
Sore pun tiba....
Dua buah mobil mulai memasuki pekarangan rumah Nenek Arini, Nenek Arini yang sore itu sedang menyiram bunga langsung menatap tajam ke arah mobil itu karena ia tahu siapa pemilik mobil itu.
Daddy Darwis, Mommy Vivian, Putri, dan Alfa keluar dari dalam mobil. Daddy Darwis langsung menghampiri Nenek Arini dan bersimpuh di hadapan Mamanya itu.
"Ma, Darwis mohon maafkan Darwis. Darwis tahu, Darwis salah tapi Mama jangan hukum Darwis seperti ini. Vivian sudah sering sakit-sakitan karena merasa rindu kepada Queen," seru Daddy Darwis.
"Iya Ma, maafkan Vivian juga mulai sekarang Vivian janji, tidak akan pilih kasih lagi dan Vivian sudah sangat menyesal," sambung Vivian dengan mata yang berkaca-kaca.
Nenek Arini menatap Putri dan juga Alfa, Putri langsung menghampiri Neneknya itu dan mencium punggung tangan Nenek Arini.
"Nek, Putri ingin liburan di sini, boleh kan? Putri sudah lama tidak ke sini," rengek Putri.
Nenek Arini menatap semuanya secara bergantian, Nenek Arini sebenarnya masih marah kepada semuanya tapi bagaimana Nenek Arini tega mengusir mereka semua apalagi saat ini sudah sore juga.
"Baiklah, kalian boleh masuk tapi ingat khususnya kamu Darwis, jangan pernah bersikap kasar kepada Queen kalau sampai kamu memarahi Queen apalagi sampai memukul Queen lagi, Mama pastikan Mama akan mencabut kamu dari kartu keluarga Mama sebagai anak Mama," ancam Nenek Arini.
"Baik Ma, Darwis janji."
"Sial, sesayang itukah Nenek sama Kak Queen sampai-sampai dia rela kehilangan anaknya sendiri hanya demi cucu yang tidak tahu diri itu," batin Putri dengan kesalnya.
Daddy Darwis pun bangkit dan Nenek Arini langsung masuk ke dalam rumah dengan diikuti oleh semuanya.
Rifki yang baru saja pulang dengan dibonceng oleh temannya tampak mengerutkan keningnya saat melihat keluarga Queen datang.
"Ngapain mereka datang ke sini? jangan bilang mereka ingin menyakiti Queen lagi, aku tidak akan membiarkan sampai itu terjadi," batin Rifki.
Rifki mulai melewati rumah Nenek Arini dan sekilas melihat kehadiran Alfa.
"Loh, bukanya itu pria yang ngaku-ngaku pacarnya Queen? ngapain dia ikut dengan keluarga Queen?" batin Rifki merasa bingung.
Semuanya duduk di ruang tamu, Alfa tampak celingukan sudah dipastikan kalau Alfa sedang mencari keberadaan Queen tapi dia tak berani untuk bertanya.
Putri yang melihat kelakuan Alfa semakin geram. "Lihat saja Kak, mulai malam ini kamu akan menjadi milikku seutuhnya dan kamu akan melupakan Kak Queen," batin Putri.
"Queen mana, Ma?" tanya Mommy Vivian.
"Queen masih di rumah sakit."
"Ini sudah sore loh Ma, kok Queen masih di rumah sakit? lagipula, bukanya Queen menggantikan posisi Mama sebagai pemilik rumah sakit, kenapa sampai bisa Queen bekerja keras seperti ini?" seru Mommy Vivian khawatir.
"Memangnya kalau Queen menggantikan posisi Mama, kenapa? bukan berarti Queen harus berdiam diri dong, melihat pasien yang datang ke rumah sakit. Kalau kerjaannya cuma memantau, terus buat apa dia sampai menempuh ilmu selama 7 tahun kalau kerjaannya hanya memantau?" ketus Nenek Arini.
Mommy Vivian langsung terdiam, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Hingga tidak lama kemudian, terdengar suara mobil, Queen segera turun dari dalam mobilnya.
__ADS_1
Mood Queen yang awalnya baik-baik saja, tiba-tiba langsung down melihat dua mobil yang sangat dia kenal.
"Apa lagi yang akan mereka lakukan?" gumam Queen.
Perlahan Queen melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Semua orang langsung menatap Queen dan Queen tahu itu, Queen berjalan mantap seakan-akan dia ingin membuktikan kalau dia baik-baik saja.
"Queen sayang, Mommy sangat merindukanmu," seru Mommy Vivian dengan langsung memeluk anak sulungnya itu.
Queen hanya diam, dia tidak bicara mau pun membalas pelukan Mommynya itu.
"Apa kamu baik-baik saja, Nak?"
