
Sementara Sriyanto tidak menyadari bahwa apa yang dikatakan itu membuat emosi Hary memuncak. Sriyanto hanya memberi jawaban sesuai dengan apa yang dia pikirkan.
"Kamu sadar apa yang kamu katakan tadi Sri?" Tanya Hary penuh nada amarah.
"Iya pak, saya sadar. Saya hanya mengatakan apa yang ada di pikiran saya. Memang ada yang salah ya pak?"
Sriyanto masih belum sadar dengan semua yang telah dikatakannya. Lelaki itu terlalu polos sehingga memang sering menjadi bahan guyonan para driver.
"Sriiiiii....", bentak Hary yang sontak membuat kesadaran Sriyanto kembali utuh.
"Maaf kan saya pak. Sungguh saya tidak sengaja mengatakan semua itu. Maafkan saya pak...", Sriyanto terlihat panik. Hary menyeringai, yang membuat kulu kuduk Sriyanto meremang. Jelas tergambar akan ada perintah yang tidak masuk akal dari Hary. Entahlah, akhi-akhir ini Hary selalu melampiaskan kejenuhan nya dengan perintah-perintah yang tak masuk akal.
"Keluar kamu dari sini. Dan jalan ke rumah mantan istri saya sambil jongkok", perintah Hary tak berperi kemanusiaan..
__ADS_1
"Ampun pak, saya ngaku salah. Saya minta maaf, saya janji tidak akan mengulangi lagi kekonyolan saya", Sriyanto benar-benar ketakutan.
"Kamu ingin Surat Peringatan mu jadi skorsing menuju PHK?" ancam Hary penuh penekanan.
"I... i... iyaa pak...ba..ba..ba..baik", Sriyanto benar-benar ketakutan. Sehingga akal sehat nya serasa tak di pakai lagi.
"Cepat, kerjakan apa yang saya perintah tadi", tanpa ampun Hary langsung menyuruh Sriyanto mengerjakan perintahnya. Bergegas, Sriyanto keluar dari dalam mobil, lalu jongkok dan mulai berjalan dengan cara jongkok menyeberang jalan menuju rumah Rayni. Kontan, apa yang dilakukan Sriyanto menarik perhatian banyak orang yang hilir mudik di area tersebut. Mengingat warung Rainy masih termasuk wilayah pasar. Bahkan ada yang sengaja mem-video kan kejadian itu untuk di up load di sosial media mereka.
'Atasan yang gak punya hati. Masak aku di suruh jalan sambil jongkok gini. Lagian apa sih salahku, aku kan hanya ngomong apa adanya', gerutu Sriyanto tak henti-henti mengumpat Hary. 'Kalo ada ibu peri, aku bakalan minta si Pak Hary itu jadi kodok. Atau kalo ada tongkat ajaib, kayak punya Upin Ipin...aku kutuk Pak Hary jadi paha ayam. Biar di makan sama Upin Ipin', lanjut Sriyanto masih penuh kedongkolan. Nafas Sriyanto sudah ngos-ngos an, padahal belum genap separuh jalan dia menyeberang menuju ruko Rainy. Hary yang melihat perjuangan Sriyanto melaksanakan hukumannya menahan tawa yang hendak meledak. Bagaimana tidak? Badan Sriyanto yang gemuk seperti itu tentu sangat kesulitan ketika harus berjalan sambil jongkok. Belum genap separuh jalan Sriyanto sudah menyerah, dia melambaikan tangan ke atas dan terduduk tak.berdaya di jalanan aspal. Hary yang melihat apa yang di lakukan Sriyanto melotot ill fill. Bagaimana tidak, duduk nggelesot di tengah jalan dengan tangan yang melambai ke atas. Terlihat mengenaskan sekali.
'Mimpi apa aku, punya atasan kok gak punya perasaan begitu. Liat saja, emang dia doang yang bisa bikin orang lain sport jantung ?' Desis Sriyanto diantara deru nafas nya yang saling berkejaran. Sriyanto berdiri, setelah nafas nya telah teratur. Mengetuk pintu yang sedikit terbuka.
"Assalamualaikum ".
__ADS_1
Sriyanto sedikit berteriak sambil menekan bel di pojok dinding. Selang beberapa saat, seorang perempuan manis keluar dari dalam rumah nya.
"Wa'alaikumsalam. Ya pak, ada yang bisa di bantu?" Lembut suara perempuan itu mengagetkan Sriyanto. Lelaki itu terdiam sesaat, karena sungguh dia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Sriyanto masih terdiam...
"Maaf pak, Bapak mencari siapa?"
Kembali telinga Sriyanto serasa di gelitiki mendengar suara lembut itu.
"Itu bu, ada yang nyari", akhirnya Sriyanto bersuara juga.
Sementara di dalam mobil, Hary blingsatan tak karuan. Dari pertam melihat Sriyanto berdiri lalu menekan bel rumah itu. Apalagi sekarang di lihatnya Sriyanto berbicara dengan perempuan cantik pemilik rumah itu.
'Apa mau nya tuh bocah. Berani sekali dia berbuat nekad di depanku', monolog Hary jengkel.
__ADS_1
Hary makin meradang ketika melihat Rainy dan Sriyanto berjalan ke arah nya. Hary panik, apa yang harus dilakukannya nanti. Lalu apa yang hatus dikatakannya pada Rainy. Gak mungkin dia bilang kepada Rainya bahwa tiba-tiba saja dia merasa ingin melihat Rainy dan anak-anak. Meski sesungguhnya itulah yang terjadi. Tidak mungkin juga Hary mengatakan bahwa dia menyesal, kemudian meminta maaf dan meminta Rainy untuk kembali pada nya. Dan memperbaiki semua yang telah hancur. Meski sesungguh nya hal itu juga sempat terpikir oleh nya. Tapi untuk saat ini, jika mengatakan itu semua, pastilah akan terlihat sangat konyol dan memalukan. Memgingat dulu dia meninggal kan keluarga nya dengan sangat keterlaluan. Sungguh Hary tak tahu harus berbuat apa dan berkata apa. Jika tahu semua akan berakhir seperti ini, dia memilih untuk tidak akan pernah menghukum Sriyanto dengan cara konyol seperti tadi. Atau setidak nya dia cukup menyuruh Sriyanto berjalan sambil jongkok ke tempat lain, bukan ke rumah toko Rainy. Hary melihat Rainy dan Sriyanto makin mendekat, ke-panikan makin menghantui Hary. Akhir nya Hary memutuskan untuk pura-pura tertidur, setelah tadi sempat terfikir akan mengunci pintu mobil yang urung di lakukan nya. Karena jika mengunci pintu mobil, dan Sriyanto akan menanyakan perihal itu dengan kepolosan nya bisa dipastikan dia tidak akan mampu menjawab pertanyaan Sriyanto. Bisa jadi bawahannya itu akan makin membeberkan semua hal tentangnya. Segara Hary memejamkan matanya dan mencoba merebahkan tubuh nya senyaman nya dengan kondisi sandaran mobil yang ditidurkan semaksimal mungkin.