lagi di ketuk nya pintu itu, selang beberapa saat Sriyanto mendengar suara Hary yang menyuruh nya masuk. Di putar nya handle pintu itu perlahan. Setelah pintu terbuka, Sriyanto melihat Hary tengah sibuk di depan komputer nya. Sriyanto melangkah mendekati Hary masih dengan hati yang deg deg an tak karuan.


"Taruh di meja sofa", perintah Hary tanpa melihat ke arah Sriyanto. Sriyanto menjalankan apa yang di perintah kan Hary.


"Kenapa kamu lama sekali. Apa yang kamu lakukan?" Tanya Hary masih tanpa mengalihkan fokus nya pada layar komputer nya.


"Tidak ada pak. Saya hanya di kantin".


"Ya, apa yang kamu lakukan di kantin sehingga makan siang saya terlambat 1 jam lebih", kejar Hary dalam tanya.


"Hanya istirahat makan dan ngobrol dengan driver yang lain pak", jawab Sriyanto di luar kesadarannya.


"Selama 1 jam lebih kamu ngobrol dan makan?"


"Sambil ngerokok pak", ralat Sriyanto di luar kesadarannya


"Bagus sekali ya. Kamu sudah kenyang sekarang?"


Hary manahan geram.


"Kalo kenyang sudah pak, tapi tadi saya belum sempat menghabiskan rokok saya", jawab Sriyanto apa adanya.


"Apa kamu bilang?"


"Rokok saya tadi belum habis, tapi buru-buru saya buang pak", jawaban Sriyanto mendidihkan kejengkelan di hati Hary.


"Kenapa tidak kamu habiskan?"


"Karena saya baru ingat kalo tujuan saya ke kantin itu mengambilkan makan siang anda pak". Sriyanto menjawab pertanyaan-pertanyaan Hary tanpa dia sadari bahwa apa yang dikatakan nya itu semakin membuat mendidih kemarahan Hary.


"Jadi kamu melalaikan tujuan utama mu?"sentak Hary.

__ADS_1


"Iya pak, tapi saya bener-bener lupa" , nada suara Sriyanto masih terdengar santai dan tak merasa bersalah. Sebelum akhir nya dia menyadari sesuatu. Segera di bekap nya mulut nya dengan kedua tangan nya.


__ADS_2