
Sepeninggalan kedua orangtuanya, Nadia merenung di dalam kamarnya. Dan setelah sekian lama dia keluar dari kamarnya dan bergegas ke meja makan untuk makan malam.
Keadaan di meja makan sangat hening, hanya ada suara sendok & garpu yang bersentuhan dengan piring.
Setelah selesai makan Ayah langsung berlalu hendak pergi ke ruang kerjanya. Nadia melihat Ayahnya yang mendiamkannya. Hingga setelah selesai makan,Nadia pun mengikuti Ayahnya ke ruang kerja.
"Yah boleh aku bicara".ucap Nadia
Ayah tidak merespon, dia pura² sibuk dengan berkas² yang ada di meja kerja nya. Nadia berjalan mendekati Ayahnya, dan dia duduk bersimpuh di depan Ayahnya.
"Yah maafin Nadia,,,, Nadia mohon Yah...Ayah jangan diemin Nadia seperti ini".
Ayah masih saja belum merespon.
"Kalau perjodohan ini akan membuat Ayah senang dan memaafkan Nadia,,,,Nadia bersedia menerimanya ya".
Ayah melirik menatap Nadia.
"Nadia janji tidak akan mengecewakan Ayah, Nadia mau menikah dengan kak Daffa".lirih Nadia.
__ADS_1
Ayah mulai bicara"Apa kamu serius dengan ucapanmu itu?".
Nadia mengangguk pelan.
"Apa kamu sudah yakin".
Nadia mengangguk lagi.
"Kalau begitu Ayah akan segera memberitahukan nya kepada keluarga Satya".
Nadia hanya bisa mengangguk.
Nadia hanya mengangguk dan menangis di pelukan Ayahnya.
###
Ayah pun langsung mengabari Keluarga Satya, dan keluarga Satya pun bilang kalau besok malam akan datang ke Bandung untuk acara lamaran.
Keesokan harinya, disaat sedang sarapan, Ayah memberitahukan kepada Nadia.
__ADS_1
"Nak, nanti malam keluarga Satya akan datang kesini, kamu siap² ya".
"kok secepat itu yah?".
"Mereka sangat senang dengan berita yang Ayah berikan, maka dari itu mereka langsung memutuskan segera melamarmu Nak".
"Baiklah terserah Ayah saja".
Dan siang ini di kediaman Rendi sangat disibukkan dengan acara lamaran Nadia, Vano dan istrinya pun datang ke Bandung pada sore hari nya. Dan tepat jam 8 malam, Keluarga Satya pun datang. Di kamarnya Nadia sedang duduk di meja riasnya sambil menatap dirinya di cermin.
"Ya Allah apakah ini adalah jawabanMu atas segala doa yang ku panjatkan padaMu?. Apakah kak Daffa itu benar² jodohku?. Baiklah Ya Allah aku akan coba menerima takdir yang Kau berikan padaku".
Tak lama Bunda memanggil Nadia ke kamarnya, Nadia berjalan digandeng ibunya menuju ruang tamu.
Daffa sungguh terpesona melihat kedatangan Nadia. Dia bahkan memandanginya tanpa berkedip.
Selain kedua orangtua Daffa, ada Om dan tantenya Daffa dan 2 orang temannya Daffa yg ikut di acara lamaran ini. Kedua adiknya bahkan tidak ikut karena Reifan masih berada di Kalimantan, dan Radit ada tugas camping di kampusnya.
Acara pun berjalan dengan khidmat dan lancar. Setelah Nadia menyatakan Setuju, Lidya mamahnya Daffa bergegas menghapiri Nadia dan menyerahkan seserahan berupa satu set perhiasan emas putih, karena Lidya tau kalau Nadia tidak suka perhiasan yg mencolok. Nadia pun menerimanya dengan senyuman, sungguh hari ini Nadia menunjukan senyuman nya di balik kesedihannya.
__ADS_1
Setelah itu acara makan² pun di mulai semua keluarga dan tamu, sedang berada di meja makan. Dan kebetulan Daffa duduknya bersebrangan dengan Nadia, hingga Daffa leluasa curi² pandang menatap Nadia.