
Bella lagi berdiri di dekat gerbang sekolah nya. Sudah lebih dari satu jam ia menunggu Mama nya. Namun Resti tak kunjung datang menjemput nya.
"Mama kemana sih kok gak datang-datang jemput aku." ucap Bella dengan nada khas anak kecil
Sementara itu Resti lagi mengendarai mobil nya menuju sekolah nya Bella. Karena kejadian tadi membuat ia hampir lupa menjemput Bella. Dengan cepat ia melaju kan mobilnya. Hingga akhirnya Resti tiba di depan gerbang sekolah. Resti turun dari mobil dengan tergesa-gesa ia sangat khawatir dengan keadaan Bella. Namun apa yang ia lihat Bella sudah tidak ada di sana.
"Bella kamu di mana sayang?" Resti sungguh cemas Bella anak nya tidak ada di sana. Ia kemudian menanyakan kepada satpam penjaga sekolah tersebut.
"Maaf Pak, apa Bapak lihat Bella tadi?" tanya Resti pada satpam penjaga sekolah
"Oh Bella, tadi dia sempat menunggu Ibu di sini, tapi tak lama kemudian Papa nya datang menjemput nya." jawab Pak satpam
"Oh gitu makasih ya Pak." jawab Resti kemudian ia masuk ke mobil menuju rumah nya.
...----------------...
"Pa, Tante itu siapa kok Tante itu bisa sama Papa?" tanya Bella sembari menjilat es krim yang di beli Erga untuk nya.
"Oh Tante tadi dia teman Papa." jawab Erga
"Oh gitu, Tante itu baik ya Pa, dia beli kan aku banyak banget mainan. Aku suka deh sama Tante itu. Tante nya baik." puji Bella pada Sisca yang membelinya banyak mainan.
__ADS_1
Erga tersenyum bahagia dia senang mendengar Bella memuji Sisca selingkuhan nya itu.
"Pa, kita langsung pulang kan?" tanya Bella
"Iya, habis ini kita langsung pulang tapi Bella habis kan dulu es krim nya." jawab Erga yang lagi duduk menatap Bella.
Setelah Bella selesai makan es krim, Erga pun mengajak Bella pulang ke rumah. Tak butuh waktu lama Erga menyetir mobil nya, akhirnya mereka sampai di rumah.
Di depan teras Resti sudah menunggu mereka. Wajah Resti sangat cemas ia takut jika terjadi apa-apa sama Bella.
"Mama...." teriak Bella sembari berlari menghampiri Mama nya.
"Bella kamu masuk dulu ya ke dalam, Mama mau bicara dulu sama Papa." perintah Resti pada Bella dan menurut ia kemudian masuk ke dalam rumah.
Erga mencengkram tangan Resti "Kamu kemana aja dari tadi, kamu tau Bella sudah satu jam menunggu kamu di sekolah nya, sampai dia kelaparan tapi kamu gak datang-datang. Untung tadi aku lewat kalau enggak Bella hampir pingsan karena kelaparan."
Resti sungguh kaget mendengar Bella hampir pingsan karena kelaparan menunggu diri nya.
Ia tau ia salah tapi Erga juga salah karena dirinya selingkuh, Resti jadi mengikuti nya dan lupa menjemput Bella.
"Mas, kamu juga salah di sini bukan cuma aku yang salah." balas Resti membuat Erga mengernyit keningnya bingung.
__ADS_1
"Kenapa kamu jadi nyalahin aku, kan tugas menjemput Bella itu kamu. Kamu itu gak becus tau gak jadi seorang istri, udah gendut, gak bisa dandan terus gak bisa ngurus anak lagi. Kalau kamu begini terus mana ada suami yang bisa bertahan sama kamu!" ucap Erga membuat Resti seketika menitik kan air matanya karena ucapan dari Erga yang menyakiti hati nya.
"Mas, aku lupa jemput Bella itu gara-gara kamu. Gara-gara aku ngikutin kamu sama wanita itu." balas Resti dengan suara sedikit berteriak.
Erga terdiam mendengar nya, sekarang Resti sudah mengetahui hubungan nya dengan Sisca. Ia tak bisa berbohong lagi sama Resti.
"Kenapa kamu diam, jawab aku Mas dia siapa nya kamu?" pekik Resti
"Dia Sisca selingkuhan aku. Kamu tau kenapa aku selingkuh, karena aku udah bosan sama kamu. Kamu itu gendut gak bisa dandan beda sama Sisca cantik, langsing, pintar dandan lagi." jawab Erga dengan santai ia tak memikirkan perasaan istri nya itu.
Resti sangat kaget mendengar jawaban dari suaminya itu. Dengan tega nya suaminya menghina dirinya dan memuji wanita lain didepan nya. Seketika air mata Resti menetes penghinaan dari suaminya itu sungguh membuat hati nya sakit.
"Tega kamu Mas sama aku." ucap Resti lalu masuk ke dalam meninggalkan Erga.
Erga mematung perkataan dirinya telah menyakiti hati istri nya. Tak seharusnya ia berkata seperti itu di depan Resti dan memuji wanita lain di depan nya. Tapi bagaimana lagi apa yang ia katakan emang benar ada nya. Resti emang gendut beda sama Sisca yang langsing.
"Ah sudah lah ngapain juga aku mikirin perasaan Resti, biarkan aja emang benar kok apa yang aku ucap kan." ucap Erga tanpa bersalah sedikit pun
Resti meringkuk duduk di atas ranjang perkataan suaminya tadi membuat hati nya sakit. Ia tak menyangka Erga suaminya tega menghina nya dan memuji wanita lain.
"Tega kamu Mas sama aku, cuma karena aku gendut kamu tega selingkuh dari aku. Aku hanya gendut Mas, kalau kamu mau aku kurus aku bisa kok diet. Tapi kenapa kamu harus selingkuh sih Mas? kenapa?" teriak Resti hari ini adalah hari di mana hati nya begitu sakit. Menyaksikan suaminya selingkuh serta penghinaan yang di ucap kan suaminya itu.
__ADS_1