Kenapa Harus Selingkuh?

Kenapa Harus Selingkuh?
EPISODE 25


__ADS_3

Semantara itu di sebuah ruko sederhana, tampak Rainy bersama putra-putri nya tengah menikmati makan malam-nya. Menu makan malamnya adalah kesukaan Mitha. Mendoan, sop makaroni dengan ayam suwir, sambel kecap dan kerupuk tersanjung. Nampak sekali betapa nikmat mereka menyantap hidangan itu.


"Ma besok masak soto ya. Jangan lupa, koya nya yang banyak", pinta Mitha dengan mulut yang penuh dengan nasi.


"Hei kalo makan jangan sambil ngomong. Telen dulu yang di mulut, baru ngomong".


Suara barito Alfa yang ditujukan pada Mitha hanya dibalas Mitha dengan leletan lidahnya. Yang sempat membuat Alfa geram pada adik semata wayangnya yang manja itu.


"Issshhh dikasih tau malah ngeledek".


Alfa bersungut-sungut.


"Sudah-sudah, habiskan makan malam kalian. Jangan ribut terus", lerai Rainya sembari membawa piring kosongnya ke tempat cucian piring. Kemudian dia duduk di ruang tengah yang merupakan ruang tamu merangkap ruang keluarga. Menyalakan televisi sambil menikmati salad buah yang sengaja disiapkànnya sebagai hidangan pènutup mulut. Rainy cukup terkejut ketika menyalakan televisi dan berita yang disuguhkan adalah peristiwa kecelakaan beruntun dalam tola dalam kota. Dengan korban meninggal 2 orang. Selebihnya adalah korban dengan luka berat yang segera dilarikan ke rumah sakit.


"Nonton apa ma? Serius amat?"


Alfa tiba-tiba datang dan duduk di sebelah Rainy.


"Ada kecelakaan beruntun di jalan tol dalam kota", jawab Rainy masih dengan mata yang tak teralihkan dari layar televisi.


"Oh, ada korban?" Tanya Alfa lebih lanjut tanpa berminat untuk mendengarkan berita nya secara langsung dari layar kotak itu. Dia lebih memilih menyendok salad buah yang di bawa Rainy.


"Banyak. Yang meninggal di tempat 2, karena terhimpit badan mobil. Korban luka ringan dan berat langsung dilarikan ke rumah sakit", terang Rainy sambil ikut ikutan menyendok salad buah nya. Ketika berita tentang kecelakaan beruntun itu telah usai dan diganti iklan sebuah produk makanan bayi.


"Emang kenapa sampai terjadi kecelakaan ma?" Alfa bertanya sambil lalu.


"Di duga rem blong, dan sopir ngantuk", jawab Rainy mengutip apa yang disampaikan oleh reporter berita.

__ADS_1


"Yang rem blong mobil apa ma?" Tanya Alfa lebih lanjut.


"Ga tau, gak dijelaskan secara detail tadi. Dan mama juga ga bisa nanya langsung ke reporter beritanya", jawab Rainy asal. Yang sontak membuat Alfa tertawa.


"Mama, bisa aja kalo ngomong. Tapi Alfa pikir mah paling juga mabok ma. Emang yg tabrakan mobil apa aja ma?".


"Ada container, paj**ro, honda ci***. Gak tau apalagi gitu tadi. Dan salah satu mobil nya sampai meledak kok kak".


"Wuiisshhh saking kenceng nya kali itu tabrakannya. Mentang-mentang di jalan tol bisa main kebut-kebutan. Ato jangan-jangan tuh orang sekalian latihan balapan mobil kali ya. Heheheh", Alfa tertawa sendiri memikirkan dugaan asalnya.


Rainy kembali fokus pada layar televisi setelah pesan sponsor iklan-iklan telah usai dan berganti dengan lanjutan berita tentang gempa di Turkey.


"Astagfirullah... Turkey kenapa juga?", pekik Alfa setengah tak percaya ketika mendengar berita tentang gempa yang melanda Turkey. Tiba-tiba dia teringat Ibrahim teman semasa Sekolah Dasar yang memutuskan untuk masuk pesantren di jenjang Sekolah Menengah Pertama. Dan seingat Alfa, Ibrahim melanjutkan kuliah di Turkey ketika selesai kewajiban mengabdi setelah lulus Sekolah Menengah Atas. Alfa ingat betul Pondok Pesantren yang dipilih Ibrahim adalah Pondok taraf Internasional. Yang memberikan full bea pendidikan dan kebutuhan harian. Santri hanya berkwajiban membayar infak untuk uang makan.


