KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI (VERSI BARU)

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI (VERSI BARU)
Bab 55 Putra Di Culik


__ADS_3

1 Tahun kemudian....


Hari demi hari, Minggu demi Minggu, dan bulan demi bulan sudah semuanya lalui. Kondisi Nenek Arini memang tidak sebaik dulu, mungkin karena faktor usia juga yang sudah semakin tua.


Tidak terasa usia Putra sudah 1 tahun, dan Queen belum juga ada tanda-tanda hamil membuat Queen merasa sangat sedih.


Malam ini, Queen terduduk di atas ranjang dengan raut wajah yang sedih. Pintu kamar mandi terbuka dan Rifki mengerutkan keningnya saat melihat istrinya murung seperti itu.


"Sayang, kamu kenapa? kok murung?" tanya Rifki dengan menghampiri Queen.


"Mas, maafkan aku."


"Maaf? untuk apa kamu meminta maaf?"


"Usia pernikahan kita sudah satu tahun, tapi sampai saat ini aku belum hamil juga," sahut Queen dengan menundukkan kepalanya.


Rifki tersenyum dan menggenggam tangan istrinya itu, lalu mengangkat dagu Queen supaya Queen menatapnya.


"Sayang, dengarkan aku. Aku sudah beberapa kali bilang sama kamu kalau aku tidak pernah mempermasalahkan itu. Lagipula, kita kan sudah periksa dan kita sehat-sehat saja. Kita hanya tinggal berusaha dan selebihnya kita serahkan kepada Allah."


"Tapi aku takut kamu kecewa sama aku," seru Queen dengan deraian airmata.


Rifki menghapus airmata istrinya itu. "Jangan menangis, aku tidak mempermasalahkan itu. Sekarang kita sudah punya Putra, dan kamu jangan merasa takut karena aku akan tetap mencintaimu sampai kapan pun."


Queen langsung memeluk suaminya itu, sungguh Queen sangat beruntung mempunyai suami sebaik Rifki.


***


Keesokan harinya....


Semenjak kejadian satu tahun lalu yang membuat Rifki marah besar kepada Fitri, Fitri mulai membuang jauh-jauh rasa cintanya karena bagaimana pun Fitri tidak akan bisa mendapatkan hati Rifki.


Berbeda dengan Raffi yang masih saja mengejar-ngejar cinta Queen. Saat ini Raffi sudah tidak menjadi Kades karena masa jabatannya sudah habis.


Raffi duduk di balkon kamarnya dengan menyesap kopi hitam kesukaannya. Raffi memperhatikan sebuah foto yang ada di tangannya.


"Sudah satu tahun, dan waktu satu tahun sudah cukup untukku bermain-main, kali ini waktunya aku bertidak. Ajeng, aku sudah janji akan membalaskan dendam mu dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk membalaskan dendam mu," gumam Raffi.


Raffi mulai menghubungi seseorang, entah siapa yang dia hubungi.


"Bu, saya mau minta izin untuk bawa Putra jalan-jalan," seru Fitri.


"Baiklah, tapi jangan terlalu lama ya."

__ADS_1


"Iya Bu."


Queen pun menghampiri stroler Putra. "Sayang, Mami ke klinik dulu ya, kamu jalan-jalan sama Mba Fitri jangan nakal," seru Queen dengan menciumi seluruh wajah Putra.


"Papi juga berangkat kerja dulu, nanti sore kita main lagi ya, jagoan Papi."


Putra tertawa mendapat ciuman dari Mami dan Papinya, hingga akhirnya Queen dan Rifki pun berangkat. Seperti biasa, Rifki akan mengantarkan Queen terlebih dahulu kepada kliniknya.


Sesampainya di klinik, ponsel Rifki pun berbunyi dan setelah tahu siapa yang menghubunginya, Raffi pun memasukan kembali ponselnya tanpa menjawab terlebih dahulu.


"Dari siapa, kok gak di angkat?" tanya Queen.


"Biasalah rekan kerja, sepertinya dia ingin menanyakan soal pekerjaan," sahut Rifki gugup.


"Tapi kenapa gak di angkat dulu?"


"Gak apa-apa, nanti juga di kantor bertemu."


Rifki pun mencium Queen dan segera pergi dari sana, Queen tampak mengerutkan keningnya, perasaan dia merasa tidak enak.


Rifki pun sampai di tempat kerja dan seorang Polwan langsung menghampiri Rifki.


