Kenapa Harus Selingkuh?

Kenapa Harus Selingkuh?
EPISODE 48


__ADS_3

Di sini lah Emily sekarang beŕada. Duduk di salah satu kursi food court di sebuah Mall Besar di Kota Solo. Di meja nya terhidang 2 porsi pempek, teh gardoe, juga 3 gelas kopi hitam. Jika dalam kondisi seperti itu, biasanya Emily melampiaskannya pada makanan pedas dan kopi hitam. Sembari menikmati pempek nya, mata Emily nyalang menyapu setiap sudut meja. Banyak sekali pengunjung yang menghabiskan waktu makan siang nya di Mall Besar ini. Ada beberapa remaja yang terlihat tengah seru berdiskusi di sela makan siang nya. Sepertinya mereka sekelompok Mahasiswa yang tengah nugas kampus. Banyak juga pengunjung yang mengajak lengkap keluarga nya untuk shopping yang di akhiri dengan makan siang di food court itu.


Emily terus mengedarkan pandangannya, dia yakin di tempat seperti ini pasti ada sosok-sosok lelaki yang bisa di ajak nya kerjasàma untuk menuntaskan kabut gairah yang terus mengganggu akal sehat nya. Emily menyuapkan potongan-potongan pempek ke mulut nya sambil terus matanya menyapu seluruh sudut food court itu. Mencoba mencari celah sudut-sudut yang belum terekam sempurna netra nya. Hingga akhirnya tatapannya beradu dengan seorang lelaki yang berpenampilan santai namun sangat rapi. Kaos abu-abu yang press body, kacamata yang sengaja di letakkan di atas kepalanya menyisirkan beberapa bagian rambut nya. Jam tangan mewah di tangan kirinya. Jangan lupakan tangan yang terlihat bersih terawat tengah memainkan ponsel pintarnya. Memutar pelan ponsel itu dengan tangan kanannya, namun tatapan matanya begitu teduh menatap Emily yang di sertai dengan sesekali lidahnya yang sengaja dikeluarkan untuk sekedar membasahi bibir bawahnya. Emily membalas nya dengan sedikit menggigit bibir bawah nya, dengan tatapan yang dibuat nya begitu menggoda.


Selang beberapa saat kemudian lelaki tampan itu tersenyum, lalu mengangguk ke arah Emily. Emily membalasnya dengan senyuman dan gigitan-gigitan menggoda di bibir bawah nya. Lalu memejamkan matanya dengan sangat perlahan disertai gerakan kepala sedikit ke atas. Sebagai isyarat ajakan perkenalan dan persetujuan untuk memulai aksi mereka.


Lelaki itu segera menghampiri Emily masih dengan senyum yang terkembang sempurna. Emily menyambutnya dengan kerlingan nakal.


"Kursi ini kosong?", tanya lelaki itu setelah sampai di meja Emily.


"Ya, dan kamu boleh menempatìnya kapan pun kamu mau", jawab Emily menggoda.


"Butuh berapa hari?" Lelaki itu bertanya tanpa basa-basi.


"Dua hari full, sanggup?" Tantang Emily sambil membusungkan buah dada nya.


Lelaki itu tersenyum melihat tingkah Emily yang sepertinya telah terselimuti kabut gairah.


"Sanggup yang penting sesuai dengan tarif", sambil tangan nya mulai menyentuh paha mulus Emily yang hanya mengenakan hot pan. Mendapat serangan mendadak tentu saja membuat Emily blingsatan. Tubuhnya mulai sedikit terangkat merasakan getaran-getaran panas yang menjalar di sekujur tubuh nya. Melihat lawan main nya sudah tak dapat menahan gairah, lelaki itu membisikan sesuatu di telinga Emily. Lalu menyudahi serangan mendadaknya, dan tangan kirinya mengambil sendok yang tergeletak di mangkuk pempek palembang, menyuap nya tanpa permisi.


"Ya..berapapun yang kamu minta aku penuhi. Yang penting jangan kecewakan aku".


Jawab Emily dengan jemari yang sengaja dimain kan di atas cangkir kopi pahit nya.

__ADS_1


"Kita lihat seberapa kuat kamu mampu menandingi pusaka ku", kembali lelaki itu berbisik lalu ikutan menyeruput kopi pahit milik Emily.


"Ayo, kita buktikan sekarang". Tampak Emily telah tak lagi bisa menahan gejolak panas yang menjalar dahsyat di tubuh nya. Dia masa bodoh dengan tatapan jijik beberapa pengunjung Food Court yang melihat ke vulgar an tingkah nya di tempat umum.


