
Pagi-pagi sekali Resti sudah bangun ia juga sudah menyiapkan sarapan pagi untuk anak dan suaminya. Resti membuat kan nasi goreng mentega kesukaan anak dan suaminya.
Setelah selesai sarapan Erga dan Bella berangkat. Erga berangkat ke kantor nya tapi sebelum itu ia mengantar Bella dulu ke sekolah nya.
"Ma, Bella berangkat ya." pamit Bella
Resti mencium pipi kiri dan kanan Bella setelah itu ia menyalami tangan suaminya.
"Kita berangkat! oh iya hari ini aku pulang agak telat aku ada lembur di kantor. Nanti kamu gak usah nungguin aku, kamu tidur aja duluan.'' pesan Erga kemudian ia pergi bersama Bella
Resti hanya mengangguk, kemudian ia ikut mengantar suami dan anak nya sampai ke depan pintu. Resti mematung menatap suaminya itu, biasanya Erga selalu mencium kening nya sebelum ia berangkat bekerja. Tapi, kali ini ia kebiasaan nya itu sudah tidak ia lalukan semenjak badan nya menjadi gendut.
"Kamu kenapa berubah sih Mas, apa karena aku tidak menarik lagi sampai kamu melupakan kebiasaan kamu." ucap Resti dalam hati setelah itu ia menutup pintu dan masuk.
Setelah mengantar Bella Erga berangkat ke kantor nya. Tiba di kantor Erga langsung menuju ruangan nya. Di sana sudah ada Kiara sekretaris nya menunggu dirinya.
"Kiara? Ada apa kamu di ruangan saya?" tanya Erga
"Begini Pak Erga saya di jodoh kan sama orang tua saya. Jadi saya memutuskan untuk berhenti bekerja, karena calon suami saya tidak mengizinkan saya bekerja lagi. Dan ini surat pengunduran diri saya." jelas Kiara ia lalu meletakkan surat pengunduran dirinya di atas meja bos nya.
"Kenapa kamu baru kasih tau sekarang?" tanya Erga
"Maaf Pak, kemarin saya mau kasih tau Bapak tapi Bapak nya gak masuk. Tapi Bapak tenang aja saya sudah mencari sekretaris baru untuk menggantikan saya. Kebetulan hari ini dia akan datang ke sini." jelas Kiara
"Ya udah, tapi sekretaris baru itu kerja nya bagus kan? saya gak mau punya sekretaris yang lemot dan tidak jujur." tanya Erga
"Bapak tenang aja, sekretaris baru yang saya rekomendasi kan ke Bapak, kerja nya bagus dan cekatan. Jadi saya yakin Bapak pasti suka." jawab Kiara yakin
"Ya udah kamu boleh keluar." ucap Erga lalu ia duduk di kursi kebesaran nya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian seseorang mengetuk pintu ruangan Erga.
"Iya masuk!" ucap Erga yang tetap duduk di kursi kebesaran nya.
Mata Erga terbelalak melihat seseorang yang masuk ke ruangan nya. Wanita itu adalah Sisca istri dari Deri sahabat nya.
"Sisca? ada apa kenapa kamu bisa ke kantor saya?" tanya Erga bingung
"Saya ke sini mau melamar pekerjaan sebagai sekretaris. Kiara yang menawarkan pekerjaan ini pada saya. Apa masih bisa saya melamar di sini?" tanya Sisca
Erga terdiam Sisca model cantik dan kaya melamar ke kantor nya untuk menjadi sekretaris. Padahal ia bisa saja bekerja di perusahaan Papa nya, tapi kenapa ia melamar di sini. Erga tak percaya Sisca wanita cantik yang dari kemarin selalu terbayang di pikiran nya, sekarang ada di hadapan nya.
"Silakan duduk. Kebetulan saya lagi cari seorang sekretaris baru. Kamu saya terima bekerja di sini." jawab Erga dengan menatap Sisca dengan wajah senang. Karena wanita yang selalu terbayang di pikiran nya ada di hadapan nya.
"Beneran saya di terima kerja di sini?" tanya Sisca tak percaya
"Sebenarnya Papa sudah menyuruh saya buat berkerja di perusahaan nya. Tapi saya tolak, karena saya mau mencari pengalaman baru jadi saya memilih bekerja di perusahaan lain. Dan ini juga saran dari suami saya Deri. Katanya dia kasian sama saya yang di rumah sendirian. Jadi suami saya menyuruh mencari pekerjaan biar tidak bosan di rumah. Dan juga biar saya ada kerjaan. Kebetulan saya juga sudah tidak lagi jadi model." jelas Sisca
"Oh gitu. Ya udah mulai besok kamu boleh bekerja di sini.'' jawab Erga
"Makasih kalau gitu saya permisi." jawab Sisca
"Tunggu! Apa boleh saya minta nomor telepon kamu?" tanya Erga sebelum Sisca keluar dari ruangan nya.
Sisca mengangguk lalu ia mengambil kartu nama nya di tas. Lalu ia memberi kan nya pada Erga.
"Makasih...." Jawab Erga sembari mengambil kartu nama di tangan Sisca
"Sama-sama." jawab Sisca lalu ia keluar dari ruangan bos baru nya itu.
__ADS_1
"Sisca cantik banget! beda sama Resti udah gendut gak bisa dandan lagi." ucap Erga setelah Sisca pergi.
......................
Resti lagi berada di depan sekolah anak nya Bella, ia lagi menunggu Bella keluar dari kelas nya. Sembari menunggu Bella ia membeli makanan yang berjejeran di depan sekolah nya Bella. Setelah membayar makanan yang ia beli, Resti berdiri di depan gerbang sekolah.
Namun saat ia lagi asyik mengobrol tiba-tiba Ibu-Ibu yang juga menunggu anak nya datang dan menghampiri Resti.
"Buk, jangan sering-sering beli jajan di situ nanti Ibu tambah gendut!" celetuk Ibu-Ibu yang ada di sana.
Resti berhenti memakan makanan yang ia beli, ia menatap Ibu-Ibu yang ada di samping nya.
"Iya benar itu Buk, Ibu harus jaga badan Ibu. Kalau Ibu makan terus nanti Ibu tambah gendut. Terus kalau Ibu gendut nanti suami Ibu berpaling dari Ibu. Kita sebagai istri harus bisa rawat badan kita, nanti kalau kita gak bisa rawat badan kita. Suami kita akan bosan sama kita dan berpaling dengan wanita lain." sambung Ibu-Ibu satu lagi
Resti terdiam perkataan Ibu-Ibu itu ada benar nya juga. kalau dia makan terus tubuh nya semakin berisi. Dan jika tubuh nya bertambah gendut suami nya pasti akan bosan dengan dirinya.
"Berarti mulai hari ini aku harus diet." ucap Resti dengan bersemangat
Setelah menunggu beberapa menit bel sekolah berbunyi dan bella pun keluar dari sekolah nya.
"Mama? teriak Bella lalu memeluk Mama nya itu dengan erat.
"Sayang, gimana tadi nya sekolah nya?" tanya Resti pada Bella
"Seru kok Ma." jawab Bella dengan wajah sedih
Resti menatap wajah Bella, dia melihat wajah Bella terlihat sedih. Bella yang biasa ceria tapi kali ini ia terlihat sedih. Resti ingin menanyakan ada apa dengan Bella, tapi di urung kan nya karena banyak Ibu-Ibu yang masih berada di sana.
"Ya udah yuk kita pulang." ajak Resti dan Bella menurut mereka pun naik ke mobil dan Resti pun dengan segera melaju kan mobil nya ke arah rumah.
__ADS_1