"Kenapa telepon aku gak kamu angkat?"


"Widi, sudahlah kamu gak usah hubungi aku lagi. Aku sudah punya istri, dan aku gak mau sampai Queen salah paham dan menganggap aku yang tidak-tidak," kesal Rifki.


"Rif, memangnya kenapa kalau aku selalu hubungi kamu? kamu itu teman aku, aku butuh teman curhat."


"Iya, tapi kan kalau kamu mau cerita, kamu bisa cerita di sini saja jangan di saat aku ada di rumah kamu terus hubungi aku. Aku gak mau rumah tanggaku hancur hanya gara-gara kamu selalu hubungi aku terus."


Widi adalah teman seperjuangan Rifki, dari dulu Widi memang mencintai Rifki tapi di saat Rifki memutuskan untuk menikahi Safa, Widi memilih pergi dan meminta dipindah tugaskan.


Sekarang setelah bertahun-tahun lamanya mereka tidak bertemu, akhirnya Widi kembali dinas di Polres tempat Rifki bekerja dan Widi sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan Rifki.


Widi baru tahu kalau Rifki tidak jadi menikah dengan Safa dan Widi menyesal karena dulu dia memilih pergi. Tapi di saat Widi kembali, dia kembali harus terluka karena Rifki ternyata sudah menikah dengan wanita lain.


"Rifki, aku tidak bermaksud untuk menghancurkan rumah tanggamu tapi aku hanya kesepian saja butuh teman ngobrol."


"Iya, aku ngerti tapi kamu juga harus ngerti dong dengan posisi aku sekarang. Aku sudah menikah dan aku harus jaga perasaan istriku karena aku sangat mencintai Queen lebih dari apa pun."


"Iya, maafkan aku," lirih Widi.


Widi pun memilih keluar dari ruangan Rifki dengan raut wajah yang sedih, tidak bisa dipungkiri kalau sampai saat ini di hatinya hanya ada Rifki seorang.

__ADS_1


Rifki mengusap wajahnya kasar. "Pasti Queen tadi curiga sama aku," gumam Rifki.


Sementara itu, Fitri sedang membawa Putra jalan-jalan. Dia tidak sadar, kalau dari tadi ada sebuah mobil yang terus memantau mereka.


"Kamu senang kan, sayang? bisa jalan-jalan seperti ini," seru Fitri.


Fitri duduk di sebuah kursi taman, tiba-tiba seorang pria membekap mulut Fitri dengan sapu tangan yang sudah ditetesi obat bius dan seketika, Fitri jatuh tak sadarkan diri.


Orang itu langsung membawa Putra dan masuk ke dalam mobil dengan meninggalkan Fitri yang tergeletak di pinggir jalan itu.


"Astaga, kenapa perasaanku tidak enak seperti ini," gumam Queen dengan memegang dadanya.


Queen segera menghubungi ponsel Fitri tapi sama sekali tidak di angkat, Queen tidak patah semangat, dia terus menghubungi Fitri hingga setelah panggilannya yang kesekian kalinya, ponsel Fitri pun di angkat.


📞"Fitri, kamu ke mana saja, kenapa teleponku tidak di angkat?" kesal Queen.


📞"Maaf Mba, orang yang punya ponsel ini pingsan dan sekarang belum sadarkan diri."


📞"Apa? sekarang posisinya di mana?"


Setelah orang itu menyebutkan posisinya di mana, Queen pun segera berangkat menuju taman. Tidak membutuhkan waktu lama, Queen pun sampai di taman dan ternyata Fitri sudah sadar dan saat ini sedang diberi minum oleh orang-orang yang kebetulan lewat di sana.


"Ya Allah Fitri, kamu kenapa?" tanya Queen panik.


"Putra, Bu. Putra..." lirih Fitri.


"Putra, kenapa dengan Putra?"


Queen melihat stroler yang sudah kosong, seketika Queen panik.


"Mana Putra?"


"Maafkan saya Bu, saya sudah lalai. Sepertinya Putra di culik."


"Apa?"


Bagai di sambar petir di siang bolong, Queen benar-benar sangat terkejut bahkan saat ini kaki Queen terasa lemas tidak bisa menopang berat tubuhnya.


*


*


*

__ADS_1


Ayo guys mampir juga ke ceritaku yang lainnya, di jamin seru.



__ADS_2