
Setelah Erga pergi bersama Bella, Resti pergi menemui selingkuhan dari suaminya. Ia ingin berbicara empat mata pada wanita selingkuhan suami nya itu. Dengan menyetir mobil nya Resti menuju rumah yang pernah ia lihat saat ia mengikuti suaminya itu kemarin. Dan Resti yakin rumah itu adalah rumah wanita tersebut.
Beberapa puluh menit kemudian ia sampai di rumah tersebut. Rumah tersebut terlihat sepi seperti tak ada orang yang tinggal di sana. Namun tak berapa lama kemudian keluar lah seorang wanita yang ia lihat saat bersama suaminya kemarin.
Resti turun dari mobil dan menghampiri wanita tersebut. Tanpa basa basi ia langsung menampar wanita tersebut. Untung saat ia menampar wanita tersebut tidak ada orang hanya ada mereka berdua.
"Apa-apaan kamu kenapa tiba-tiba kamu menampar saya?" tanya Sisca emosi
"Gak usah pura-pura deh kamu. Dasar pelakor! Wanita murahan kamu cuma nya bisa merebut suami orang aja." umpat Resti
Sisca mengepal tangan nya dia geram dengan ucapan Resti.
"Aku bukan pelakor ya, suami kamu aja tu yang dekatin aku. Kalau kamu mau marah jangan marah sama aku tapi marahin suami kamu. Mana ada sih wanita yang nolak sama orang ganteng kayak Erga. Kamu aja yang bodoh gak bisa jaga suami. Oh aku tau kenapa suami kamu berpaling sama aku, karena kamu itu gendut." balas Sisca membuat Resti ingin menampar nya lagi namun di urungkan nya.
"Jaga ya ucapan kamu. Aku memang gendut tapi aku bukan pelakor kayak kamu." jawab Resti kemudian ia masuk ke mobil dan pergi
"Kamu lihat saja apa yang akan di lakukan Mas Erga jika tau kamu menampar aku." ucap Sisca dengan senyum licik nya.
...----------------...
Resti lagi duduk di ruang TV menonton film kesukaannya. Namun tiba-tiba saja Erga menarik tangan nya paksa dan membawa nya ke kamar.
"Mas.... sakit lepasin tangan aku." ucap Resti dengan menahan sakit di tangan nya karena Erga mencengkram tangan nya dengan kuat.
"Ini gak sebanding dengan apa yang telah kamu lakukan sama Sisca." jawab Erga setelah sampai di kamar ia mendorong tubuh Resti ke atas ranjang.
"Mas....kamu itu apa-apaan sih sampai segitu nya marah sama aku. Dia pantas mendapat kan itu karena dia telah merebut kamu dari aku." jawab Resti emosi
__ADS_1
"Aku peringatkan sekali lagi sama kamu, kalau kamu sampai ngelakuin itu sama Sisca aku gak bakalan maafin kamu." jelas Erga dengan tatapan tajam membuat Resti takut di buat nya karena ia tak pernah melihat suami nya marah seperti itu.
"Tega kamu Mas, cuma gara-gara aku menampar pelakor itu kamu tega marah seperti ini sama aku." ucap Resti dengan air mata membasahi pipi nya.
"Cukup! aku udah muak dengan semua omongan kamu. Sekali lagi kamu bilang Sisca itu pelakor. Aku gak segan-segan untuk menceraikan kamu." ucap Erga dan dia kembali mendorong tubuh gempal Resti ke atas ranjang. Setelah itu pergi tanpa memperdulikan Resti yang menangis karena ucapan nya.
"Mas...
"Ya Allah aku harus bagaimana? apa yang harus aku lakukan?" lirih Resti dengan air mata yang membasahi pipi nya.
Resti duduk lemas di tepi ranjang kamar nya. Ia memikirkan nasib pernikahan nya, bagaimana jika Erga benar-benar menceraikan nya dan bagaimana nasib nya nanti dan juga Bella.
...----------------...
Setelah Erga memarahi Resti ia pergi ke rumah Sisca untuk menemui nya. Karena kebetulan Deri suaminya belum balik dari luar kota.
"Hai sayang makasih ya sudah mau bela aku." ucap Sisca dengan tangan nya bergelayut di tangan Erga
"Iya sama-sama. Aku haus ni mau minum bikinin aku minum dong." pinta Erga pada Sisca
"Ya udah kamu tunggu sini ya aku ke dapur dulu buat kan minuman untuk kamu." jawab Sisca kemudian ia melangkah ke dapur meninggal kan Erga yang menunggu nya di ruang tamu.
"Ini baru permulaan sebentar lagi kamu akan hancur Erga. Aku akan buat kamu menceraikan Resti." ucap Sisca sembari mengaduk teh yang di buat nya untuk Erga.
Setelah selesai ia membawa nya ke ruang tamu.
"Ini teh nya." Sisca meletakkan teh nya di meja kemudian ia duduk di samping Erga.
__ADS_1
Erga mengambil teh nya dan meminumnya sampai habis tak bersisa.
"Oh iya Mas, katanya kamu mau ajak aku liburan. Kapan?" tanya Sisca dengan menyender kan kepala nya di bahu Erga.
"Aku masih banyak kerjaan. Nanti kalau kerjaan aku udah selesai, aku janji akan ajak kamu liburan." jawab Erga
"Janji ya Mas, pokoknya aku mau liburan sama kamu."
"Iya, tapi gimana sama Deri?" tanya Erga
"Soal Mas Deri gampang aku bisa cari alasan nanti nya. Lagi pula Mas Deri itu sibuk gak punya waktu buat aku. Aku bosen sendirian maka nya aku mau liburan." jelas Sisca
"Ya udah nanti aku atur waktu. Kalau gitu aku pulang dulu gak enak sama tetangga nanti lihat kita berdua seperti ini." pamit Erga
Sisca melambaikan tangan nya saat mobil Erga pergi. Setelah itu ia masuk ke dalam.
Erga tak pulang ke rumah nya ia pergi ke rumah Doni asisten nya. Malam ini ia akan nginap di sana.
"Bos kok ke sini ada apa?" tanya Doni pada bos nya yang sudah duduk di kursi rumah asisten nya.
"Aku mau nginap di sini. Aku malas pulang ke rumah." jawab Erga lalu ia beranjak dari kursi nya dan merebah kan tubuh nya di ranjang milik Doni asisten nya.
Doni menatap bos nya iya sudah tau akan tingkah laku bos nya ini. Jika ia lagi marah sama istri nya Resti, ia akan menginap ke rumah Doni. Dan seperti malam ini dia yakin bos nya ini pasti lagi bertengkar sama istri nya.
"Bos, sebaiknya pulang deh bos gak kasian sama istri bos di rumah, pasti sekarang istri bos khawatir di rumah karena bos belum pulang." ucap Doni membuat Erga menatap nya tajam.
"Kamu mau aku pecat." ucap Erga membuat Doni takut di buat nya.
__ADS_1
"Ya udah bos tidur aja. Malam ini bos boleh kok nginap di sini." ucap Doni dengan wajah takut ia takut bos nya itu marah dan memecat nya.