
Dihantamnya kepala Rainy dengan asbak kecil dari kaca yang ada di meja. Rainy terhuyang sebelum akhirnya benar-benar jatuh. Melihat mantan istrinya jatuh, bukan rasa kasihan yang ada di hatinya, namun amarah yang makin meluap. Secepat kilat Hary mendekati tubuh Rainy yang tergeletak bersimbah darah segar di kepalanya. Lalu tiba- tiba Hary mengulurkan tangannya ke leher Rainy. Rainy yang masih tersadar hanya bisa menjerit tertahan. Tangan nya lemah tak bertenaga. Dia berusaha melawan tapi tenaga Hary lebih kuat dari tenaganya.
"Tooolllloooonnggg", teriak Rainy tertahan...
"Tolong jangan bunuh aku mas. Ingat anak-anak kita", lirih Rainy berkata. Namun kata-kata itu tak menyurutkan niatan Hary untuk membunuh mantan istrinya. Mata Hary berkilat merah, amarah telah menguasai otaknya, hatinya tertutup kepingan-kepingan rupiah yang bisa didapatnya amdai mantan istrinya itu mati. Dia bisa membujuk Alfa untuk tinggal bersama nya, lalu warung nasi itu akan dijualnya agar dia bisa mendapat uang dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat.
"Tooollllloooooongggg", teriak Rainy tertahan. Tenggorokannya terasa sesak, dia tak bisa lagi berteriak lebih keras lagi. Tangannya menggapai tangan Hary yang ada di lehernya. Tatapannya mulai sendu..
"Mamaaa...mamaa...mamaaa...mamaaa...", Mitha yang mendengar suara ibu nya berteriak tertahan sangat terkejut. "Mamaaa banguuunnn", teriak Mitha sambil menguncang-guncangkan tubuh ibunya.
"Mama istighfar...mama bangun", Mitha masih terus mengguncangkan badan ibunya. Kekwatiran menggerogoti hati Mitha melihat kondisi ibunya yang bermandi keringat.
"Ya Allah..Astagfirullah... mama mimpi buruk dek", ujar Rainya yang terbangun. Wajah nya pias. Melihat kondisi ibu nya yang ketakutan, buru-buru Mitha mengambil air mineral yang selalu disiapkan di dekat meja rias kamar. Lalu memberikannya pada Rainy. Wanita paruh baya itu segera meneguk air mineral yang disodorkan padanya.
"Mama mimpi apa? Pasti tadi mama ga berdoa sebelum tidur. Jadinya mimpi buruk kan? Ustadzah Lis guru TPQ adek dulu itu sering bilang, kalo mau tidur hatus baca do'a dulu, agar ga mimpi buruk", cerocos Mitha seperti biasa. "Nih akibat nya kalo ga mau baca do'a, jadinya mimpi buruk. Mimpi buruk itu dateng nya dari seyton lho ma", lanjut Mitha seperti kurang puas menceramahi ibu nya. Ibu nya hanya diam termenung sambil tangannya memegang botol.air mineral.
'Syukur hanya mimpi. Tapi kenapa rasanya nyata banget ya', monolog nya dalam hati.
"Sudah ma, tidur lagi aja. Masih jam sebelas malem. Belum waktu ny mama masak-masak".
Lalu Mitha kembali merebahkan tubuh lelahnya di kasur samping ibu nya. Menarik selimut Doraemon kesayangan nya. Sejurus kemudian terdengar hembusan-hembusan nafas yang teratur. Pertanda sang pemiliknya sudah terlelap dalam hitungan detik yang teramat singkat.
__ADS_1
Rainy menggeleng menyaksikan kelakuan putri bungsu nya. Tipe yang cerewet kalo udah ngomong tapi cuek kalo sudah merasa selesai dengan urusannya. Rainy memijit kening nya, memcoba mengingat kembali mimpi buruk nya. Sudah lebih dari lima tahun, dia tak pernah bertemu dengan mantan suami nya. Entah bagaimana kehidupan mantan suami nya itu sekarang. Mungkin dia sudah sangat bahagia karena setelah mereka bercerai Hary segera meresmikan hubungan terlarang nya dengan wanita pilihannya itu. Tapi kenapa dalam mimpi nya Hary malah mengungkit soal harta gono gini dan gaji Alfa? Padahal gaji nya sebagai Manager HRD sudah banyak. Sudah di angka puluhan juta, harusnya tak mungkin dia akan mempermasalahkan masa lalu mereka. Apalagi menyangkut gaji Alfa, yang Rainy sendiri pun enggan membahas nya. 'Aaarrrhhhh, ngapain juga aku mikirin mimpi buruk ku. Tokh itu tak lebih dari kembang tidur', monolog nya. Sebelum akhirnya dia juga ikut menarik selimut nya. Lalu mencoba menyambut mimpi indah yang lain.
