
"Maaf kan aku ma", desis Hary dalam kesendiriannya. Yang bisa dilakukannya saat ini hanya menarik nafas panjang mencoba mengusir segala bayangan masa lalu nya. Di cobanya serilex mungkin, agar dia bisa segera tertidur meski sekejap untuk menghalau resah yang tiba-tiba hadir. Hingga akhirnya beberapa saat kemudian, terdengar nafas nya yang mulai teratur. Pertanda sang pemilik tubuh telah mulai terlelap.
Hary menggeliat, ketika indra pendengarannya menangkap suara ketukan halus di pintu ruangannya. Lelaki itu segera bangkit dari posisi tidurnya, melirik sekilas arloji yang melingkar di pergelangan tangannya.
'Ah baru jam 12.50 waktu istirahat masih 10 menit lagi',monolognya seorang diri. Tanpa dipersilahkan masuk, seseorang dibalik pintu telah terlebih dahulu membuka pintunya.
"Bangun...!!!", tegur suara itu sambil tangannya meraih saklar lampu. Ruangan yang awalny temaram kini berubah menjadi terang.
"Kamu selalu ganggu keasyikanku Bu", gerutu Hary sambil melayangkan buntelan tisyu ke arah Abu. Ya, lelaki yang mengetuk pintu itu adalah Abu.
"Kok soto nya gak kamu abisin? Kurang josz kah?"
Abu melirik mangkok soto yang masih separuh. Hary menggeleng.
"Soto mu enak, saking enaknya...jdi bikin aku keinget soto bikinan Rainy".
"Ya udah sih, napa kamu ga balikan sama Rainy aja?"
Seloroh Abu asal bicara.
"Aku juga lagi mikir ke situ", gumam Hary.
"Seriusan?"
Abu mendelik tak percaya.
"Kamu pikir....?"
Hary melotot jengah.
__ADS_1
"Tapi kalo kamu pengin balikan dengan Rainy, berarti Rainy harus nikah dulu sama lelaki lain. Setelah dia cerai sama lelaki itu baru kalian boleh nikah lagi", cerocos Abu.
"Apa itu harus?"
"Sependek pengetahuanku ya seperti itu. Karena Rainy uda kamu cerai, dan perceraian kalian syah di mata agama juga di mata hukum. Tapi aku punya ide jitu Har agar kamu bisa balikan ma Rainy".
"Apa?"
"Ijinin aku nikahin Rainy, kalo kami ga cocok dan cerai kan kamu bisa langsung rujuk sama dia", Abu menyeringai.
"Si***** kamu", sungut Hary kekhi.
"Ga ada cara lain. Cuma itu satu-satunya cara".
Abu mencoba menyakinkan teman dekatnya dengan seringai devil nya.
"Langkahi dulu mayatku, baru kamu bisa nikahi Rainy", ujar Hary geram. Abu tertawa melihat Hary yang tampak jengkel.
Abu mendorong Hary agar menjauh. Sementara yang didorong makin mendekat sembari membuka mulutnya lebar-lebar.
"Haaaaaa", Hary sengaja membuang nafas nya lewat mulut tepat di depan wajah Abu. Yang sontak membuat Abu menutup hidung.
"Dasar jorok, bau iler, bau jigong".
Abu mumukul bahu Hary, sebelum akhirnya mereka keluar ruangan. Hary menuju kamar mandi. Dan Abu berjalan ke arah pantry office. Bertepatan dengan datangnya Aji yang membawa nampan kosong.
"Maaf pak, saya mau merapikan piring dan gelasnya", ujar Aji meminta ijin pada sang pemilik ruangan. Hary hanya mengangguk. Dan Abu tersenyum sekilas ke arah Aji.
#
__ADS_1
#
Waktu sudah menunjukkan pukul 18.00 ketika Hary memutuskan untuk mengakhiri membaca laporan grafik pencurian yang terjadi di factory. File laporan dari departemant yang kehilangan barangnya karena di curi segera di rapikan. Sampai saat ini Hary masih belum mampu mengerucutkan tersangka pencurian itu. Setelah merasa semua file sudah rapi tertata di tempat nya, Hary segera melangkah keluar dari ruangan. Kantor nya sudah tampak sepi. Lampu-lampu sebagian besar telah dimatikan hanya beberapa lampu lorong yang sengaja di nyalakan. Biasanya jam 18.00 adalah saatnya istirahat kloter pertama untuk karyawan Shift 2. Ya waktu istirahat untuk karyawan factory memang di bagi dalam beberapa kloter. Hal itu dimaksudkan untuk menghindari antrian panjang karyawan di kantin. Mengingat perusahaan Asing itu memiliki karyawan bagian factory kurang lebih mencapai 1.600.000 karyawan. Yang sebagian besar Departemant nya dibagi dalam 3 shift jam kerja.
