
1 Minggu kemudian....
Satu Minggu sudah, Queen dirawat di rumah sakit dan hari ini Queen sudah diperbolehkan untuk pulang.
Selama satu Minggu, Queen tidak pernah mengajak Rifki bicara dan itu membuat Rifki merasa sangat putus asa. Bahkan setiap Rifki ingin menjelaskannya kepada Queen, tapi Queen selalu menghindar.
Queen pun sudah sampai di rumah Nenek Arini, dan Queen langsung masuk ke dalam kamarnya dengan diikuti oleh Rifki.
"Sayang, sudah satu Minggu kamu mengacuhkan ku, aku sangat merindukanmu sayang. Candamu, tawamu, perhatianmu, aku sangat merindukan semuanya," keluh Rifki.
"Ngapain kamu mengharapkan perhatianku Mas, bukanya kamu sudah mendapatkan perhatian lebih dari polwan cantik itu," kesal Queen.
Rifki menghampiri Queen yang sedang duduk di atas tempat tidur, dan Rifki pun duduk di sampingnya.
"Sayang, kamu salah paham. Waktu itu aku sedang asyik ngobrol dengan rekan-rekan ku dan saking asyiknya, aku sampai tidak sadar kalau Widi duduk di samping aku dan memanfaatkan keadaan. Dan masalah postingan, waktu itu aku pergi ke kamar mandi dan ponselku lupa dibawa dan si Widi yang membuat postingan itu karena kamu tahu sendiri kan, kalau ponselku tidak pernah dikunci," seru Rifki.
"Pantas saja kamu bermain dengan wanita lain karena aku memang sampai saat ini belum bisa memberimu keturunan," seru Queen dengan mata yang berkaca-kaca.
"Astagfirullah sayang, harus berapa kali aku bilang sama kamu kalau aku tidak pernah mempermasalahkan itu. Walaupun pada akhirnya kamu tidak bisa memberikan keturunan, aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang."
Rifki hendak menyentuh wajah Queen tapi Queen menepis tangan Rifki.
"Bohong, Mas berkata seperti itu karena Mas ingin menyenangkan hatiku saja kan? aku yakin, kalau aku tidak bisa memberimu keturunan, kamu juga akan tergoda dengan wanita lain."
__ADS_1
Rifki mengusap wajahnya secara kasar, dia sudah bingung harus menjelaskan apa lagi kepada istrinya itu.
"Sayang, kamu adalah wanita yang sangat aku cintai dan aku sayangi, aku tidak akan pernah mengingkari janjiku yang aku ucapakan di hadapan kedua orangtua kita, bahkan di hadapan Allah juga."
Air mata Queen mengalir deras membuat hati Rifki merasa sangat sakit, karena Rifki sudah membuat istri yang sangat dia cintai dan sayangi menangis.
"Please, jangan menangis sayang, aku sangat mencintaimu melebihi apa pun."
Rifki menundukkan kepalanya, dan tidak terasa airmatanya pun menetes.
"Aku sangat mencintaimu sayang, maafkan aku sudah membuatmu sedih dan sakit hati. Aku memang suami yang tidak berguna, kalau kamu sudah tidak percaya lagi sama aku, lebih baik aku mati saja."
Rifki mengambil pistol miliknya dari dalam lemari dan menyerahkan pistol itu kepada Queen membuat Queen terkejut.
"Aku suami yang tidak becus menjagamu, dan kamu juga sudah tidak percaya lagi sama aku, jadi lebih baik sekarang kamu bunuh saja aku. Percuma aku hidup kalau pada akhirnya aku harus dibenci oleh mu."
Airmata Queen kembali menetes, sebenarnya dia juga merasa bersalah karena sudah mengacuhkan dan mengabaikan suaminya. Perlahan Queen bangkit dari duduknya dan menghampiri suaminya, Queen langsung memeluk Rifki.
Rifki sangat bahagia, dia pun membalas pelukan istrinya. Sungguh Rifki sangat merindukan istrinya itu dan Rifki takut akan kehilangan istrinya tercintanya.
"Jangan acuhkan aku, jangan abaikan aku, lebih baik kamu marahi aku, pukuli aku, dan aku akan bahagia daripada kamu terus diamkan aku seperti ini, sungguh aku tidak sanggup sayang," seru Rifki dengan deraian airmata.
"Kamu sudah buat aku kecewa, Mas."
__ADS_1
"Maafkan aku sayang, aku berani bersumpah kalau aku tidak punya hubungan apa-apa sama dia. Cinta aku hanya untukmu sayang, tidak ada yang lain."
Queen pun melepaskan pelukannya dan menghapus airmata Rifki.
"Aku juga sangat mencintaimu, Mas. Aku mohon jangan sakiti aku, jangan tinggalkan aku."
Rifki mencium kening Queen sangat lama dan Rifki pun menatap mata indah istrinya itu.
"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sayang, walau apa pun yang terjadi aku akan tetap berada di samping kamu."
Queen kembali memeluk Rifki, sebenarnya Queen tidak percaya dengan foto-foto itu dan suaminya tidak mungkin mengkhianati cintanya dan sekarang terbukti, kalau semua itu akibat perbuatan wanita yang tidak tahu diri yang ingin menghancurkan rumah tangga mereka.
***
Malam pun tiba....
Rifki dan Queen saat ini sedang duduk di atas kasur dengan punggung yang bersandar ke kepala ranjang.
"Sayang, sepertinya apa yang dikatakan Mommy dan Daddy benar, sebaiknya kita pindah ke Jakarta," seru Rifki.
Queen menatap Rifki tidak percaya. "Terus, bagaimana dengan pekerjaan kamu, Mas?"
"Aku akan meminta izin kepada atasan supaya aku dipindah tugaskan ke Jakarta, tapi kalau tidak bisa, aku akan mengajukan pengunduran diri atau pensiun dini. Daddy waktu itu bicara sama aku, katanya perusahaannya tidak ada yang ngurus sedangkan saat ini Daddy sudah tua dan tidak sanggup untuk mengurus perusahaan, jadi Daddy meminta aku untuk mengurus perusahaan."
__ADS_1
"Kalau aku terserah Mas saja, apa pun keputusan Mas, akan aku ikuti karena kewajiban seorang istri itu harus ikut ke mana pun suaminya pergi."
Rifki menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya, Queen memang wanita idaman setiap pria dan Rifki sangat beruntung bisa memiliki wanita hebat itu.