Kenapa Harus Selingkuh?

Kenapa Harus Selingkuh?
EPISODE 44


__ADS_3

Perlahan tangan Emily mulai memegang ******** Bima. Bocah kecil itu menjerit ketakutan


"Tenang sayang, jangan takut. Mami sangat sayang sama Bima".


Dengan senyum smirik dan tatapan penuh kabut gairah jelas tergambar di wajah Emily. Bima bukannya tenang, dia semakin meronta-ronta tak karuan. Dan perbuatan Bima itu membuat Emily semakin bergairah. Perempuan seksi itu semakin blingsatan melihat lelaki kecil yang berada dalam kungkungannya berontak. Dan dengan tak sabar Emily ******* habis senjata kecil Bima.


"Mami..sakit, jangan mami...sakit. tolong...tolooooonnnggg", teriak Bima ketakutan. Sebelum alhirnya lelaki kecil pingsan setelah berkali -kali telah memuaskan Emily. Emily yang tersenyum puas setelah berhasil memuaskan naf** nya. Di peluknya tubuh kecil Bima yang sarat akan tanda merah di sekujur badannya. Karena hisapan-hisapan yang di lakukan Emily.


Selang beberapa saat Bima mulai membuka matanya. Dilihat nya Emily yang tertidur tanpa baju. Perlahan sekali Bima mencoba turun dari ranjang empuk. Suara dengkuran halus Emily menandakan bahwa si empu nya tengah tertidur pulas. Dengan tubuh yang lemah, Bima mengambil baju nya yang berserakan di lantai. Tergesa-gesa dia memakai bajunya. Kemudian dia melangkah menjauh dari ranjang empuk tapi sangat menyiksa nya. Sambil berjingkat Bima mencoba melangkah ke arah pintu. Ketika tangan mungil nya telah meraih gagang pintu, dilihat nya beberapa lembar uang ratusan ribu tergeletak di meja kamar hotel. Segera diambilnya 2 lembar uang seratus ribu itu kemudian dimasukkan nya ke dalam saku celana jeans nya. Bima telah berkali-kali diajak Emily menginap di hotel. Setidaknya bocah 11 tahun an itu telah faham cara keluar masuk hotel.


Diputarnya dengan sangat perlahan handle pintu itu. Setelah terbuka sedikit, bergegas dia keluar dari kamar terkutuk itu. Dan menutupnya secara perlahan. Dia berusaha agar perbuatannya tidak membangungkan Emily yang telah tertidur sangat lelap setelah mendapat apa yang diinginkannya. Setengah berlari Bima menuju lift pengunjung, menekan akan 1 karena dia ingin segera keluar dari bagunan hotel itu. Kekwatiran menyelimuti hati nya, kali ini lelaki kecil itu telah benar-benar tak mampu melawan keinginan nya untuk melarikan diri. Meski dia tak tahu harus ke mana bersembunyi. Hanya saja hatinya menyuruh nya untuk segera pergi dari perempuan seksi yang diketahui nya sebagai sosok ibu. Namun perbuatan nya sangat bertolak belakang dengan sosok perempuan yang dipanggil ibu.


Kalo di fikir, mana ada seorang ibu yang tega menggagahi anaknya sendiri? Menjadikan anak nya sebagai obyek pemuas hasrat nya. Setiap hari, ketika Emily belum terpuaskan bersama suami nya maka Bima lah yang menjadi pelengkap nya. Hingga akhirnya ada dendam tersendiri di hati Bima.

__ADS_1


Bima tersadar dari lamunannya ketika pintu lift terbuka. Bergegas lelaki kecil itu setengah berlari menuju pintu keluar. Dia abaikan pandangan beberapa pasang mata yang menatap nya heran. Yang ada di kepala Bima hanya keluar dari hotel, lepas dari jerat Emily. Setelah keluar dari bangunan hotel tersebut Bima bingung ke mana harus pergi. Akhirnya lelaki kecil itu setengah berlari mengambil arah ke kiri. Dia terus berlari tak tentu arah, sambil berkali-kali menengok ke belakang untuk memastikan bahwa Emily tidak mengejarnya. Cukup lama Bima berjalan tak tentu arah hingga langkah kaki nya terasa begitu lelah. Bima berhenti tepat di sebuah bangunan yang terlihat tua. Entah berapa gang sempit yang tadi dilalui Bima ketika dia berlari keluar dari hotel tempat nya menginap.


Yang dia tahu hanya lari menjauh, tak peduli kemana arah yang di tuju. Bima sengaja masuk gang-gang kecil yang dilaluinya agar ketika lelah mudah baginya mencari tempat berhenti. Dengan nafas ngos-ngos an Bima memperhatikan bangunan tua di hadapannya. Cukup lama Bima menatap sederet huruf yang tertulis di papan gantung besar di atas pintu gerbang. Berkali-kali Bima mencoba mengeja nya, namun dia tak berhasil membaca kalimat yang tertera. Bima terduduk lelah tepat di depan pintu gerbang itu, matanya mulai mengembun mencoba menahan tangis yang hendak leleh. Bima mendekap kedua lutut nya, tubuh nya mulai bergetar lalu bayangan demi bayangan perlakuan amoral Emily mulai terbayang di matanya.


Bocah usia 11 tahun yang harus nya mengeyam pendidikan dasar dan bermain bersama teman seusianya telah dipaksa untuk melayani nafsu binat*** Emily yang tak terkendali. Betapa setiap malam-malam yang di lalui Bima adalah malam-malam yang sangat menakutkan. Apalagi kalo suami Emily tak di rumah dan Emily tak mampu menahan naf** bir*** nya, maka Bima lah yang dijadikan pemuas nya. Terlihat Bima makin memeluk erat lutut nya, tubuhnya makin bergetar tak terkendali, lalu tangis memilukan mulai terdengar dari mulut nya.


Mata bocah kecil itu terpejam, matanya penuh lelehan air mata.


"Ibu..ibu denger suara tangisan?" Tanya perempuan berjilab polkadot itu.


Beberapa wanita paruh bayah yang ditanya hanya bisa saling pandang tak faham.


"Saya denger ada suara anak nangis ibu".

__ADS_1


Diurungkannya langkah kakinya yang hendak masuk ke dalam mobil. Lalu mencoba mencari sumber suara itu.


"Mel denger suara tangisan? Dari mana?", tanya salah satu wanita paruh baya itu.


"Iya ibu, Mel denger ada yang nangis. Tapi siapa ya? Apa anak-anak di dalam ada yang nangis?"


"Tidak mungkin anak-anak. Mereka pada tidur setelah makan siang tadi".


Jawab salah satu dari beberapa wanita paruh baya tersebut


"Tapi Mel bener-bener denger ada yang nangis ibu".


Lalu tanpa komando, mereka kompak nencari sumber suara itu. Mereka berpencar dalam mencarinya. Ada yang mencoba mencarinya diantara rimbunnya bunga. Ada yang terpaksa masuk lagi ke dalam demi memastikan bahwa suara itu bukan dari salah satu penghuni bangunan tua itu.

__ADS_1


__ADS_2