KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI (VERSI BARU)

KETULUSAN CINTA SEORANG POLISI (VERSI BARU)
Bab 56 Siapa Raffi, Sebenarnya?


__ADS_3

"Maafkan saya, Bu," seru Fitri dengan deraian airmatanya.


Queen begitu sangat lemas, dia pun segera menghubungi Rifki namun sayang, Rifki sama sekali tidak menjawab panggilan dari Queen.


"Ya Allah Mas, kamj ke mana? kenapa kamu tidak angkat telepon dari aku?" lirih Queen.


Orang-orang di sana pun membantu Queen dan Fitri berdiri, tiba-tiba ponsel Queen bergetar tanda ada pesan yang masuk.


📩"Anakmu sekarang ada di tanganku, jika kamu mau bertemu dengan anakmu, datang ke sini. Tapi kamu jangan coba-coba membawa suamimu, datang sendirian kalau kamu mau bertemu dengan anakmu."


Queen tampak membelalakkan matanya mendapat pesan itu, Queen pun menghubungi nomor itu namun sayang si pelaku tidak mau mengangkatnya.


Tidak lama kemudian, ada pesan masuk lagi dan ternyata si pelaku mengirimkan alamat kepada Queen.


📩"Datang ke alamat ini, ingat, kamu harus sendirian kalau sampai kamu mengingkari janji kamu, kamu akan melihat anakmu tinggal nama saja."


Queen semakin panik melihat pesan itu. "Fitri, kamu pulang saja, aku ada urusan sebentar."


"Ibu mau ke mana?" tanya Fitri.


"Aku akan segera kembali."


Queen menghentikan sebuah ojeg dan dengan cepat pergi meninggalkan Fitri yang terlihat sangat khawatir itu.


Sementara itu di Polres, Rifki saat ini sedang berkumpul dengan rekan-rekannya kebetulan sedang ada waktu senggang, apalagi sebentar lagi jam makan siang.


Rifki tidak tahu ada telepon dari Queen karena ponselnya di silent.


"Rif, makan siang bareng yuk!" ajak Widi.


"Kamu duluan saja, nanti aku sama teman-teman yang lainnya," sahut Rifki.


"Ya sudah, aku juga nanti aja barenga sama kalian."


Widi pun duduk di samping Rifki, terlihat sekali Widi berusaha untuk mendekati Rifki dan mencari kesempatan untuk nempel kepada Rifki.


Rifki yang memang sedang asyik ngobrol dengan rekan-rekannya tidak sadar kalau Widi berusaha mendekatinya. Widi mulai menyandarkan kepalanya di pundak Rifki dan dengan isengnya mengambil gambar.

__ADS_1


Widi sepertinya punya rencana buruk, bahkan bukan satu dua foto saja, Widi mengambil beberapa foto dengan berbagai gaya dan bagi orang yang tidak tahu, mungkin mereka akan mengira kalau mereka mempunyai hubungan spesial.


"Aku post ah, di Instagram," batin Widi.


Widi pun segera memposting foto-fotonya di Instagram dan tidak lupa, dia pun men-tag nama Rifki di sana.


Hingga jam makan siang pun tiba, semuanya segera pergi ke kantin untuk makan. Widi masih berusaha mendekati Rifki dan tidak mau jauh-jauh dengan Rifki, Widi pun meminta temannya untuk memfoto dia dan Rifki.


"Aduh Rif, kok lidah aku hambar ya? aku gak berasa apa-apa, kamu coba deh makanan aku, enak tidak?" seru Widi dengan menyodorkan sendok ke mulut Rifki.


"Biar aku aja."


"Gak apa-apa, kamu tinggal buka saja mulutnya, ayo."


Akhirnya Rifki pun dengan ragu-ragu membuka mulutnya dan Widi tampak mengedipkan sebelah matanya ke arah temannya sebagai kode kalau dia harus mengambil foto itu.


"Bagaimana?" tanya Widi.


