Kenapa Harus Selingkuh?

Kenapa Harus Selingkuh?
EPISODE 26


__ADS_3

Kondisi perusahaan Hary bekerja beberapa hari terakhir ini heboh dengan hilangnya Hary secara misterius. Pasalnya sudah lebih dari 3 hari, orang yang mereka juluki sebagai Zombie tidak tampak di kantor. Ponsel nya pun tak bisa dihubungi. Pembantu rumah Hary yang sempat didatangi oleh utusan dari kantor mengatakan sudah beberapa hari ini majikannya tidak pulang dan tidak ada kabar sama sekali. Abu dan Deni terlibat pembicaraan serius diruangan Deni.


"Akhir-akhir ini Pak Hary memang suka ke kelab malam, tapi beliau selalu pulang. Belum pernah menghilang seperti ini. Apa tidak sebaiknya kita lapor polisi saja?"


Abu memberi solusi. Deni hanya manggut-manggut.


"Mantan- mantan istrinya udah pada tau belum kalo Pak Hary menghilang?"


Ucapan Deni yang tiba-tiba itu seolah menyadarkan Abu dari kelalaiannya.


"Astagfirullah, aku sampai lupa ngasih kabar ini ke mereka. Nanti aku usahakan mampir ke rumah mantan istri Pak Hary yang pertama. Tapi untuk Emily, aku gak tau dimana sekarang dia. Karena beberapa waktu lalu aku lewat depan salonnya sepertinya sudah ganti pemilik. Karena sekarang jadi counter Hp", kata Abu panjang lebar. Deni hanya manggut-manggut, meski ada sedikit rasa was-was di hati nya.


"Mr Gerald sudah tahu soal hilang nya Pak Hary?" Tanya Abu lebih lanjut ke Deni. Yang ditanya hanya diam, seolah sedang memikirkan sesuatu yang cukup serius. "Pak Deni...?", suara Abu sedikit meninggi. Yang mampu membuat Deni terkejut.


"Ya pak?" Tanya Deni gelagapan.


"Apa Mr Gerald sudah tahu kalo Pak Hary menghilang?" Abu mengulang pertanyaannya.


"Makanya saya ke sini, karena Mr Gerald nanya ke saya tadi. Karena setiap Pak Hary tidak masuk pasti selalu ada info ke Mr Gerald. Tapi sudah beberapa hari ini Pak Hary tak nampak di kantor, dan tak ada info apapun", jelas Deni apa adanya. Abu mengangguk.


"Ya sudah, nanti perwakilan dari perusahaan ke kantor polisi bikin berita kehilangan", ujar Abu memutuskan sendiri.


"Kenapa harus menunggu nanti pak? Sekarang saja kita ke kantor polisi", usul Deni yang sempat membuat Abu sedikit tersentak.


"Ya okey, kita jalan sekarang", putus Abu mengurangi kegugupan yang sempat hadir di hatinya dan terbaca oleh Deni.

__ADS_1


'Kenapa Pak Abu seperti gugup? Seolah ada yang tengah ditutupinya. Tapi apa? Bukankah Pak Abu dan Pak Hary selama ini berteman baik? Jangan-jangan...ah tidak mungkin', monolog Deni seorang diri. Sebelum akhirnya dia bangkit mengekor di belakang Abu ke arah kantin. Abu tampak berbicara serius pada asistennya di kantin. Peraturan di perusahaan mereka asisten manager biasa di sebut dengan istilah Area Manager atau Wakil Manager. Ya perusahaan asing itu memiliki begitu banyak level-level jabatan. Mulai dari level jabatan terendah yaitu Leader, Foreman, Area Manager, Manager, Wakil Direktur, Direktur dan Direktur Utama baru kemudian CEO. Dan untuk CEO perusahwan itu belum pernah sekalipun datang ke Indonesia. Sang CEO lebih fokus mengurus Kantor Pusat nya yang di Inggris. Dan untuk Kantor-kantor dan Factory Cabang dipercayakan pada Direktur Utama yang juga merupakan penanam saham yang semua nya berasal dari Inggris.


#


#


3 jam kemudian.


Abu, Deni dan seorang polisi mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah di kota nya. Demi memastikan bahwa korban kecelakaan yang saat ini tengah koma adalah Hary. Kecemasan jelas tergambar di wajah Abu dan Deni. Dengan masing-masing harapan yang sangat berbeda.


