Kenapa Harus Selingkuh?

Kenapa Harus Selingkuh?
EPISODE 32


__ADS_3

Episode 32


Sebuah pertanyaan yang dilontarkan Hary adalah sebuah pertanyaan yang Hary ketahui pasti


"Karena kasus mu ada kaitannya dengan pencurian hasil produksi perusahaan kita", jelas Abu yang bisa membuat Hary makin melotot mendengar nya.


"Apa? Bisa kamu ulangi sekali lagi apa yang baru saja kamu bilang?"


Serasa Hary tak percaya pada apa yang di-dengar nya.


"Kecelakaan itu tidak bikin kamu tiba-tiba jadi tuna rungu kan Har?"


Ada nada jengkel dalam kalimat yang keluar dari mulut Abu.


"Tentu tidak, aku hanya ingin memastikan bahwa apa yang aku dengar tidak salah", jelas Hary.


"Ya berarti kamu denger apa yang aku katakan"tegas Abu tanpa bermaksud mengulangi ucapannya lagi.


"Susah banget sih buat ngulangi ucapanmu yang tadi".


Hary menggerutu, namun hal itu tidak juga membuat Abu mengulangi apa yang telah dikatakannya tadi. Abu hanya diam menatap Hary tanpa expresi.


"Kalo kamu lelah, kamu bisa pulang lebih awal".


Lalu Abu bangkit karena jam di dinding ruangan Hary telah menunjukkan pukul 09.20. Artinya 10 menit lagi karyawan Shift 1 kloter 1 jadwal istirahat. Abu hendak menge-cek persiapan anak buah nya untuk men-service karyawan yang akan segera istirahat makan.


"Lagak mu kayak yang punya kantor aja".


Sambil bersungut-sungut Hary balas menatap Abu dengan ujung matanya. Abu tertawa, tapi tawa Abu segera sirna ketika melihat beberapa aparat kepolisian tengah berjalan mendekat ke arah ruangan Hary dengan diantar Diana, reception cantik blesteran Arab itu.


"Sepertinya akan ada info penting", ujar Abu pelan, namun bisa didengar oleh Hary.


"Info penting apa?" tanya Hary. Yang dijawab dengan gerakan dagu Abu ke arah depan dan tatapan matanya yang menembus jendela kaca ruangan Hary. Hary mengikuti arah tatapan Abu. Dia pun melihat beberapa aparat kepolisian tengah berjalan di lorong ruangan Hary. Selang berapa detik kemudian dua orang lelaki dewasa itu saling pandang. Karena dugaan mereka salah. Aparat kepolisian itu tidak menuju ke ruangan Hary, tapi masih lurus berjalan melewati ruangan Hary. Tanpa komanda, Abu segera mendekat ke arah jendela. Mengintip ke mana gerangan rombongan itu berhenti. Dan Abu terbelalak, ketika melihat rombongan aparat itu berhenti di depan ruangan Deni. Mengetuk pintu nya sedikit kencang.

__ADS_1


"Bu, ada apa? Polisi -polisi tadi ke mana?"Hary yang penasaran tapi kesulitan bergerak hanya bisa menunggu Abu menjawab pertanyaan nya. Tapi Abu bukanya menjawab pertanyaan Hary, dia justru menempelkan jari telunjuknya di depan mulut, sebagai isyarat agar Hary diam. Beruntung kaca ruangan Hary termasuk yang spesial, karena hanya bisa melihat ke luar ruangan. Sementara dari luar ruangan-nya tidak bisa melihat ke dalam. Abu makin ternganga dengan ekspresi yang sulit digambarkan. Dan itu betul-betul membuat Hary penasaran. Sekuat tenaga, Hary mencoba bangkit dari duduknya. Dan ketika dia berhasil bangun, Hary pun jadi terpaku di tempatnya berdiri. Tampak rombongan aparat itu mengawal Deni keluar dari ruangan. Hary kalah cepat dengan Abu, karena Abu terlebih dahulu membuka pintu dan bertanya pada salah seorang aparat polisi yang kebetulan berjalan paling belakang. Hary tak dapat mendengar percakapan mereka, karena Abu telah menutup pintu ruangannya.


2 Hari Kemudian.


Darah Hary terasa mendidih, geram di hati. Mungkin wajah di depan nya akan dibuat nya babak belur jika tidak ingat di mana saat ini dia berada. Sungguh dia tak menyangka bahwa dia adalah orang dibalik semua kekacauan yang timbul di perusahaannya.


