
Keesokan harinya....
Rifki sudah bangun pagi-pagi sekali, dia memperhatikan wajah istrinya yang masih terlelap.
"Mau dalam keadaan apa pun juga, kamu tetap cantik sayang, aku jadi semakin mencintaimu," lirih Rifki.
Rifki menciumi wajah Queen membuat Queen terganggu dan mulai menggerakkan tubuhnya.
"Ayo bangun sayang."
Queen mengerjapkan matanya, dan terlihat suaminya sudah berada di sampingnya dengan senyuman tampannya.
"Pagi, sayang!"
Queen memeluk suaminya itu dengan manja dan menggosok-gosok wajahnya di dada bidang milik Rifki.
"Mas, kok sudah wangi sih?"
"Iya dong, aku kan sudah mandi."
"Kok, gak nungguin aku sih? aku kan ingin mandi bareng sama Mas."
"Hah...astaga, kenapa gak bilang kalau ingin mandi bareng? ya sudah, aku mandi lagi deh."
Queen melepaskan pelukannya. "Tidak usah, aku mandi sendiri saja."
Queen pun bangun dan dengan langkah gontai masuk ke dalam kamar mandi.
"Ya ampun, coba tadi aku bangunin Queen pasti sekarang kita mandi bareng," gerutu Rifki.
Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, Queen dan Rifki pun menuruni anak tangga untuk sarapan bersama kedua orangtuanya.
"Pagi sayang, ayo sarapan dulu," seru Mommy Vivian.
Queen dan Rifki pun duduk, seperti biasa mereka sarapan dengan sesekali berbincang-bincang. Rifki sebenarnya ingin sekali memberitahukan kepada mertuanya kalau saat ini Queen sedang hamil tapi Queen melarangnya.
Queen ingin diperiksa dulu supaya lebih yakin lagi. Setelah selesai sarapan, Rifki memutuskan untuk menemani Queen ke rumah sakit sekaligus memeriksakan kehamilan istrinya itu.
Queen dan Rifki sampai di rumah sakit, mereka langsung menuju ruangan dokter kandungan setelah sebelumnya Queen membuat janji.
Tok..tok..tok..
__ADS_1
"Masuk."
Queen dan Rifki pun masuk...
"Dr.Queen silakan masuk dan silakan duduk."
"Terima kasih Dr.Ayu."
"Saya sampai kaget tadi pagi-pagi sekali dapat telepon dari Dr.Queen."
"Maaf dokter sudah mengganggu, padahal saat ini belum waktunya jam kerja dokter," seru Queen.
"Tidak apa-apa, buat Dr.Queen apa sih yang enggak."
Ketiganya pun terkekeh dan Dr.Ayu menyuruh Queen untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang pasien. Dr.Ayu mulai memeriksa kehamilan Queen, sedangkan Rifki selalu berada di samping Queen menggenggam tangan Queen.
"Kondisi janinnya sehat dan bagus," seru Dr.Ayu.
Queen dan Rifki memperhatikan monitor yang ada di hadapannya, terlihat benda kecil yang ada di dalam rahim Queen.
Mata Queen dan Rifki berkaca-kaca, mereka tidak sabar ingin melihat anaknya lahir.
"Nah, ini adalah calon bayi kalian masih sangat kecil dan diperkirakan usia kandungannya baru 5 Minggu," seru Dr.Ayu.
Dr.Ayu pun selesai memeriksa Queen, dan mereka kembali berbincang-bincang di kursi pemeriksaan.
"Dr.Queen hebat sampai tidak sadar kalau saat ini usia kandungannya sudah 1 bulan lebih satu Minggu," puji Dr.Ayu.
"Aku juga tidak tahu Dok, soalnya aku tidak merasakan mual dan pusing yang biasa dirasakan wanita ngidam pada umumnya. Cuma, aku merasa aneh saja karena aku jadi sering lapar dan ingin ngemil terus," sahut Queen.
"Wah, bagus kalau begitu."
Dr.Ayu pun mencatat resep untuk Queen dan segera menyerahkannya kepada Queen.
"Dr.Queen ini resep yang harus dokter minum, supaya calon bayinya sehat."
"Baik, terima kasih dokter."
Queen dan Rifki pun pamit, mereka masuk ke dalam ruangan Queen.
"Sayang, aku berangkat dulu ya, pokoknya kamu jangan terlalu capek kalau kamu merasa pusing dan mual segera hubungi dokter jangan dipaksakan terus bekerja."
__ADS_1
"Siap, Pak Polisi."
Rifki memeluk Queen dan mencium kening Queen.
"Aku sangat mencintaimu."
"Aku juga sangat mencintaimu, Mas."
Rifki menunduk dan mencium perut Queen. "Nak, Papi berangkat kerja dulu ya, baik-baik di perut Mami. Papi sudah tidak sabar, ingin melihat wajahmu."
Queen menyunggingkan senyumannya, dan mengusap kepala suaminya itu.
"Aku berangkat dulu ya sayang, Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Rifki pun pergi meninggalkan rumah sakit untuk menuju tempat kerjanya. Queen duduk di kursi kebesarannya, dan melihat foto hasil USG.
"Ya Allah, sehat-sehat kamu di dalam perut Mami ya sayang, kamu adalah hal yang sangat Mami dan Papi tunggu-tunggu selama ini," gumam Queen.
Queen memang sangat beruntung, dia sama sekali tidak mengalami masa ngidam yang sangat menyusahkan untuk wanita hamil. Walaupun ini adalah hamil pertama bagi Queen, tapi Queen tidak mengalami mual dan pusing jadi Queen bisa menjalani hari-harinya tanpa merasa kesusahan.
***
Waktu pulang pun tiba, Queen sudah menunggu di depan rumah sakit lumayan lama tapi Rifki belum datang juga.
"Tumben, jam segini belum datang," batin Queen.
Tidak lama kemudian, mobil Rifki pun terlihat. Rifki segera keluar dari dalam mobilnya dan dengan wajah panik menghampiri Queen, Rifki takut Queen marah karena sudah datang telat.
"Maaf sayang, aku telat jemput soalnya barusan aku banyak yang harus dikerjakan."
"Tidak apa-apa, ayo kita pulang."
"Kamu tidak marah, kan?"
"Tidak, ngapain aku marah?"
Rifki tersenyum dan segera membukakan pintu mobil untuk istrinya itu, lalu Rifki mulai melajukan mobilnya.
Selama dalam perjalanan, Queen sangat bahagia bahkan dia bernyanyi-nyanyi kecil dan itu membuat Rifki tersenyum sembari mengusap kepala Queen dengan sayangnya.
__ADS_1
Sungguh aneh memang, baru kali ini orang ngidam moodnya sangat bagus bahkan Queen sama sekali tidak merasakan mual dan pusing.