
Di tengah perjalanan, Ricki memarkirkan mobil nya di tepi jalan. Ricki menatap Alya.
"Apa boleh aku tahu, siapa ayah dari anak yang kamu kandung?" tanya Ricki
Alya menoleh terkejut "Maaf pak ini bukan urusan Bapak" ucap Alya hendak membuka pintu mobil. Namun tidak bisa karena Ricki telah menguncinya.
"Pak saya mohon...pak tolong bukain pintunya. Tolong biarkan aku turun disini"
"Tidak sebelum kamu jawab pertanyaanku"
"ini bukan urusan bapak"
"Tentu saja ini menjadi urusan ku, karena aku sangat mencintai mu,Alya"
"Tidak Pak, aku wanita hina... aku tidak layak untuk di cintai"
"Nggak Al, kamu berharga bagiku. Kalau lelaki brengsek itu tidak mau bertanggungjawab, biar aku yang akan menjadi Ayah dari anak yang kamu kandung,Al"
"Nggak pak saya mohon... jangan lakukan itu, saya tidak pantas buat bapak. Lagian sekarang aku tidak ingin menjalin hubungan apa pun. Yang aku pikirkan saat ini adalah bagaimana cara nya aku memberitahu kedua orangtua ku kalau aku hamil" ucap Nadia sambil terisak.
"Apa orangtua mu tau siapa laki² yang telah menghamili mu itu?"
" Tidak Pak, Bapak dan ibuku tidak tahu kalau aku sudah dinodai, aku tidak pernah cerita kepada mereka kalau sebulan yg lalu aku telah diperkosa"
"Jadi kamu itu di perkosa,, sama siapa, katakan Al siapa pria brengsek itu?"
"Dia adalah pemilik perusahaan tempat aku bekerja dulu Pak, bahkan aku sama sekali tidak mengenalnya"
"Dasar pria brengsek!!! Seenak nya saja setelah dia mengambil kehormatan mu, dia terus membuangmu".
"Sebenarnya,, aku yang ingin menjauh darinya Pak, aku tidak mau kejadian waktu itu teringat² di kepalaku. Aku kira semuanya akan baik² saja, tapi... kenapa aku malah hamil" Alya kembali terisak
__ADS_1
"al, izinkan aku menjadi ayah dari bayi mu"
Alya terdiam tidak menjawab pernyataan Ricki.
"Pak tolong antarkan saya pulang"
"Baiklah kalau itu mau kamu"
Ricki pun mengantarkan Alya pulang ke rumah otangtuanya.
"Terimakasih pak sudah mengantarkan ku sampai depan rumah dengan selamat." ucap Alya
"Apa kamu tidak mau menyuruhku masuk ke dalam?"
" Jangan sekarang ya Pak, aku butuh istirahat"
" Ya sudah kamu istirahat sana, jangan lupa minum obatnya"
"Iya sama², aku pergi dulu ya... Assalmualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab Alya berlalu ke dalam rumah.
"Kenapa jam segini baru pulang, darimana saja kamu?" tanya Bapak nya Alya
"Alya tadi pingsan pak, lalu Pak Ricki membawa Alya ke rumah sakit"
"Kamu pingsan? trus apa kata dokter?" tanya Bapak
"Kata dokter, Alya cuman telat makan Pak"
"Ya Allah.... Alya kamu sakit apa Nak" tanya ibu dari dapur mendengar percakapan Alya dengan Bapaknya.
__ADS_1
"Alya tadi cuman telat makan Bu, jadi Alya pingsan. Ya sudah Alya mau istirahat dulu ya Pak, Bu, Alya permisi ke kamar dulu.
"Ya sudah kamu istirahat sanah jangan lupa minum dulu obatnya Nak" ucap ibu
Alya pun meninggalkan kedua orangtuanya pergi ke kamarnya. Dikamar Alya merebahkan badannya di kasur mungil miliknya. Alya sangat kelelahan karena memang seharusnya dia di opname malam ini, tapi dia keukeuh minta pulang dari rumah sakit.
Alya pun terlelap, hingga di saat tengah malam tiba² rasa mual menyerangnya. Alya bangun dan berlari menuju kamar mandi. Karena di rumah Alya ada 1 kamar mandi dan letaknya ada di sebelah Dapur, saat Alya keluar dari kamarnya, tak sengaja ibu mendengarnya dan mengikuti Alya ke kamar mandi.
"Kamu kenapa Nak" tanya ibu sambil memijit tengkuk leher Alya
Setelah selesai muntah, alya baru bisa menjawab pertanyaan ibunya
"Alya mual bu" jawab Alya lemas
"Yasudah ayo kembali ke kamar mu" ibu mengantarkan Alya ke kamarnya
"ibu akan buatkan kamu air hangat ya"
Alya hanya mengangguk
Ibu kembali ke kamar Alya dengan membawa segelas air hangat dan di berikannya kepada Alya.
"Terimakasih Bu"
"Kamu sudah makan belum Nak?
" Belum bu"
"Ya sudah ibu ambilkan dulu makanan buat kamu, mungkin kamu sakit magg Nak"
"iya mungkin bu"
__ADS_1