Baru pukul 06.00 ketika warung nasi uduk Rainy mulai ramai pembeli. Ada yang makan di tempat, tapi banyak pula yang memilih di bungkus. Dengan cekatan Rainy melayani pembeli, sementara Ambar sibuk melayani pesanan minuman. Kadang dia juga harus mencuci gelas, disaat tak ada lagi yang pesan minuman. Namun hari ini Ambar tampak lain, lebih banyak diam daripada mengumbar senyum seperti hari kemarin. Dari raut wajahnya nampak ada beban yang tengah dipikul nya. Rainy menyadari perubahan sikap Ambar.
"Ada apa mbak? Tumben itu wajah kusut kayak baju yang berbulan bulan tidak di setrika aja?", tanya Rainy di sela -sela kesibukannya melayani pembeli.
Ambar hanya sekilas menatap Rainy kemudian kembali menunduk, seperti mencoba menyembunyikan air mata yang hendak menetes.
"Kisah hidup ku tragis bu", desis Ambar, tapi Rainy mampu mendengar nya dengan jelas.
"Kenapa mbak?"
Lalu hening diantar mereka. Hanya terdengar sendok dan garpu yang beradu dengan piring. Di selingi tawa dan obrolan pelanggan.
"Ma, Alfa berangkat dulu".
Tiba-tiba keheningan antara Rainy dan Ambar terpecahkan oleh suara Alfa. Lelaki dewasa itu sekarang tampak gagah dan berwibawa dengan setelan kemeja putih yang terbungkus jas hitam, celana kain hitam. Jangan lupakan dasi panjang nya yang membuat kaum hawa harus menatap takjub pada penampilannya.
"Maa syaa Allah, bujang mama hari ini ganteng sekali. Biasanya hanya pakai kemeja putih dan celana coklat. Apa udah ganti seragam kak?"
Rainy pun menatap bangga putra sulung nya. Alfa tersenyum bahagia mendapat pujian dari ibu nya.
__ADS_1
"Hari ini Big Bos mo ajakin Alfa meeting ma. Alfa dikasih kesempatan untuk presentasi. Doakan semoga presentasi Alfa lancar dan perusahaan kami bisa memenangkan tender kali ini. Alfa pengin bawa mama,adik dan Mbak Ambar nginep di puncak Selo dengan mobil baru Alfa", ucap nya berbinar-binar. Rainy memeluk anak sulungnya yang kini berubah semakin dewasa pola pikirnya. Padahal biasanya anak seusia nya hanya ingin bersenang-senang menikmati masa mudanya dengan berganti - ganti pasangan. Tapi Alfa tidak melakukan itu, dia hanya fokus belajar dan sekarang dia lebih fokus meniti karier nya.
"Kakak terus yang dipeluk. Adik di cuekin", protes Mitha yang tiba-tiba hadir diantara mereka.
"Lha kamu itu perawan kok males. Jam segini baru bangun", ledek Alfa sambil mengacak-acak rambut adiknya dengan gemas.
"Yeee aku bangun siang kalo lagi ga ada kuliah kak. Kalo.pas ada jam kuliah aku kan bangun pagi". Mitha membela diri.
"Bu nasi uduk lengkap topping ayam seperti biasa ya". Percakapan keluarga itu terpotong oleh suara pembeli yang tiba- tiba masuk.
"Okey, di bungkus kan Mel?" Tanya Rainy ramah pada pelanggan setia nya itu.
"Iya bu", jawab perempuan cantik dengan kerudung abu abu.
"Tumben siang Mel, apa ga ada jadwal jaga pagi?" Tanya Rainy di sela-sela kesibukannya melayani pembeli.
"Ini baru pulang bu, saya jaga malem".
Jawab perempuan cantik yang mungkin usia nya 1 tahun diatas Alfa dengan ramah.
Alfa menatap perempuan yang baru masuk warung ibunya.
__ADS_1