Kenapa Harus Selingkuh?

Kenapa Harus Selingkuh?
kemarahan Erga


__ADS_3

Erga membuka pintu kamar di lihat nya Resti yang lagi duduk memainkan handphone nya. Erga baru saja pulang dari kantor.


"Baru pulang kamu?" tanya Resti ketus


"Iya, aku lapar mau makan siapkan aku makan." pinta Erga


Resti menatap Erga dari atas sampai bawah di lihat nya suaminya itu dengan tatapan dingin.


"Kenapa kamu tidak makan di rumah selingkuhan kamu saja. Bukan nya kamu dari sana ya?" ucap Resti membuat Erga menatap nya tajam


"Maksud kamu apa, aku ini pulang dari kerja. Bukan seperti apa yang kamu tuduh kan." jawab Erga emosi


"Kerja? Aku bukan anak kecil Mas, yang bisa kamu bohongin. Mana ada orang pulang kerja kancing baju nya bisa tak beraturan seperti itu." jawab Resti seketika Erga melihat kancing baju nya yang tak beraturan.


Resti mendekat kearah Erga satu tamparan keras mengenai pipi Erga. " Kamu akan menyesal karena selingkuh dari aku." ucap Resti geram kemudian ia keluar dari kamar.


Erga mematung kata-kata yang di ucap kan Resti membuat hati nya tertegun. Entah kenapa saat Resti menyebutkan kata menyesal Erga jadi kepikiran.


"Menyesal? Aku tidak akan menyesal karena Sisca lebih baik dari kamu." teriak Erga ia sengaja bicara seperti itu biar Resti mendengar nya.


Dan benar saja Resti mendengar apa yang di kata Erga. Ia belum turun ia masih di depan pintu kamar mereka.


"Mas, aku ini istri mu tapi kenapa kamu tega sama aku. Kenapa sih Mas, apa yang telah kalian lakukan." lirih Resti kemudian ia melangkah keluar.


...----------------...


"Gimana sayang, rencana kita apa Erga curiga sama kamu?" tanya Papa nya Fajar karena malam ini Sisca lagi menginap di rumah Papa nya.


"Papa tenang aja. Sebentar lagi dendam Papa akan terbalas kan." jawab Sisca dengan senyum licik nya.


"Bagus! Kamu emang anak Papa yang bisa di andal kan." ucap Papa nya bangga


"Ya udah Pa, aku ke kamar dulu ya istirahat." pamit Sisca dan Papa nya mengangguk

__ADS_1


Sisca duduk di ranjang kamar nya, ia mengambil telepon dan menelpon Erga lewat video call.


"Ada apa kangen ya sama aku?" tanya Erga dengan suara pelan


"Iya nih kangen banget sama kamu." jawab Sisca dengan nada manja yang di buat-buat.


"Bukan nya tadi kita habis ketemu ya, masak udah kangen lagi sih?" tutur Erga


"Habis nya kamu tadi cepat banget pulang nya. Padahal kan aku masih kangen sama kamu." jawab Sisca dengan nada manja yang di buat-buat.


"Besok kan kita bisa ketemu lagi. Jangan cemberut dong entar cantik nya ilang." ucap Erga


"Iya-iya ya udah aku istirahat dulu sampai ketemu besok." jawab Sisca


Resti duduk di dekat kolam renang rumah nya. Ia menangis sesegukan Erga suaminya telah mengkhianati nya. Bahkan janji yang di ucap kan saat mereka nikah di ingkari oleh Erga.


"Apa sih salah aku, sampai kamu tega mengkhianati aku. Aku cuma gendut, kalau kamu mau kurus aku bisa kok diet. Tapi kenapa harus selingkuh sih Mas. Kenapa?" teriak Resti dengan air mata yang terus mengalir membasahi pipi nya.


