
Hary menikmati setiap hentakan musik dari Disc Jokey, apalagi ditemani wanita seksi yang sangat menggoda mata. Lenggak lenggok nya begitu memukau mata yang menatap nya. Ingatan Hary melayang pada sosok Emily yang juga sangat menggoda ketika disco di lantai dansa. Tangan, kaki, badan dan ekspresi nya begitu se frekwensi mengundang decak kagum kaum hawa yang menemaninya berdansa. Sayang, wanita di depan Hary bukan Emily yang bisa segera diajaknya berkelana ke awan putih seputih kapas yang bisa membawanya ke syurga dunia. Wanita di depan hary hanya bisa dinikmati dengan netra nya. Setelah beberapa saat Hary asyik berdansa dengan wanita tak dikenalnya itu, akhir nya Hary merasa kelelahan. Dan memilih kembali duduk di kursi depan bartender.
"Udah kelar olah raga nya?" Sapa Abu ketika Hary menghempaskan pantat nya di kursi.
"Sebenernya ada mangsa seksi tadi. Tapi aku takut", Hary menjawab.
"Punya rasa takut juga kamu?"
"Takut jajannya gede. Kalo tarif sih paling seberpa sih, tapi kalo jajananya yang bikin ngeri".
Hary bergidik. "Tambah lagi", pinta nya pada Bartender.
"Cukup Har, balik aja yuk mumpung kamu lum mabok", bujuk Abu.
"Target nya 2 gelas kan Bu. Baru juga abis 2 gelas, kùrang 2 lagi", tawar Hary. Abu menghela nafas panjang melihat perubahan Hary saat ini.
"Tapi jangan bikin masalah ya", peringat Abu.
Hary menjentikkan tangannya isyarat setuju. Kembali Hary menyesap vodka yang baru disiapkan Bartender. Hanya sekejap, karena sesaat kemudian segera ditandaskan vodka dalam gelas nya. Pandangan Hary mulai membayang.
"Tambah satu lagi, aku belum mabuk", ujar nya pada Bartender.
"Har, tunggu sini jangan ke mana mana. Aku mau ke toilet dulu", pesan Abu, ketika dia merasa ada sesuatu mendesak di dalam sana yang harus segera di buang nya.
__ADS_1
"Kamu mau ke mana Bu? Heeeii Abu ada 2, lucu sekali". Hary mulai meracau. Di gerak gerakannya tangan nya seolah hendak menangkap Abu, namun hanya udara hampa yang teraih oleh tangannya
"Iiisssshhhh merepotkan. Jangan ke mana mana, kamu da mabok", gerutu Abu jengkel.
"Aku gak mabok, baru 3 gelas kok ".
Hary nenyeringai...
"Awas, jangan bikin masalah selama aku tinggal".
Abu mewanti wanti Hary sebelum dia pergi meninggalkan nya. Setengah berlari Abu menuju toilet. Sementara Hary yang ditinggal masih terus menyeringai.
"Eh ngapain kamu disini Mi? Kangen sama Pipi ya?" Ceracau Hary tiba - tiba pada wanita di samping nya. "Uang Mimi abis?". Lalu terdengar tawa menyedihkan dari mulut Hary. "Pipi sengaja blokir semua kartu Mimi, termasuk atm Pipi yang Mimi pegang. Hahahaha".
"Kenapa Mimi diem aja? Setelah ngerampok Pipi, Mimi sekarang jadi gagap ato bisu ya. Hahahaah... itu namanya karma Mi. Hahahah". Hary makin meracau gak karuan. Lagi lagi di tegaknya habis gelas vodka yang ke 3.
"Heiii...kamu, aku minta 1 gelas lagi. Cepet gak pake lama, kalo kerja jangan lelet kayak istri ku yang hanya tau uang dan ranjang aja". Hary memerintah juga memaki pada Bartender.
"Kamu kenapa di sini sendiri Mi? Lelaki hidung belang yang kemarin udah buang kamu ya? Hahahah itu lah karma, karena kamu juga udah buang aku setelah semua uangku kamu rampas".
Hary meraih gelas yang berisi vodka yang baru disajikan oleh Bartender. Sekali tegak hingga tandas. Lelaki itu mengerang sambil memegang lehernya, merasakan sesuatu yang panas dan pahit secara bersamaan.
