KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI (VERSI BARU)

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI (VERSI BARU)
Bab 64 Pindah Rumah


__ADS_3

Setelah mengurus berkas-berkas, akhirnya Rifki diperbolehkan pindah tugas ke Jakarta dan itu merupakan kabar yang sangat membahagiakan untuk Rifki dan Queen.


Rifki dan Queen memutuskan pindah ke Jakarta bukan karena tanpa alasan, selain kondisi Daddy Darwis yang sudah sering sakit-sakitan, Rifki dan Queen juga mau tidak mau harus ikut terjun ke dunia bisnis walaupun mereka sama sekali tidak tahu masalah bisnis, tapi mereka akan berusaha belajar.


"Bi Atikah, Pak Darna, tolong rawat rumah ini ya, nanti kalau ada waktu aku sama Rifki akan menyempatkan diri untuk datang ke sini," seru Queen.


Bi Atikah meneteskan airmatanya, Queen yang tidak tega langsung memeluk Bi Atikah.


"Bibi jangan menangis, Queen akan sering datang ke sini."


"Non Queen sehat-sehat ya, jaga diri baik-baik, jangan telat makan, jangan kecapean supaya Non Queen cepat dikasih momongan oleh Allah."


"Iya Bi, terima kasih."


Setelah adegan sedih, akhirnya dengan berat hati Queen dan semuanya pindah ke Jakarta. Ibu Nur dan Ayah Farid hanya ikut mengantarkan saja ke Jakarta, setelah itu mereka akan kembali ke kampung soalnya mereka tidak mau tinggal di Jakarta jadi rumah warisan Nenek Arini, Queen berikan kepada mertuanya untuk tinggal di sana.


Alfa dan Putra sudah sehari sebelumnya kembali ke Jakarta, Alfa pun memutuskan untuk membeli rumah di dekat rumah Queen karena Queen tidak mau jauh-jauh dari Putra.


Butuh waktu beberapa jam untuk sampai di Jakarta, mobil mereka pun berhenti di depan sebuah rumah mewah dan megah membuat kedua orangtua Rifki melongo.


"Kenapa diam? Ayah, Ibu, ayo masuk," ajak Queen dengan merangkul lengan Rifki.


Kedua orangtua Rifki memang baru pertama kali datang ke rumah Queen, mereka tidak menyangka kalau Queen merupakan anak orang kaya bahkan seorang konglomerat.


"Lebih baik sekarang kita semua istirahat dulu," seru Mommy Vivian.


Semuanya pun menyetujui usul Mommy Vivian, kedua orangtua Rifki masuk ke kamar tamu sedangkan Queen mengajak Rifki untuk ke kamarnya.


Queen langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Astaga, sudah lama aku tidak tidur di sini, aku rindu sekali dengan kasurku ini," seru Queen dengan berguling-guling di atas tempat tidurnya.


Rifki geleng-geleng kepala melihat tingkah istrinya itu.


"Sini Mas, rebahan di sini," seru Queen menepuk tempat di sampingnya.


Rifki pun dengan senang hati menghampiri Queen dan merebahkan tubuhnya di samping Queen, Rifki pun memeluk Queen.


"Sayang, apa punggung kamu sudah sembuh?"

__ADS_1


"Sudah lumayan, ada apa?"


"Berarti sudah boleh dong?" seru Rifki dengan menaik turunkan alisnya.


Queen menatap suaminya itu dengan mengerutkan keningnya. "Boleh apa, Mas?"


"Jangan pura-pura gak tahu."


Rifki langsung meni*dih tubuh Queen membuat Queen melotot.


"Sudah lama aku puasa sayang, rasanya aku ingin sesuatu."


"Ishh..baru saja seminggu lebih sudah kaya gini, apalagi kalau satu bulan, kamu bisa gila Mas," ledek Queen.


"Nah, itu kamu tahu. Jadi, jangan suka lama-lama mengacuhkan ku karena aku tidak akan tahan."


"Alasan saja, memangnya kamu tidak capek Mas? barusan kan, kamu habis nyetir."