"Lebih baik dibandingkan saat aku masih tinggal bersama kalian," sahut Queen dingin.
"Maafkan Mommy sayang, Mommy janji mulai sekarang Mommy tidak akan pilih kasih lagi."
Queen hanya menyunggingkan sedikit sudut bibirnya, sedangkan Alfa, dia tidak lepas memandang Queen dengan senyumannya, sungguh Alfa sangat bahagia bisa melihat dan dekat dengan Queen.
"Pokoknya aku akan memanfaatkan situasi ini untuk mendekati Queen kembali," batin Alfa.
Queen kembali menoleh ke arah Putri dan Alfa, raut wajah Queen begitu sangat membenci mereka. Queen pun memutuskan untuk pergi ke kamarnya, sungguh Queen sangat muak melihat wajah-wajah itu.
***
Malam pun tiba....
Semuanya terlihat makan malam bersama, Queen sama sekali tidak bicara dia fokus saja dengan makanannya.
"Sayang, kamu mau makan apa? biar aku ambilkan," seru Putri kepada Alfa.
"Tidak usah, aku bisa ambil sendiri."
"Jangan seperti itu, sekarang kan aku sudah menjadi istri Kakak, jadi sudah seharusnya aku melayani Kakak."
Putri mengambilkan lauk pauknya untuk Alfa, Alfa melirik ke arah Queen tapi Queen sama sekali tidak memperdulikannya, dia tetap fokus dengan makanannya.
"Sayang, apa kamu mau nambah lagi nasinya?" seru Mommy Vivian.
"Tidak, aku sudah kenyang."
__ADS_1
Queen pun bangkit dari duduknya dan memilih naik ke lantai dua untuk masuk ke dalam kamarnya.
Setelah selesai makan malam bersama, semuanya ngumpul di ruangan keluarga kecuali Alfa yang memilih masuk ke dalam kamarnya. Putri membuatkan kopi untuk Alfa tapi Putri terlihat memasukan sesuatu ke dalam kopi yang akan dia berikan kepada Alfa .
"Malam ini, kamu akan menjadi milikku sepenuhnya, Kak," batin Putri.
Putri pun mulai menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya.
"Kak, ini ada kopi untuk Kakak."
"Ngapain kamu buatin aku kopi, aku tidak menyuruhmu," ketus Alfa.
"Ayolah Kak, biarkan aku menjadi istri yang baik untukmu walaupun hanya sekali saja."
"Kamu mau berubah baik seperti apa pun, aku tetap tidak akan pernah mencintaimu karena cintaku hanya untuk Queen."
"Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi tapi aku mohon sekali ini saja tolonglah hargai usahaku, aku ikhlas membuatkan kopi untukmu Kak," seru Putri dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Alfa yang melihat mata Putri sudah berkaca-kaca, merasa luluh juga. Akhirnya Alfa pun mencoba kopi buatan Putri itu, walaupun dalam hatinya dia tidak mau.
Alfa mulai menyesap kopi itu, dan Putri tampak menyunggingkan senyumannya.
Beberapa menit kemudian, Alfa mulai gelisah, tubuhnya tiba-tiba terasa panas.
"Astaga, kenapa panas banget malam ini," batin Alfa.
Alfa menoleh ke arah Putri, tiba-tiba pandangannya mulai tidak beres, Alfa melihat Putri mirip dengan Queen.
"Queen."
Alfa menghampiri Putri dan memeluknya. "Queen, aku sangat merindukanmu, aku benar-benar mencintaimu."
Alfa melepaskan pelukannya dan menangkap wajah Putri yang menurutnya itu adalah Queen, Alfa mencium bibir Putri dengan penuh hasrat.
Ternyata Putri memasukan obat perangsang ke dalam kopi Alfa, tujuannya dia ingin mendapatkan anak dari Alfa supaya Alfa balik mencintainya kalau sudah ada anak.
Putri tahu usianya tidak akan lama lagi, tapi dia berharap bisa cepat hamil dan memberikan anak untuk Alfa. Alfa semakin liar, dan akhirnya malam itu menjadi malam pertama untuk Alfa dan Putri.
Sementara itu, Queen tampak tidak bisa tidur, dia terus saja berguling ke sana ke mari.
"Kenapa aku jadi gelisah seperti ini sih?" batin Queen.
Setelah beberapa lama bergumul, akhirnya Alfa pun terkulai lemas di samping Putri. Tidak membutuhkan waktu lama, akhirnya Alfa pun sudah terlelap menuju alam mimpinya.
Putri mengusap wajah Alfa. "Aku berharap aku segera hamil, supaya kamu tidak lagi mendekati Kak Queen," gumam Putri.
__ADS_1
Putri pun mulai menutup matanya menyusul Alfa menuju alam mimpinya.