Kenapa Harus Selingkuh?

Kenapa Harus Selingkuh?
EPISODE 40


__ADS_3

"Kamu bisa percaya padaku dek. Aku benar-benar ingin memperbaiki hubungan ku dengan anak-anak ", ujar Hary meyakinkan. Rainy terdiam cukup lama, Hary pun tak tahu harus bicara bagaimana lagi untuk meyakinkan mantan istri nya itu tentang kesungguhannya memperbaiki semua yang telah hancur.


"Baiklàh mas kalau memang kamu serius, aku akan membantumu. Aku nanti yang akan mengatur pertemuan mu dengan Mitha. Jadi jangan berbuat apa-apa sebelum aku menghubungimu", putus Rainy akhirnya. Hary mengangguk.


"Terimakasih dek, aku benar-benar mengandalkan mu", ujar Hary lalu mencoba hendak menggenggam tangan Rainy. Namun Rainy buru-buru menghindar dengan menarik tangannya.


Hary tersenyum kecut.


"Maaf mas, kita fokus pada tujuan awal oertemuan ini", ujar Rainy beralasan.


Hary mengangguk meski jiwa jomblo nya meronta-ronta. Bertepatan dengan seorang pramusaji yang datang membawa pesanan mereka. Sejurus kemudian kedua makhluk ciptaan Allah itu tenggelam dalam menikmati menu makan malam Restoran Tepi Sawah itu.


2 jam kemudian.


Rainy melepas jas hujan nya setelah memasukkan motor matic nya di dalam garasi kecil samping rumah nya. Yang hanya muat 2 motor. Kemudian segera dia membuka kunci pintu yang langsung menghubungkan nya ke dapur. Hujan malam ini sangat deras, dan sepanjang perjalanan tadi Rainy melajukan motor nya dengan sangat hati-hati dengan kecepatan tak lebih dari 50 km / jam. Sebenarnya Hary menawarkan diri untuk mengantar nya pulang, nàmun Rainy menolaknya. Karena Rainy masih merasa risih jika terlalu dekat dengan Hary. Setahu Rainy dia harus menjaga jarak. Karena status mereka yang sudah bukan pasangan suami istri.


Saat membuka pintu rumah nya, Rainy menemukan kondisi rumah nya yang sepi. Karena anak-anak nya belum ada yang pulang. Harusnya jam segini, Mitha sudah pulang. Mungkin karen terjebak hujan, jadi Mitha memutuskan untuk menunggu hujan sedikit reda. Sementara untuk Alfa, Rainy mengira kemungkinan besar urusannya belum selesai.


Rainy meraih gelas keramik nya, menuangkan air hangat. Lalu meminumnya secara perlahan. Di buka nya tudung saji di meja makan. Ada oseng ilu-ilu di campur taoge dan tahu putih, telor dadar kering dan krupuk udang. Menu sederhana namun spesial itu adalah menu favorit Alfa. Rainy menutup tudung saji itu, ketika ponsel nya berbunyi. Tanda panggilan masuk lewat aplikasi sosial media.

__ADS_1


"Assalamualaikum..", sapa Rainy ketika tombol hijau telah di geser ke atas. Namun Rainy tak begitu memperhatikan nama pemanggil di ponsel nya.


"Walaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh", balas suara di seberang.


"Sudah sampai rumah dek?", tanya suara di seberang. Terasa, Rainy sangat kenal suara itu. Segera ponsel itu di jauhkan dari telinga nya demi melihat nama yang tertera di sana. Benar dugaannya ternyata sang penelfon itu adalah Hary. Ketika tertera nama : Pak Hary, di ponsel nya, Rainy hanya dapat menarik nafas panjang.


"Alhamdulillah sudah. Bapak udah nyampe rumah juga?"


Tanya Rainy basa-basi. Sengaja dia sematkan kata 'Bapak' ketika menjawab pertanyaan Hary, semata hanya untuk menjaga hati nya agar tidak terlena oleh perhatian Hary.