"Malam pak", sapa Scurity ketika Hary menghentikan mobil di dekat pintu gerbang kantor. Bagasi nya di buka oleh Scurity sebagai protokoler pengecekkan rutin. Setelah itu pintu penumpang dibuka oleh Scurity untuk di cek keseluruhannya.
"Clear. Terimakasih pak, hati-hati di jalan".
Ujar Scurity setelah rutinitas pengecekan selesai dilakukan.
"Hary hanya mengangguk, lalu melajukan kuda besinya membelah jalanan. Kumandang adzan Maghrib telah terdengar di sepanjang jalanan. Karena banyak masjid dan musholla di sepanjang jalan yang Hary lewati sebelum mobilnya masuk jalan tol. Ya, karena Hary lebih memilih pulang pergi lewat tol demi menghindari kemacetan. Mengingat jam 18.00 adalah waktu istirahat di Perusahaan yang memperlakukan kerja shift. Dan biasanya jalanan akan macet karena banyak karyawan yang mencari makan di luar jika perusahaan mereka tidak menyediakan kantin. Dan target para karyawan adalah jajanan atau warung makan kaki lima. Yang banyak tersebar di bahu jalan atau di trotoar. Jangan lupakan, bahwa perusahaan tempat Hary bekerja adalah daerah kawasan Industri.
Hary mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ketika sudah mulai memasuki jalan tol. Tak lupa sepanjang perjalanan dia mendengarkan musik dari radio mobilnya. Sambil sesekali bibirnya komat-kamit mengikuti syair lagu yang dihafalnya. Hary tersenyum seolah dia tengah melihat sesuatu yang membuatnya bahagia. Namun senyum itu seketika hilang disaat yang sama dia melihat sebuah mobil container oleng. Secepat mungkin dia menginjak pedal rem. Berkali-kali diinjaknya pedal rem lebih dalam. Namun kecepatan mobilny tidak berkurang sama sekali. Pikiran buruk menyelimuti hatinya.
'Ya Allah, rem ku blong', desis nya panik. Dia mencoba membunyikan klakson mobilnya, banting setir ke kiri dan ke kanan mencoba meminta jalan. Hary terus berusaha mengendalikan laju mobilnya yang benar-benar diluar kendali. Container oleng yang ada didepannya juga sama, tak tekendali. Hary memejamkan mata, pasrah dengan apa yang akan terjadi ketika jarak antara mobil nya dan container itu tinggal 50 meter.
Crreeeeettttt,
Bbbrrrrruuuuaaakkk
Dddduuuaaarrrttt
Ccchiiiittttssss
Ddddeeessshhhh....desssshhj
Buuuuurrrggghhh
Suara dentuman keras 2 buah mobil tak dapat terelakkan lagi. Disusul dengan suara benturan-benturan yang saling bersusulan. Suara derit ban yang beradu dengan aspal karena mendadak di rem. Lalu suara mobil menabrak pembatas jalan. Dan suara-suara klason yang bersahut sahutan seolah memberi tanda pada pengemudi di belakang nya agar mengurangi kecepatan. Kecelakaan beruntun telah terjadi di dalam tol dalam kota. Asap hitam tiba-tiba membumbung tinggi dari salah satu mobil korban kecelakaan. Kepanikan menyerang seluruh pengguna jalan tol di sekitar area kecelakaan.
__ADS_1
Bbbuuummmm
Tiba-tiba saja sebuah ledakan keras yang memekakkan telinga terdengar sangat menakutkan. Suara tangisan, erangan minta tolong, dan jerit ketakutan menambah suasana mencekam di sekitar lokasi kecelakaan. Selang beberapa lama, sirene mobil polisi dan mobil ambulan bersahutan datang dari arah yang berlawanan. Beberapa mobil pemadam kebakaran pun tampak mengambil bagian dalam proses evakuasi dan upaya memadamkan api. Jalan tol satu arah itu macet total, sebelum akhirnya beberapa polisi membuka akses jalan yang aman agar mobil- mobil tetap bisa melanjutkan perjalanannya.