'Kenapa harus berakhir seperti ini Har', batin kedua orang itu bersamaan.


'Bukan seperti ini yang aku harapkan', lanjut salah satu diantara mereka.


"Kami harap, bapak-bapak masuknya tidak bersamaan. Karena ini adalah ruang ICU, dan kondisi pasien pun sangat kritis", ujar suster jaga yang menyambut kedatangan mereka di depan pintu ICU yang memang dijaga ketat.


Abu terperanjat kaget, hampir saja tubuh kekar itu ambruk jika tidak segera tangannya meraih besi penyangga brankar pasien.


"Anda baik-baik saja pak?" Tanya perawat ketika melihat Abu hampir terjatuh melihat kondisi pasien.


"Ya saya baik-baik saja. Apakah benar ini Pak Hary teman kami sust? Karena saya tidak mengenli wajahnya sama sekali", Abu berkata dengan suara yang gemetar.


"Dari Identitas yang di temukan oleh pihak berwajib, pasien ini bernama Hary Chanoe Dwijaya", jelas perawat menemani yang Abu sambil menunjukkan papan nama pasien.


"Wajahnya sulit sekali untuk dikenali", gumam Abu masih kurang yakin bahwa pasien yang tengah berbaring tak berdaya itu adalah Hary rekan kantor nya. Perawat yang menemani Abu hanya tersenyum.

__ADS_1


"Ya pak karena pasien mengalami luka bakar parah di bagian wajahnya. Kaki kanan terjepit dan patah sehingga kami terpaksa memasang beberapa pen untuk menyambung nya", terang perawat yang menemani Abu melihat kondisi Hary. Tampak mur dan baut besar masih menyembul diantara kain gips di kaki kanan Hary. Abu bisa membayangkan betapa dahsyat benturan yang terjadi.


"Sebenarnya kami juga berencana akan segera mengambil tindakan untuk wajah korban. Tapi kondisi nya yang kritis membuat team dokter urung melakukan operasi pada wajah", lebih lanjut perawat itu menjelaskan. Abu hanya bisa mengangguk. Meski berbagai macam pikiran berkecamuk di hati nya. Abu masih terus memperhatikan kondisi pasein, dia berharap melihat sesuatu yang akan membuatnya yakin bahwa lelaki yang terbujur kaku dengan balutan perbank di hampir seluruh tubuhnya adalah Hary.


"Ada yang ingin anda katakan pak?"


Pertanyaan perawat itu membuyarkan konsentrasi Abu. Lelaki itu menggeleng.


"Saya masih belum yakin, lelaki ini adalah teman saya", ujar Abu setengah berbisik.


Lagi-lagi perawat itu hanya tersenyum.


"Kita keluar sekarang pak?!"


"Saya boleh ngomong dengan teman saya sebentar?"


"Silahkan".


"Saya dengar pasien yang koma harus sering-sering diajak ngobrol agar segera sadar", ucapan Abu dijawab anggukan kepala oleh perawat.


"Betul, seperti itu juga yang kami pelajari dan kami buktikan", lebih lanjut perawat itu menjawab. Perawat tersebut memberi ruang untuk Abu melangkah lebih dekat ke arah brangkar. Lalu Abu mendekati sosok Hary yang berbaring. Setengah membungkuk dia tempelkan bibirnya di telinga Hary.


"Har, kalo kamu masih seperti ini terus, biarkan aku yang menjaga dan menemani Rainy. Kasian dia, karena sudah terlalu lama Rainy menjanda. Aku siap menjadikannya istri ke 2 ku atau selingkuhanku. Lebih lama kamu tertidur seperti ini, itu lebih baik. Aku balik dulu, besok kalo ada waktu aku ke sini lagi. Aku akan ceritain progress pendekatanku ke mantan istri pertamamu", ujar Abu tepat ditelinga kiri Hary dengan seringai liciknya.


"Mari sust kita keluar, saya rasa dah cukup saya ngobrol dengan Pak Hary hari ini".

__ADS_1


Abu mengalihkan pembicaraan pada perawat tersebut, namun tatapan matanya masih terus menelisik pada sosok Hary. Sementara tubuh yang ditatapnya masih sama seperti semula. Tak ada perubahan sama sekali.


__ADS_2