"Alhamdulillah udah dek. Tapi rasanya sepi banget. Dulu kalo aku pulang kerja ada kamu dan anak-anak yang menyambutku. Capek ku ilang, dengan liat senyum kalian. Sekarang sepi, rasanya jdi ga betah di rumah", ujar Hary sambil melihat langit-langit kamar tamu. Terdengar tawa kecil Rainy singgah di telinga Hary.


"Ah itu hanya rasa sesaat saja mungkin. Kenapa Bapak tidak mencoba mencari Emily saja? Mungkin saat ini dia juga merasakan apa yang Bapak rasakan".


"Apa kamu ga ngerasa kesepian dek?"


Pancing Hary. Rainy menghela nafas


"Ada anak-anak yang meramaikan rumah ini. Dan juga kesibukan saya ngurusin warung nasi uduk gak pernah bikin saya merasa kesepian pak".

__ADS_1


Rainy masih berusaha menjaga jarak. Dia sengaja tidak memanggil Hary dengan sebutan Mas ketika komunikasi mereka secara on line.


"Apa kamu bener-bener ga mau rujuk dek?"


"Maaf pak, saya kan sudah bilang, kita ini sudah tua. Usia Alfa sudah pantas untuk menjadi seorang suami yang bertanggung jawab. Lebih baik kita mementingkan urusan anak-anak kita daripada kita sibuk dengan memikirkan urusan kita".


Jawaban Rainy bagai skak matt terdengar di telinga Hary. Seperti nya tak ada celah untuk Hary meraih kembali hati Rainy. Terlalu kokoh Rainy membentengi hati nya.


"Ada yang ingin Bapak sampaikan lagi? Kalo tidak ada, saya tutup dulu ya telfon nya. Saya belum sholat isya'. Dan sebentar lagi anak-anak pulang, saya harus menyiapkan makan malam anak-anak".


Penolakan halus Rainy untuk memperpanjanh obrolan dengan Hary, membuahkan kecewa yang dalam di hati Hary.


"Aku kangen saat-saat seperti itu dek. Makan masakanmu, jalan-jalan bareng anak-anak. Ah...", Hary men****, tumpukan kecewa dan penyesalan telah menyelimuti hati nya.


"Sudah dulu ya pak, kayaknya anak-anak sudah pulang. Sy tutup dulu. Assalamualaikum...".


"Sebentar dek...", potong Hary cepat sebelum Rainy benar-benar mematikan sambungan telfon mereka.


"Apa lagi?" Tanya Rainy jengah sambil memutar bola matanya malas. Meski Hary tak melihat, namun Hary mampu merasakan kejengkelan dalam nada ucapan Rainy.

__ADS_1


"Bantu aku untuk bisa mendapat maaf dari anak-anak ya", terdengar nada memohon di sana


"Insyaallah. Assalamualaikum", jawab Rainy, lalu segera mematikan sambungan telfon nya. Rainya memegang dada nya yang deg deg an. Serasa jantungnya berdetak lebih cepat dari biasa nya. Dia berusaha menekan gejolak aneh di dadanya, karena yang dia tahu dia tidak boleh jatuh di lubang yang sama. Perselingkuhan Hary di masa lalu amat pahit jika dijadikan memory. Oleh karenany, dia tidak mau pengalaman pahit itu terulang lagi. Bahkan dia sangat menjaga agar kenangan buruk itu tak berani mendekat ke arah nya. Rainy harus benar-benar menutup semua akses ke arah itu.apapun yang terjadi yang pasti semua hal buruk itu tak boleh mendekat. Rainy hanya terdiam duduk.di meja ruang makan, sambil berharap anak-anak nya segera pulang. Dia tidak ingin sendiri dalam kondisi seperti ini, agar otak nya tak traveling ke mana mana. Akhir nya untuk mengusir kejenuhan, Rainy melangkah ke ruang tengah yang sempit. Menyalakan televisi nya dan menikmati acara yang di suuguhkan oleh stasiun televisi. Rupanya ada acara yang paling di gemari nya yaitu Acara Kuis Family 100. Acara yang telah di bawakan host kondang dari waktu ke waktu. Dulu ada yang namanya Sony Tulung, sekarang presenter muda tapi tak terlalu muda. Irfan Hakim, host favorite Mitha di acara Hafidz Indonesia.


__ADS_2