
"Sama saja, sudahlah aku malas berdebat denganmu. Aku datang hanya ingin mengingatkan kamu dan anak-anakmu, jangan pernah ikut campur urusan keluargaku. Aku bahagia dengan istri dan anak-anakku yang sekarang".
"Aku tidak pernah ingin campur urusanmu dan keluargamu. Memang apa yang sudah dilakukan Alfa sampai bikin kamu meradang seperti ini?"
Suara Rainy sedikit meninggi.
"Kamu ga perlu pura-pura ga tahu. Aku yakin, kamu dibalik semua ini".
"Hai, lancang sekali ucapanmu mas. Aku tidak serendah itu nyuruh anak-anakku nemuin kamu dengan alasan yang gak jelas".
Rainy mentap tajam netra sipit Hary. Hary tak mau kalah dia pun balas menatap tajam pada mantan istrinya itu.
"Aku tau, kamu masih mencintai ku. Dan kamu terobsesi untuk kembali padaku...".
Rainy tertawa geli mendengar ucapan Hary. Sungguh di luar akal normal bagi Rainy.
"Kamu waras ngomong kayak gitu? Ato kamu tadi salah minum obat?"
Hary mentapa mantan istrinya yang saat ini terlihat sangat berbeda. Wajah yang terlihat masih terawat seperti dulu ketika mereka masih bersama. Tubuhnya yang masih tetap padat berisi karena dari dulu Rainy selalu menjaga berat badan nya agar pròporsional. Jangan lupakan rambut kuerly nya yang sebahu. Yang selalu melambai sempurna setiap kali dia berjalan.
"Jaga bicaramu dek. Aku sudah tidak mencintaimu lagi. Jadi apapun yang kamu rencanakan bersama anak-anakmu tidak akan pernah membuatku berpaling ke kamu lagi".
Ada ketegasan dalam ucapan Hary, membuat Rainy makin tertawa lepas.
"Sadar mas, kamu itu ngomong ato ngigau sih? Emang nurut kamu, kami punya rencana apa?"
"Kamu ingin rumah tanggaku hancur kan dek?"
Plak...
Sebuah tamaparan tepat Rainy daratkan di pipi Hary. Serasa hati ny mendidi mendapat tuduhan yang tidak masuk akal itu.
__ADS_1
"Aku bukan wanita seperti istrimu. Aku punya harga diri meski pendidikanku tidak setinggi istrimu. Dan ingat, aku dan anak-anak ga punya urusan apapun dengan kamu dan istrimu. Buatku kamu adalah masa lalu yang ingin aku tenggelamkan ke dasar bumi. Setitikpun gak pernah punya nita pengin balik sama kamu. Asal kamu tau mas, aku tidak sehina istrimu yang rela membuka bajunya demi recehan. Dan gak peduli dengan status lelaki yang digodanya".
Geram Rainy seraya meremas ujung baju nya sendiri. Ada luka yang berdarah di hatinya mendengar ucapan Hary.
"Kalo memang kamu gak ada maksud ingin merusak rumah tanggaku, kenapa kamu suruh Alfa memata-matai ku?"
"Aku gak pernah nyuruh anak-anakku serendah itu".
"Kamu boleh berkelit, tapi Alfa telah melakukannya".
Hary tak mau kalah.
"Kenapa kamu ga nanya langsung padanya? Kamu pernah jadi ayahnya, jadi kamu pasti masih ingat watak Alfa".
Jawaban Rainy harusnya cukup menyinggung Hary untuk secepatnya berfikir. Tapi lelaki tambun itu seperti enggan berfikir sehat.
"Aku sudah menanyakannya. Tapi jawabannya sangat tidak masuk akal".
"Memang apa yang dikatakan Alfa?"
"Setiap kali dia menemuiku, dia selalu bilang kalo aku bodoh telah meninggalkanmu dan aku lebih memilih istriku".
Rainy cukup terkejut dengan ucapan Hary. Ah tak mungkin Alfa melakukan hal konyol itu. Apa untungnya buat Alfa ikut campur urusan keluarga ayahny.
"Kamu memang bodoh. Alfa bicara seperti itu pasti ada alasannya..."
"Ya dan alasan Alfa sangat tidak masuk akal", tekan Hary.
