
Resti dengan hati-hati membawa mobil nya. Karena banyak sekali mobil dan motor yang lalu lalang di depan kiri, kanan dan belakang mereka. Sementara Bella hanya duduk menatap jalanan.
Resti melirik ke arah Bella, wajah Bella sama seperti tadi ia terlihat sedih. Dan juga tak ada ocehan dari mulut nya seperti hari-hari kemarin. Karena penasaran Resti menanyakan kepada Bella kenapa ia sedih.
"Bella kamu kok diam aja dari tadi kenapa?" tanya Resti
"E.... tadi di sekolah teman-teman mengejek Bella kata nya Mama itu gendut." jawab Bella dengan wajah sedih.
Resti memberhentikan mobil nya ia lalu memeluk Bella dengan erat. Ia juga sedih mendengar teman-teman sekolah Bella mengejek Bella dengan mengatai diri nya gendut. Ia tak habis pikir kenapa orang-orang selalu mengatai diri nya gendut. Apa salahnya sih orang gendut? Mereka juga manusia, mereka juga punya hati tapi kenapa mereka seenaknya mengatai orang gendut.
Bella melepaskan pelukan nya di tatap nya wajah Bella yang masih sedih itu.
"Bella sayang, kamu harus ingat pesan Mama apa pun yang orang kata kan pada kamu tentang Mama. Kamu jangan sedih, biarkan aja orang mau mengatakan apa tentang Mama. Dan juga jangan kamu masukin ke hati omongan dari orang itu." pesan Resti dan Bella mengangguk mengerti.
...----------------...
Erga lagi makan siang di sebuah restoran yang tak jauh dari perusahaan nya. Hari ini ia makan siang sendiri karena Doni asistennya lagi sakit dan gak masuk kerja.
Erga memakan makanan yang ia pesan. Dengan lahap ia memakan makanan itu Hingga habis tak bersisa.
Setelah selesai makan ia membayar nya dan balik ke kantor nya. Namun saat ia keluar dari restoran ia berpapasan dengan Sisca sekretaris baru nya sekaligus istri dari sahabat nya.
"Pak Erga? sama siapa sendirian aja?" tanya Sisca
__ADS_1
"Iya, kamu juga sendiri aja? Deri suami kamu mana?" tanya Erga balik
"Oh Mas Dery tadi baru aja balik ke kantor nya. Tadi dia cuma mengantar saya ke sini." jawab Sisca dengan ramah
"Oh gitu, mau aku temani makan siang nya?" tawar Erga
"Kalau tidak merepotkan Bapak, saya mau di temani Bapak makan siang." jawab Sisca dengan tersenyum menatap Erga
"Tidak! kebetulan saya lagi tidak ada kerjaan." jawab Erga bohong padahal kerjaan nya di kantor menumpuk.
Mereka pun masuk ke dalam dan duduk di pojokan yang tidak terlalu banyak orang. Sisca memesan makanan dan minuman sementara Erga hanya duduk menemani Sisca makan dan ngobrol karena tadi ia sudah makan.
"Oh iya aku boleh lihat istri kamu? Soal nya aku penasaran banget sama wajah istri kamu, kata Mas Deri istri kamu gendut ya?" tanya Sisca
"Pak Erga kenapa lihat saya seperti itu?" tanya Sisca bingung
"Enggak saya bingung aja. Kamu seorang istri tapi kamu pandai merawat badan kamu sementara istri saya di rumah kerja nya hanya makan saja. Ia tidak pandai merawat diri nya apalagi berdandan seperti kamu." jawab Erga
Sisca memegang tangan tangan Erga di usap nya lembut tangan bos nya itu. "Bapak yang sabar ya, kalau Bapak butuh saya buat bantu istri Bapak kurus lagi saya mau kok." tawar Sisca dengan senyum mengembang menatap Erga
Erga membalas mengelus tangan Sisca hati nya bergetar saat Sisca memegang tangan nya. Ia seperti terhipnotis dengan kecantikan dari Sisca.