"Kenapa kamu kaget banget kak?"


Alfa mencoba menggali ingatan Rainya tentang Ìbrahim.


"Mama lupa, emang kenapa?"


Rainy setengah acuh dengan penjelasan Alfa.


"Baim kan SMP dan SMA nya masuk pesantren. Setelah lulus SMA dia ngabdi di pesantrennya. Kemudian yang terakhir kakak denger kemarin, dia kuliah di Turkey makanya pas Reuni Sekolah Dasar kemarin dia ga dateng".


"Trus hubungannya apa?" Rainy memasang wajah datar karena dia tidak tahu sama sekali arah pembicaraan Alfa.


"Barusan di berita kan Turkey terkena gempa. Dan 10 kota yang terkena gempa, kakak kwatir kalo asrama Baim juga termasuk di dalam kota yang terdampak itu", jelas Alfa menggebu-gebu.

__ADS_1


"Oh gitu...setahu mama Turkey negara yang selalu bijak dalam setiap permasalahan yang dihadapi. Tadi sih berita nya, bagi para korban gempa dipersilahkan mengambil bahan makanan apa saja yang ada di mini market. Dan gratis, nanti pemerintahnya yang akan mengganti rugi", jawab Rainy sambil mengalihkan arah tatapan matanya dari layar kotak itu.


"Adikmu ke mana kak?" Tanya Rainy ketika dia tak melihat Mitha bergabung di ruang tengah.


"Paling masih ngabisin sop makaroni favorit nya ma", jawab Alfa. Lalu dia mulai mengalihkan fokusnya dari layar televisi kepada benda pipih yang dipegang nya.


"Gimana kerjaan di kantor kak?" Tanya Rainy lagi.


"Do'a in Alfa ya ma. Besok Alfa diajak lagi oleh Bos untuk presentasi proyek baru. Kalo proyek ini gol, insyaallah hasilnya lumayan besar dari yang kemarin. Mama pengin kita beli mobil apa?"


"Mau ditaruh dimana kak? Kamu kan udah dapet fasilitas mobil dari kantor? Lagi pula kalau kamu beli mobil baru, siapa yang mau make? Mama kan ga bisa nyetir", ujar Rainy apa adanya.


"Mitha yang nyetir ma".


Tiba-tiba Mitha datang dan duduk diantara Rainy dan Alfa. Sehingga lagi-lagi membuat Alfa gemas pada adiknya yang sering kali bersikap semaunya.


"Enak aja, kakak belum ijinin kamu kuliah naik mobil".


"Maaa...kakak pelit", sentak Mitha kesal.


"Biarin", balas Alfa tak mau kalah.


"Sudah...sudah. Kak, daripada bonus nya buat beli mobil, mending ditabung aja. Adik masih butuh banyak buat bea kuliahnya. Kalo pas kepepet mama gak bisa bayar beaya praktek adik, kan kakak bisa nutupin kekurangannya".


Ada perih yang dirasakan Rainy. Sejujurnya dia tak ingin membebani Alfa dengan tanggung jawab sebesar itu. Namun, keadaan memaksanya untuk berbagi beban dengan putra sulungnya.


"Iya ma, mama gak usah kwatir. Kan dulu kakak pernah bilang kalo kakak udah kerja, nanti semua bea kuliah adik dan bea hidup kita kakak yang nangung. Udah saatnya mama istirahat dari nyari nafkah. Sekarang giliran kakak yang memikul semua beban keluarga kita". Alfa menggenggam tangan ibu nya. Dia tahu ada luka yang belum sembuh benar di sana. Alfa tahu, betapa ibunya masih sangat mencintai mantan suaminya dalam diam. Namun ibu nya selalu berusaha menutupi perasaan itu dan menguburnya dalam-dalam. Tapi sorot mata Rainy tak mampu menyembunyikan perasaanny ketika beberapa waktu lalu Rainy mendesak Alfa untuk berkata jujur tentang apa yang telah dilakukan Alfa pada papanya. Sorot mata itu mengisyaratkan betapa cinta Rainy hanya untuk seorang lelaki yang bernama Hary.

__ADS_1


__ADS_2