"Pantas Alfa bilang kalo kamu bodoh...", sindir Rainy.
"Apa maksudmu?"
__ADS_1
"Kamu bilang alasan Alfa tidak masuk akal. Lalu kenapa kamu ke sini marah-marah dan meminta kami tidak mencampuri urusan keluarga mu? Kalo kamu anggap.alasan Alfa tidak masuk akal, harusnya kamu gak usah dengerin ucapan anakmu. Dan kita juga tidak perlu berantem sesuatu yang konyol, yang gak masuk akal".
Sarkas Rainy jengkel. Kedatangan Hary dan tuduhan Hary benar-benar membuat nya tak habis pikir.
"Aku ke sini hanya ingin ngingetin kamu dan anak-anak agar tidak ikut campur urusan rumah tanggaku"
"Hai dari tadi kamu ngomong muter-muter ga karuan. Sebenarnya ada apa? Apa yang Alfa katakan padamu sampai bikin kamu meradang gak karuan gini?!" Sentak Rainy jengah.
"Alfa menuduh Emily selingkuh...".
Sonta kata kata Hary membuat Rainy tertawa. Serasa mendapat joke yang sangat menggelikan, hingga dia tak mampu menahan tawa nya. Hary merasa geram mendapati perlakuan Rainy.
"Diam kamu dek, jangan ketawa. Kamu pikir ini lucu?"
Sentak Hary marah.
"Iya ini lucu dan konyol. Kalo kamu bukan lelaki bodoh pasti kamu gak bakal ke sini marah marah seperti ini. Nuduh aku dan anak anak yang engak enggak. Kalo kamu bukan lelaki bodoh, harusnya kamu gak perlu percaya ucapan Alfa atau terganggu degan ucapannya. Cukup percaya pada istri tercinta mu. Tapi kalo kamu terganggu dengan ucapan Alfa artinya kamu memang lelaki bodoh yang mulai tak percaya pada istrimu sendiri", ujar Rainy panjang lebar yang memancing emosi Hary.
"Ngomong sama kamu sama aja dengan ngomong sama kodok yang ga pernah nyambung".
Lalu lelaki itu segera berlalu meninggalkan Rainy.
"Makanya jadi suami jangan bodoh. Kalo kamu pinter, awasi istri mu. Belajar dari masa lalu, dia aja mau kamu ajak selingkuh padahal masing masing kalian sudah pada punya keluarga. Apa kamu bakal bisa menjamin kalo dia gak bakal ngulangin hobby selingkuh nya?"
Ledek Rainy mengiringi kepergian Hary dengan setengah berteriak. Berharap mantan suami nya itu lebih bisa berfikir jernih.
Hary tak menanggapi ucapan Rainy. Dia memilih melajukan mobil mewah nya membelah jalanan yang mulai sepi karena jam istirahat kantor hampir berakhir.
Flash back off
Jam di dinding kantor Hary sudah menunjukkan pukul 20.30, namun dia masih enggan meninggalkan ruangannya. Ñetra nya masih asyik menatap layar komputer di meja. Sementara di luar ruangannya tampak anak buah nya tengah sibuk menyiapkan dokument keberangkatan Mr Anderson yang tiga hari ke depan harus kembali ke Inggris. Karena kantor pusat nya tengah ada sedikit masalah. Hary mencoba merenungi ucapan Rainy siang tadi. Kenapa juga dia harus percaya pada Alfa anak sulung nya dari Rainy. Emily tak mungkin selingkuh. Hary sudah banyak berkorban untuk Emily. Tak mungkin Emily membalas pengorbanannya dengan sebuah perselingkuhan. Semenjak mereka menikah, Hary melarang nya bekerja dan memilih membuka kan salon perawatan untuk Emily. Karena keahlian Emily dalam merias dan perawatan badan. Akhir akhir ini salannya sangat ramai, sehingga Emily sering pulang telat. Kadang juga harus keluar kota untuk membeli perlengkapan salon. Dan seingat Hary, ke mana pun Emily pergi, perempuan itu selalu pamit dan memberi tahukan posisinya. Jadi tidak mungkin dia selingkuh. Saat ini Emily istri yang setia menurut Hary
__ADS_1