Kenapa Harus Selingkuh?

Kenapa Harus Selingkuh?
EPISODE 28


__ADS_3

"Baiklah pak, kalo begitu saya pamit dulu".


Rainy bangkit dari duduknya.


"Sebentar Rain, apa hari ini Pak Hary menunjukkan progress yang bagu?"


Abu mencoba menahan kepergian Rainy. Ya, lelaki tambun dengan kepala setengah botak itu adalah Abu. Rainy hanya menggeleng.


"Kondisinya masih sama seperti kemarin. Tak ada progress berarti pak", jawab Rainy. "Maaf pak, saya pamit dulu".


"Kamu pulang naik apa? Di jemput Alfa?"


Rainy menggeleng, "Saya akan naik ojek on line pak".


"Kenapa kita tidak bareng saja? Saya juga ga bisa terlalu lama di sini. Kantor sudah menyewa perawat khusus untuk menjaga Pak Hary di malam hari".


"Maaf pak, sepertinya lebih nyaman kalo saya naik ojek on line saja".


Tolak Rainy halus. "Permisi pak, saya duluan. Assalamualaikum", pamit Rainy sambil menganggukan kepala nya dengan santun. Abu hanya menatap kepergian perempuan mungil yang sangat polos dan sederhana itu. Abu baru berpaling kembali menatap Hary, ketika bayangan Rainy telah menghilang dari tangkapan netra nya.


"Har, sampai kapan kamu tidur? Kamu tau Har? Rainy makin menarik, dia masih tetap lembut dan manis. Lesung pipi nya itu lho bikin aku gemes pengin ngusek usek pipi mulusnya. Hari ini aku gagal ngerayu dia untuk ku antar pulang. Tapi aku yakin besok atau lusa aku pastikan aku bisa anterin dia pulang", ujar Abu tepat di telinga Hary.

__ADS_1


"Kamu tau Har, ketika aku ke rumahnya yang sekarang, Rainy tampak cantik dan imut dengan keringat di wajahnya mungkin dia kelelahan melayani pelanggan warung nasi uduknya. Warung nya sekarang rame. Dia udah punya beberapa karyawan lho. Wah pasti kalo kami bisa bersama akan lebih seru. Karena aku berniat mau membantunya untuk menambah menu di warung nya", Abu masih terus saja bicara, meski dia tahu lawan bicaranya tak akan bisa mendebat semua perkataannya. "Aku juga sudah tahu apa makanan favorit Rainy, besok akan aku masakin di kantin, agar bisa ku bawa-kan untuknya sore besok ketika dia hendak pulang dari menjengukmu".


Abu menarik nafas pelan, sambil berfikir ucapan apa lagi yang bisa dia katakan untuk merangsang syaraf-syaraf Hary agar segera bangun dari koma nya.


"Har, kalo.kamu gak bangun-bangun, jangan salahkan aku kalo aku nekad ngedekatin Rainy dan jadiin dia selingkuhanku ya. Kamu kan udah koma lebih dari 2 bulan, jadi aku yakin kamu udah ga bisa ngerasain hangat nya ranjang. Heheheheh", Abu terkekeh di telinga Hary. "Baiklah, ku rasa basa - basi nya sudah cukup. Aku pulang dulu, kasihan istri dan anak - anakku di rumah. Aku pamit dulu", ujar Abu mulai putus asa karena usaha nya untuk membuat Hary terbangun dari koma nya belum berhasil. Abu pun bangkit dari duduknya. Mengambil tas kerja yang tadi sempat di taruh di atas nakas. Namun gerakannya terhenti ketika Abu mendengar suara erangan yang sangat pelan. Bergegas Abu memusatkan perhatian nya pada sosok lelaki yang terbaring lemah disampingnya. Memeriksa dengan netra nya, mencoba meyakinkan dirinya bahwa suara yang barusan di dengarnya adalah benar - benar dari mulut Hary.