"Kamu benar-benar keterlaluan", terdengar nada geram dalam kalimat yang Hary ucapkan.


"Siapa maksudmu? Aku atau kamu? Kalo aku keterlaluan, terus kamu apa?" Senyum sinis Deni terkembang.


"Apa maksudmu Den?!" Sentak Hary penuh emosi. Sungguh dia tak tahu apa maksud ucapan Deni.


"Masih untung kecelakaan itu tidak menewaskan kamu. Padahal aku ingin kamu tewas dalam kecelakaan itu dengan sangat hina dan mengerikan", jawab Deni seolah memendam amarah.


"Apa salahku, sampai kamu membenci seperti ini? Aku tak pernah punya masalah denganmu". Hary meradang.


"Karena kamu telah merebut posisi yang seharusnya jadi milikku".


Hary menemukan aura membunuh di sana. Kilatan kebencian yang luar biasa dalam.


Hary hanya geleng-geleng kepala.


"Karena kamu bodoh", sentak Deni sengit. Hary teringat ucapan Aparat Polisi yang tadi memanggilnya.


Flash back on


"7Dari hasil penyelidikan kami ditemukan bukti bahwa Pak Deni adalah otak sabotase mobil Bapak".


Jelas aparat polisi saat itu.


"Apa? Tapi kenapa?"


Hary tersentak, karena dia tak menyangka Deni tega melakukan perbuatan keji itu.

__ADS_1


"Karena rencana Bapak untuk memasang kamera cctv akan menghalangi Pak Deni untuk memuluskan aksinya".


"Maksudnya pak?"


Hary makin bingung dengan penjelasan seorang Aparat Polisi tersebut.


"Ya, sebenarnya pencurian yang terjadi di perusahaan tempat Bapak bekerja adalah Pak Deni.."


"Apa?!" Hary berteriak setengah tak percaya bahwa Deni akan melakukan hal kotor itu.


"Ya, selama ini Pak Deni lah otak dari semua pencurian di PT Persada Multifotuna. Karena kelihaian Pak Deni kasus itu belum pernah terungkap. Tapi berawal dari sabotase mobil Bapak, kasus besar ini jadi terungkap", jelas Aparat Polisi itu dengan gamblang. Hary hanya bisa duduk terdiam, sungguh otaknya belum mampu mencerna semua ucapan Aparat Polisi itu. Semua terlalu mengejutkan.


Flash back off


"Berarti selama ini kamu otak pencurian di perusahaan kita?"


Hary masih setengah tak percaya. Orang yang terlihat baik dan kalem itu ternyata seorang pencuri berdarah dingin. Bahkan hanya sekedar ingin memuluskan rencananya dia tega berniat menghabisi nyawa temannya sendiri.


"Kamu baru sadar? Sayangnya kamu terlalu ikut campur urusanku jadi terpaksa aku juga harus menyingkirkan mu. Tapi nasib baik rupanya berpihak padamu, jadi kamu bisa lolos dari maut".


Kata-kata yang keluar dari bibir Deni terasa teramat menyakitkan buat Hary. Hary hanya bisa mencengkeram erat tangannya melampiaskan rasa jengkel yang terasa sampai di ubun-ubun.


"Kamu bener-bener keterlaluan Den".


Ucapan Hary hanya di balas senyum sinis oleh Deni.


"Seandainya kamu tidak berencana untuk memasang kamera CCTV (Closed Circuit Television) di pintu Despacth mungkin pertemanan kita tidak perlu berakhir seperti ini".


Hary merasakan kata-kata Deni yang masih penuh aura dendam. Tatapan membunuh itu masih jelas terpancar dari netra Deni.


"Katakan, dari mana kamu tahu kalau aku berencana memasang CCTV?"


"Hanya orang bodoh seperti kamu yang menanyakan hal konyol itu", senyum meremehkan kembali di terima Hary saat Deni menjawab pertanyaannya.

__ADS_1


"Aku memang bodoh karena tidak menyadari ada ulat dalam selimut. Tapi aku rasa kamu lebih bodoh lagi, karena niat mu menyingkirkan aku gagal", Hary tak mau kalah. Karena dari tadi Deni selalu mengatakan bahwa dia bodoh.


__ADS_2