"Tidak aku tidak boleh menyerah di luaran sana masih banyak masalah yang lebih rumit dari pada aku. Jadi aku tidak boleh menyerah aku harus kuat demi Bella." Resti menyemangati dirinya sendiri.


Mendengar teriakan suami nya Resti langsung menghampiri suami nya. Dengan tergesa-gesa ia pergi ke dapur.


"Iya ada apa?" tanya Resti tanpa menatap suami nya itu. Ia masih marah dengan Erga karena pengkhianatan yang di lakukan Erga.


"Kamu kemana aja sih, gak tau apa kalau aku lagi panggil kamu." omel Erga


"Aku habis dari kolam renang, ada apa kamu panggil aku?" tanya Resti tapi kali ini ia menatap suami nya itu.


"Maka nya kalau makan itu jangan kebanyakan. Lihat tu badan kamu makin gendut. Kalau kamu gendut kan jadi lambat jalan nya." ucap Erga kemudian pergi


Resti menatap nanar Erga, dengan tega nya Erga berbicara seperti itu pada nya. Padahal ia adalah istrinya.


Air mata Resti kembali keluar hati nya sungguh sakit. Ia tak menyangka suami yang selalu ia bangga kepada keluarga nya ternyata mengkhianati nya.

__ADS_1


"Jika itu yang kamu mau Mas, kamu lihat apa yang akan aku lakukan nanti. Dan kamu akan menyesal karena telah mengkhianati aku." batin Resti


......................


Pagi hari nya Resti sudah ada di sebuah taman yang tak jauh dari rumah nya. Resti sedang berolahraga. Di sana banyak sekali orang-orang yang sedang berolahraga. Anak muda, Ibu-Ibu, sampai anak kecil pun ada di sana.


Setelah berlari dua kali putaran Resti duduk sebentar di bangku taman yang telah di sediakan.


Sementara itu di rumah Erga lagi mencari keberadaan Resti. Dari bangun tadi Resti sudah tidak ada di rumah. Bahkan sarapan yang biasa ia siapkan juga tidak ada di meja.


"Kemana sih Resti apa dia gak tau apa jika suami nya kelaparan." omel Erga dengan wajah kesal


Tak lama kemudian Resti pun pulang. Ia pulang bersama Bella. Ia tadi Bella sempat ikut bersama nya tapi saat Resti olahraga di taman Bella pergi main dengan teman nya di taman itu juga. Karena di sana juga ada tempat bermain anak-anak.


"Kemana aja kamu dari tadi aku cariin, kamu gak tau apa aku kelaparan nungguin kamu." omel Resti


"Aku habis olahraga di taman. Aku sengaja gak siap kan sarapan untuk kamu. Aku malas siapkan sarapan sama orang yang telah mengkhianati aku." jawab Resti dengan tatapan dingin menatap Erga.


Sementara mereka bertengkar Bella sudah masuk ke kamar nya.


"Udah berani ya kamu melawan aku." ucap Erga emosi


"Kamu aja berani selingkuh dari aku. Kenapa aku harus takut melawan kamu." jawab Resti


dengan santai nya.


Plakkk


Langsung saja Erga menampar Resti ia sungguh geram dengan ucapan Resti. Resti yang ia kenal tak pernah sekali pun melawan suaminya. Tapi sekarang Resti sudah berani melawan nya semenjak Resti tau ia selingkuh dengan Sisca.


"Itu balasan karena kamu telah berani melawan aku." ucap Erga lalu pergi


Resti memegang pipi nya yang sakit, dengan tega nya Erga menampar diri nya hanya karena ia tak menyiapkan sarapan untuk nya.

__ADS_1


"Tega kamu Mas, hanya karena aku tidak menyiapkan sarapan untuk kamu, kamu tega menampar aku. Kemana kamu yang dulu, yang sayang sama aku, yang selalu kasih perhatian sama aku. Aku kangen kamu yang dulu Mas." lirih Resti dengan air mata yang membasahi pipi nya.


__ADS_2