" Enak kok, lidah kamunya aja kali yang sedang bermasalah," seru Rifki.


Rifki menyimpan ponselnya di atas meja, entah kenapa Rifki sampai lupa menghubungi Queen padahal setiap hari, dia tidak pernah absen untuk menghubungi istrinya itu.


"Aduh, kenapa perutku sakit," gumam Rifki.


Rifki pun bangkit dan segera pergi dari sana dan lupa membawa ponselnya. Widi yang melihat itu tentu saja harus memanfaatkan situasi, Widi celingukan dan di saat semuanya lengah, dia pun mengambil ponsel Rifki.


Kebetulan ponsel Rifki tidak dikunci karena Rifki takut istrinya curiga, makanya dia tidak pernah mengunci ponselnya supaya istrinya bisa melihat isinya.


Widi segera membuka Instagram Rifki dan membuat postingan dengan foto yang barusan, tidak lupa dia men-tag nama Queen.


"Berhasil, dan aku yakin sebentar lagi mereka akan bertengkar hebat," batin Widi.


Sementara itu, Queen tiba di tempat yang dituju. Queen segera membayar ojegnya dan mengambil ponselnya dari tasnya, ternyata ada salah satu pemberitahuan dari Instagram karena namanya di tag oleh suaminya sendiri.


Queen dengan cepat melihatnya, dan betapa terkejutnya dia saat melihat foto yang terpampang di sana.


"Apa-apaan ini?" gumam Queen.

__ADS_1


Airmata Queen tiba-tiba menetes, pikirannya kacau ke mana-mana, Queen pun menghapus airmatanya dengan kasar dan menyimpan kembali ponselnya ke dalam tasnya.


"Ternyata kamu tidak mengangkat telepon aku karena kamu sedang sibuk dengan wanita lain," batin Queen.


Dalam waktu bersamaan, hati Queen benar-benar sangat sakit, pikirannya terpecah ke mana-mana, Queen berusaha tegar dan dengan mantap melangkahkan kakinya masuk ke dalam sebuah rumah zaman dulu.


Queen merasakan ketakutan yang teramat sangat, tapi Queen harus berani demi Putra. Tiba-tiba, seseorang membuka pintu membuat Queen kaget dan menjaga jarak.


"Anda ikuti saya."


"Ba-baik."


Dengan celingukan ke sana ke mari, Queen pun mengikuti langkah orang yang berjalan di depannya itu.


"Masuklah."


Queen hanya bisa menganggukkan kepalanya, perlahan Queen pun membuka pintu itu dan terlihat seseorang duduk membelakangi Queen.


"Di mana anakku?" tanya Queen memberanikan diri.


Seketika orang itu memutar kursinya, Queen melotot bahkan Queen sampai memundurkan langkahnya saking tidak percaya dengan apa yang dia lihat saat ini.


"Raffi."


"Halo Bu dokter, apakabar?" seru Raffi dengan senyumannya.


"Di mana, Putra? kenapa kamu menculik anakku?" sentak Queen.


Raffi lagi-lagi menyunggingkan senyumannya, dia pun bangkit dari duduknya dan menyandarkan tubuhnya ke meja.


"Queensya Kayandra Darwis, nama yang sangat bagus. Aku baru tahu ternyata Bu dokter adalah putri dari si brengsek Darwis," seru Raffi dengan santainya.


Queen mengerutkan keningnya, dia bingung kenapa Raffi kenal dengan Daddynya dan menyebut Daddynya brengsek.


"Maksud kamu apa, Raffi? kenapa kamu menyebut Daddy ku dengan sebutan brengsek?" tanya Queen.


Raffi menatap Queen dengan tatapan tajam, tapi sedetik kemudian Raffi tertawa terbahak-bahak dan itu membuat Queen semakin bingung bahkan saat ini Queen merasa sangat takut dengan tawa Raffi.

__ADS_1


__ADS_2