"Tidak, aku tidak capek."


Rifki mulai melancarkan aksinya, dan Queen pun mulai mengeluarkan suara-suara yang membuat Rifki semakin terbakar gairahnya.


***


Keesokan harinya...


Queen dan Rifki mulai menjalani aktivitasnya seperti biasa, Queen hari ini berencana akan mendatangi sebuah rumah sakit terbesar di Jakarta karena beberapa hari lalu, Queen mendapat panggilan dari rumah sakit itu.


Queen saat ini sedang merapikan pakaian Rifki.


"Sayang, serius hari ini kamu mau mulai bekerja lagi? kamu kan masih belum sehat benar," seru Rifki.


"Kata siapa? aku sudah sangat sehat kok. Oh iya, makan siang nanti, Daddy ingin kamu ke kantor Mas, katanya Daddy ingin memperkenalkan kamu ke semua karyawan Daddy."


"Baiklah, nanti aku ke kantor Daddy."


Setelah keduanya rapi, Queen dan Rifki pun segera menuruni anak tangga karena semuanya sudah menunggu untuk sarapan bersama.


"Pagi semuanya!" sapa Queen.

__ADS_1


"Pagi sayang, kalian lama banget padahal kita semua sudah sangat lapar," seru Mommy Vivian dengan senyumannya.


"Maklumlah, pengantin baru," ledek Ibu Nur.


Queen dan Rifki hanya menyunggingkan senyumannya, memang benar apa yang dikatakan Ibu Nur walaupun sudah satu tahun menikah, Queen dan Rifki seperti masih pengantin baru karena setiap hari mereka selalu bermesraan.


"Pak Farid, Bu Nur, hari ini kalian diantar oleh sopir saya saja," seru Daddy Darwis.


"Iya, terima kasih Tuan."


"Maafkan Rifki Yah, Bu, karena hari ini Rifki tidak bisa mengantarkan kalian pulang soalnya Rifki baru bertugas di sini jadi, Rifki tidak boleh telat," seru Rifki.


"Tidak apa-apa Nak, kamu tidak usah khawatir," sahut Ayah Farid.


Setelah selesai sarapan, kedua orangtua Rifki pun pamit pulang ke kampung dengan diantar oleh sopirnya Daddy Darwis sedangkan Queen dan Rifki berangkat ke tempat kerja masing-nasing.


Rifki mengantar Queen terlebih dahulu ke rumah sakit.


"Sayang, kamu hati-hati kerjanya kalau ada apa-apa cepat hubungi aku," seru Rifki.


"Yakin, gak bakalan mengacuhkan panggilanku lagi?" sindir Queen.


"Ya Allah Sayang, jangan gitulah yang sudah biarlah berlalu, lagipula sekarang ponsel aku tidak di silent lagi bahkan aku kasih getar juga biar aku gak kecolongan lagi," sahut Rifki.


Queen pun langsung memeluk suaminya itu. "Baiklah kalau begitu aku kerja dulu, Mas juga hati-hati dan jangan lupa jam makan siang Mas ke kantor Daddy."


Rifki mencubit kedua pipi Queen dengan gemasnya. "Iya bawel, ngomong-ngomong pipi kamu kok tembem ya sekarang."


"Masa sih Mas? apa aku gendut? sepertinya akhir-akhir ini aku memang sering makan di malam hari soalnya setiap tengah malam, aku suka lapar."


"Kalau gendut ya bagus dong, itu tandanya kamu bahagia."


"Tapi kan, nanti aku jelek dan kamu akan-----"


Ucapan Queen terhenti karena Rifki menutup mulut Queen dengan tangannya.


"Jangan dilanjutkan lagi, lebih baik sekarang aku berangkat kerja."


Rifki dengan cepat mencium seluruh wajah Queen dan setelah itu segera masuk ke dalam mobil, Rifki sengaja menghentikan ucapan Queen karena Rifki tahu apa yang selanjutnya akan terjadi.

__ADS_1


__ADS_2