"Kau kasih apa di minumanku? Kamu sekongkol sama perempuan ja**** ini ya. Kamu juga mau meracuniku? Dasar kalian sampah. Setelah merampok harta ku kalian mau membunuhku?"
__ADS_1
Dengan mata merah karena mabok juga marah Hary mencoba meraih tubuh Bartender yang terhalang meja. Karena jangkauannya tak sampai, Hary tampak semakin berang. Gelas gelas kosong di depannya di hamburkan begitu saja. Beberapa diantaranya jatuh berserakan. Tak hanya sampai di situ, dengan sempoyongan Hary mencoba berdiri dan ingin mencengkeram wanita yang kebetulan duduk di dekat nya. Tapi karena kondisi Hary mabuk, maka hanya udara hampa yang di dapatnya.
"Kurang ajar...kamu berani melawanku Mi?"
Lagi lagi Hary meracau tak karuan. Wanita yang dianggap nya Emily menatap Hary dengan sorot mata kebencian. Wanita itu segera berdiri dan menampar Hary dua kali. Hanya sesaat Hary terperanjat, sedekit kemudian dia berhasil memegang tangan wanita itu. Dalam pandangannya yang kabur Hary mencoba menampar wanita di depannya. Namun belum sempat tangan Hary melayang sebuah bogem mentah bersarang di wajah Hary.
"Kamu tak apa apa honey?", lelaki dengan setelan jas hitam dan rapi yang melayangkan bogem mentah itu beralih tanya pada wanita yang menampar Hary.
"Ga papa. Kamu ke mana aja, kenapa baru dateng. Hampir aja lelaki breng*** ini menamparku". Wanita itu menjawab pertanyaan lelaki yang telah menolong nya.
"Ceritanya panjang. Ayo kita pergi dari sini". Jawab nya, lalu mereka pergi meninggalkan Hary yang terhuyung jatuh di lantai. Keributan kecil itu yang awalnya tak menarik perhatian pengunjung tiba tiba saja jadi sedikit heboh. Karena gelas gelas yang pecah dan kursi yang berantakan dan jangan lupakan tingkah Hary yang hendak menarik Bartender untuk dipukulnya. Sebenarnya keributan keributan senada itu sering terjadi bahkan tak jarang berakhir di meja kepolisian. Namun sekecil apapun keributan di kelab malam, selalu menarik perhatian pengunjung. Minimal area yang terdekat dengan posisi keributan.
"Tuan, mohon maaf teman anda membuat keributan lagi di tempat kami", seorang karyawan kelab malam mendekati Abu yang baru keluar dari toilet. Karena sebelum Abu ke toilet terlebih dulu dia meminta tolong pada salah satu bartender untuk mengawasi Hary. Benar dugaan Abu, jika Hary mabok selalu hilang kendali dna rusuh.
"Di mana dia sekarang?" Tanya Abu sedikit meninggi karena suaranya bersaing dengan dentuman musik di kelab malam.
"Di luar, Scurity membawa nya keluar", jawab karyawan kelab malam tersebut. Setelah Abu membayar minuman dan ganti rugi yang ditimbulkan Hary, bergegas dia menuju pintu keluar. Abu melihat Hary tengah duduk di lantai sambil nyeracau tak jelas.
"Dasar wanita tak tahu diuntung. Masih bagus aku mau menikahimu setelah kamu dibuang oleh suamimu, eh gak tau nya seperti ini balasanmu ke aku. Tau kayak begini, aku gaka bakal mau jadiin kamu istriku dan memberi semua yang kamu mau. Awas aja ya kalo aku lihat kamu, aku potong b**h da - da mu. Biar kempes... hahahaha", Hary tertawa lepas. Scurity yang ada di belakang nya hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil manahan tawa mendengar ceracauan Hary.
"Heei Bu, kamu tadi liat Emily? Dia udah dapet lelaki hidung belang yang baru. Aku udah janji, sekali lagi ketemu dia, mau aku potong itu nya biar kempes....hahahah", Hary menyambut kedatangan Abu dengan tawa nya. Hary menyentuh ujung bibir nya
"Uuuhhh si***n, aku di pukul sama lelaki hidung belang nya Emily. Liat juga kalo ketemu dia, aku kuliti wajah nya yang ganteng biar ga jadi ganteng. Hahahaha...". Hary masih nyerocos gak karuan.
__ADS_1