"Tidak usah saya gak mau merepotkan kamu. Soal istri saya yang gendut biarkan saja, saya juga udah bosan sama dia.'' ucap Erga dengan tangan nya masih memegang tangan Sisca.
__ADS_1
"Bosan? saya tau kenapa Bapak bosan dengan istri Bapak pasti karena dia sudah tidak menarik lagi kan?" tebak Sisca
"Iya! kamu sendiri gimana hubungan nya sama Deri? apa kalian sudah memiliki anak?" tanya Erga balik
"Belum! sampai saat ini saya belum juga hamil. Semua usaha sudah saya lakukan, tapi semua nya gagal. Dan soal Deri sebenarnya saya juga bosan sama dia. Deri dulu sering menghabiskan waktunya bersama saya tapi sekarang setelah ia naik jabatan dan menjadi seorang manager dia lebih banyak bekerja di banding bersama saya. Kadang saya merasa kesepian di rumah anak tidak ada, suami kerja. Maka dari itu saya memilih menjadi sekretaris Bapak biar saya ada kerjaan." jawab Sisca panjang lebar
Sisca bukan tidak bisa memiliki anak hanya saja dia belum di beri kepercayaan sama Allah. Beda dengan Resti, yang baru tiga bulan nikah langsung di beri keturunan. Namun sayangnya saat ia sudah melahirkan tubuh nya menjadi tambah gendut. Dan itu membuat Erga bosan kepada nya.
"Kalau kamu kesepian kamu bisa kok hubungi saya, saya bisa temenin kamu. Kayak seperti ini temani kamu makan, jalan-jalan dan ngobrol." tawar Erga
Sisca tersenyum rencana nya berhasil untuk mendapatkan Erga. Jadi setelah ia menguasai Erga, ia dengan mudah mengambil hak Papa nya yang di ambil oleh Papa nya Erga. Ia dulu mereka berteman Saat itu mereka sama-sama membutuhkan uang, dan ada salah satu teman mereka meminjamkan uang kepada mereka. Namun hanya Papa nya Erga yang menerima uang tersebut. Papa nya Sisca tidak mendapatkan sepeser pun. Dan ternyata usut punya usut Papa nya Erga yang mengambil uang dari Papa nya Sisca. dan sampai sekarang tidak ia kembali kan uang tersebut. Dan itu membuat Papa nya Sisca kecewa hingga ia menyuruh Sisca untuk membalas kan dendam nya. Dengan cara menjadi sekretaris nya Erga.
"Bapak serius dengan ucapan Bapak? atau jangan-jangan Bapak hanya mempermainkan saya saja. Saya paling gak suka sama orang yang hanya bisa mempermainkan wanita." ucap Sisca
"Saya serius dengan ucapan saya. Emang kalau saya suka sama kamu, emang kamu mau jadi selingkuhan saya?" tanya Erga
Sisca memikirkan ucapan dari bos nya itu. Jika ia menerima Erga, dengan mudah ia menghancurkan Erga. Jadi dendam dari Papa nya bisa terbalas kan.
Setelah mengobrol cukup lama Sisca menyetujui menjadi selingkuhan bos nya itu. Walaupun sebenarnya ia tak mencintai Erga. Ia hanya ingin membalas dendam kepada Erga dan keluarga nya karena telah mengambil hak dari Papa nya.
"Bagus! Erga sudah masuk perangkap ku. Aku akan buat ia berlutut kepada ku dan mengabaikan istri nya yang gendut itu." batin Sisca
Setelah selesai makan Erga mengantar Sisca pulang. Erga menggandeng tangan Sisca sampai ke parkiran mobil. Ia sangat senang bisa mendapatkan Sisca. Bahkan saat ia bersama Sisca, telepon dari istri nya di abaikan. Erga sudah terhipnotis dengan kecantikan Sisca ia bahkan melupakan istri nya di rumah yang setia menunggu nya pulang.
__ADS_1