"Ya, sepertinya kamu sudah tak bisa menahan diri lagi untuk segera terbang ke awan", goda lelaki itu. Lalu segera dia merangkul Emily, melingkarkan tangan kekar nya pada bagian belakang Emily yang seksi itu. Sambil sesekali meremas halus, yang membuat Emily berkali kali men***** tak karuan.


Kedua pasangan dewasa itu segera berlalu meninggalkan food court menuju parkiran.


"Mobil mu di parkir di mana?" Lelaki itu bertanya sambil mencubit bibir merah Emily yang seksi.


"Aku gak bawa mobil, karena di sini aku hanya transit", jawab Emily sambil sebelah tangannya sengaja membuat gerakan-gerakan abstrak di dada bidang lelaki disamping nya.


"Baiklah kita pake mobil ku. Kamu menginap di mana?"


Setelah menjawab hotel tempat nya menginap, segera sepasang orang dewasa itu masuk ke dalam mobil Honda Jazz putih.


"Kalo kamu ingin bermain-main sebentar di sini, ada bonus yang harus kamu kasih ke aku. Karena itu di luar service dan di luar kesepakatan kita". Jawab lelaki itu dengan senyum smirik nya.


"Berapapun yang kamu minta aku setuju. Asal kamu bisa bikin aku tenang". Emily mengerling nakal.


Lelaki itu tersenyum, lalu mulai menyusupkan kedua tangan nya di dada Emily yang nampak begitu menantang. Emily menggelinjang menikmati setiap sentuhan tangan lelaki tak dikenal nya. Apalagi ketika tangan itu bermain nakal di sana.


"Kamu menyukai nya?'' Tanya lelaki itu nakal.

__ADS_1


"Lebih dari ini pun aku akan sangat menikmatinya", jawab Emily menggoda.


"Baiklah bersiaplah, karena kamu akan mendapatkannya", sambil tangan kekar itu menyingkap kaos Emily. Terlihatlah sebuah gundukan besar yang menantang. Lelaki itu sengaja menyetel lursi Emily hingga tidur sempurna. Lalu mendorong tubuh Emily hingga posisi nya rebahan.


Segera lelaki itu melancarkan aksinya dengan menyentuh pipi Emily. Lalu jemarinya memainkan bibir Emily dengan gerakan-gerakan abstrak. Membuat Emily melenguh tak karuan. Tangan Emily pun tak kalah nakal nya, sengaja membuat gerakan-gerakan menggoda pada lawan jenis nya.


"Faster honey...do it", rengek Emily yang sudah terselimuti kabut gairah.


"No honey, kita bisa menyelesaiķan nya di hotel. Di sini tidak aman", bisik lelaki itu tepat ditelinga Emily dan mengakhiri pemanasan singkat nya. Segera dia bangkit dari posisi menindih tubuh Emily, membenarkan kaos nya telah tersingkap. Lalu berpindah duduk di depan kemudi. Sementara Emily masih tetap di posisi yang sama. Tiduran di atas kursi yang disandarkan sempurna. Membiarkan baju nya tersingkap ke atas dan memperlihatkan aset berharganya tanpa berniat merapikannya.


"Kamu berhenti di saat yang tidak tepat", gerutu Emily manja.


"Di area parkir ini terlalu berisiko. Kalo sampai terjadi guncangan di mobil ini akan menarik perhatian banyak orang. Karena kalo aku sudah bermain, tak ada yang sanggup menghentikan ku".


Sebelum menyalakan mobil nya lelaki itu sengaja mengusap bibir Emily dengan kedua tangan kirinya. Emily yang mendapat serangan mendadak tentu kaget dan melenguh di luar kendali. Namun hanya sekejap, karena lelaki itu segera menarik tangan nya dan tersenyum puas saat melihat lawan mainnya benar-benar tak mampu menahan godaan-godaan singkat nya.


"Sudah berapa lama kamu tak menikmati sentuhan-sentuhan seperti ini?" Tanya nya vulgar tanpa tedeng aling-aling.


"Hampir 4 hari", jawab Emily jujur.


"Heemmm , baru 4 hari kamu sudah seperti ini. Apalagi kalo sampai sebulan, pasti kamu sudah gila. Tapi jangan kwatir, selama bersama ku kamu tidak akan aku biarkan lepas kecuali untuk urusan bersih-bersih diri".


Telah seperti pasangan halal saja, lelaki itu bicara tanpa malu. Emily tersenyum jahil...

__ADS_1


"Aku tak yakin kamu sanggup mengimbangiku".


"Kita lihat saja cantik, siapa yang kalah dan siapa yang menang", ujar lelaki itu sambil mengendarai mobil nya keluar area parkir.


__ADS_2