"Har, kamu sudah bangun?", bisik Abu pelan di telinga Hary. Abu memperhatikan jemari tangan Hary. Karena yang dia dilihat di layar televisi ketika seseorang bangun dari koma, yang pertama bergerak biasanya salah satu jemari tangan-nya. Cukup lama Abu menunggu, sebelum akhirnya dia benar - benar melihat jemari Hary bergerak pelan. Abu tersenyum senang. Tanpa pikir panjang dia berteriak memanggil perawat jaga di HCU.


"Dokteeerrrr, susteeeerrrr...tolong segera ke mari", teriak Abu dan melupakan bahwa saat ini dia tengah berada di ruang HCU. Yang sebenernya sangat di larang untuk berteriak. Beberapa perawat segera datang menghampiri brangkar Hary.


"Dokter, tangan Pak Hary tadi gerak - gerak. Tolong di cek, apakah temen saya ini udah bangun dari koma nya?!".


"Setelah ini pasien sudah bisa dipindah ke ruang rawap inap", ujar sang dokter.


Abu mengangguk mengiyakan. Tentu saja ini kabar bagus untuk semua orang. Setidaknya masa krisis dan masa koma Hary telah berlalu.


#


#


2 Hari Kemudian.

__ADS_1


Ruang rawat inap VIP (Very Important Person) tempat Hary di rawat nampak ramai. Ada Abu, Deni, Mr Gerald, dan beberapa staff kantor nya. Hary terlihat lebih segar dari kemarin. Apalagi seharian tadi Rainy dan Mitha mau menunguinya. Tapi beberapa waktu lalu anak dan mantan istrinya sudah pamit pulang, karena hari sore dan Alfa pun sudah perjalann menjemput mereka. Ya sampai hari ini, Alfa masih enggan bertemu dengan Hary. Rainy maupun Hary tak berani memaksa. Karena mereka tahu, Alfa yang paling terluka dengan sikap Hary terhadap Rainy. Rainy dan Mitha mau menjenguk nya saja, sudah kebahagiaan tersendiri bagi Hary.


"Har, kalo kamu gak bangun dari koma hampir saja Rainy mantan istrimu mau aku jadiin istri ke 2 ku. Atau minimal selingkuhanku, mayan kan...bisa sesekali ngerasain gimana rasanya selingkuh", ledek Abu yang di sambut tawa oleh rekan - rekan kerja kantor yang ikut menjenguk Hary.


"Awas aja, kalo berani deketin dia, bogem mentah yang bakal kamu dapatin", balas Hary tak mau kalah.


"Eleh sekarang bisa ngomong gitu. Coba 6 tahun yang lalu...", ledek Abu makin menjadi.


"Manusia bisa salah brow, 6 tahun lalu aku lagi puber. Sekarang udah sadar", jawab Hary sekenanya. Lagi - lagi jawaban Hary disambut tawa oleh rekan - rekan kantor mereka. Hanya Deni yang tampak menyembunyikan tawa nya. Seulas senyum yang dihadirkan menanggapi candaan Abu dan Hary.


"Cepat sehat ya pak, biar segera bisa masuk kantor lagi. Ga ada Pak Hary, para driver jadi loyo. Ga ada semangat dan rasa takut bakal kena SP". Kali ini Bayu yang menjadi Super visor General Affair yang angkat bicara.


"Oh ya, kemarin polisi juga sempat ke kantor. Memberi info progress tentang sabotase mobil Bapak", lanjut Bayu.


Hary mengeryitkan kening nya.


"Sabotase?" Tanya Hary tak faham.


"Ya, mobil bapak ada yang menyabotase. Pelaku sudah ditangkap, tapi masih terus berproses. Karena dicurigai ada dalang dibalik semua kejadian ini", lanjut Bayu menjelaskan.


"Dalang? Saya makin ga faham", gumam Hary mencoba mencerna kata - kata Bayu

__ADS_1


__ADS_2