Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 11


__ADS_3

Pagi hari Nadia berangkat ke kampus dengan diantar kakaknya yang sekalian mau berangkat ke kantor. Setelah sampai di kampus, di gerbang Radit sedang menunggu kedatangan Nadia.


"Hai Nad, apakabar" tanya Radit.


"Alhamdulillah baik". jawab Nadia.


"kamu kenapa gak ikut acara camping kemarin".


"Oh itu....aku gak di bolehin sama Ayah, emang dari dulu juga aku gak pernah ikut acara begituan, karena Ayah gak pernah kasih izin". jawab Nadia.


"Oh gitu ya, oh iya Nad selesai kuliah apa kamu ada waktu, aku mau ngajak kamu makan siang".


"emh... kita lihat entar ya, aku harus cari alasan dulu sama kakak aku kalo pulang telat".


"Emangnya kamu kakak kamu suka marah kalau kamu pulang telat?".


"Iya,, aku kan di Jakarta tinggal sama Kakak aku, Ayah sama Bunda aku kan tinggal di Bandung. Jadi Kakak aku bertanggungjawab penuh atas diri aku".


"Kalau gitu, apaboleh aku main ke rumah kakak kamu".


"Kayaknya nggak deh, lagian aku blm pernah bawa temen cowok ke rumah".


"Kamu bener² anak rumahan ya,, aku makin suka sama kamu".


"Apa???".


"emh tidak apa², Oh ya nanti siang aku tunggu di parkiran ya".


"Tapi aku gak janji ya".


Setelah kuliah selesai, benar saja Radit menunggu nya di parkiran. Dan Hp milik Nadia pun berbunyi.

__ADS_1


"Halo, dengan siapa ini?".


"Masa kamu gak kenal suara aku!".


"Radit".


"iya, aku nunggu kamu di parkiran nih".


Nadia langsung mematikan telponnya dan bergegas ke parkiran.


"Radit, darimana kamu tau no hp aku".


"apapun akan aku cari tau tentang kamu".ucap Radit sambil tersenyum.


"Maksud kamu apa?".


"gak ada maksud apa² sih cuman aku mau ngajak makan siang aja".


"Tapi aku blm izin ke kakak".


"nggak....nggak perlu, biar aku ajah ug minta izin".


Nadia pun mengetik pesan kepada kakaknya meminta izin mau pergi ke rumah temannya sebentar, dan kakaknya mengizinkan asal jangan pulang sampai larut malam.


Dan akhirnya Nadia menerima ajakan Radit untuk makan siang di sebuah kafe. Setelah memesan makanan, Radit yang berada di hadapan Nadia memegang kedua tangan Nadia. Karena kaget Nadia mau melepaskan tangannya, tapi genggaman Radit lebih kuat darinya, alhasil Nadia pasrah dengan apa yg dilakukan Radit.


"Nad, aku mau ngomong sama kamu".


"emhh...mau ngomong apa? tanya Nadia bergetar".


"Aku suka sama kamu, apa kamu mau jadi pacar aku?".

__ADS_1


Sontak Nadia kaget. "Hah...Apa katamu?".


"iya aku ingin kamu jadi pacar aku".


"Dit" ucap Nadia sambil pelan melepaskan genggaman tangan Radit. Maaf dit, aku gak bisa, kita juga baru kenal Dit..."


"Tapi Nad, aku sungguh mencintaimu, aku benar² jatuh cinta pada pandangan pertama".


"Tapi...." ucap Nadia terpotong.


"Apa kamu gak mau kasih aku kesempatan buat aku menunjukan berapa besar cinta aku ke kamu?".


"Dit, maaf aku benar² gak bisa" ucap Nadia sambil berdiri berniat mau pergi meninggalkan kafe.


Tiba² Radit menarik tangan Nadia.


"Kenapa.... kenapa kamu menolakku, apa kurang nya aku Nad, katakan!!".


"nggak Dit, tidak ada yang kurang dari kamu...kamu terlihat sempurna, bahkan terlalu sempurna menurutku".


"trus apa alasan kamu menolakku, perlu kamu tau semenjak awal aku bertemu dengan mu, isi pikiranku hanya ada kamu, aku tidak bisa tidur nyenyak karena setiap hari mikirin kamu Nad!".


"Tapi....."


"Apa kamu sudah punya pacar?".


Nadia membisu, dia bingung harus bilang apa pada Radit.


"Oh jadi benar kamu sudah punya pacar".


"iya... bahkan lebih tepatnya calon suami!!!".

__ADS_1


jederrr!!!!


Hati Radit bagai tertembak beribu peluru...


__ADS_2