Kisah Cinta Kakak Beradik

Kisah Cinta Kakak Beradik
Bab 16


__ADS_3

Dan benar saja, pagi harinya mereka bangun kesiangan. Tapi tidak dengan Nadia tadi pagi sekali Bunda sudah membangunkannya karena pihak MUA yg akan merias Nadia sudah datang.


"eh kalian udah bangun, ayo kalian mandi dulu gih, trus kalian jangan lupa sarapan ya,".ucap bunda.


"Iya tante, jawab salah seorang teman Nadia".


Bunda Indri pun pergi menghampiri putrinya yang sedang di rias di kamar tamu karena tadi kamar Nadia di pakai teman2nya tidur.


Sambil membawa nampan yg berisi sepiring nasi komplit dengan lauk pauk dan segelas susu." Sayang ayo sarapan dulu".


"Gak mau ah bun, aku nggak terbiasa makan berat di pagi hari".


"Kamu harus makan sayang, kan acara nya bakalan sampe malem, jadi kamu sekarang harus banyak makan dulu biar nanti kuat sampe acara resepsi nya, nanti kalau sudah banyak tamu undangan, mana sempet kamu makan".


"Iya deh Bun, tapi bunda yang suapin ya".


"akhirnya, Riasan nya sudah selesai, dan sarapannya juga sudah hampir habis. Sudah ah bun aku kenyang".


"ya sudah ini minum susunya".


"Nadia pun meminum susunya sampai habis"


Bunda meletakan nampan di nakas sebelah ranjang. lalu menghampiri Nadia kembali yg ada di depan cermin Rias.

__ADS_1


"Nak, apa kamu bahagia?" Bunda bertanya sambil memegang pundak Nadia sambil menhadap cermin.a


Nadia hanya menatap Bundanya lewat cermin. "InsyaAllah Nadia bahagia Bun, Ayah sama Bunda pasti memberikan apa yg terbaik buat Nadia".


"Bunda akan selalu mendoakan mu sayang, semoga kamu mendapatkan kebahagiaan, di cintai oleh suamimu dengan sepenuh jiwa raganya, dan di sayangi orang sekitar termasuk kedua mertua mu, pokoknya doa bunda pasti yang terbaik buat anaknya.


"Iya Bun makasih doa nya, semoga keputusan yang aku ambil ini adalah keputusan yang benar.


###


Di kediaman Satya, semua keluarga sudah siap akan beeangkat ke gedung tempat acara akan di laksanakan.


Daffa sejak dari tadi sudah gelisah, jantungnya berdebar gugup memikirkan bagaimana nanti dia berijabqobul".


"Rei, aku gugup,,, aku takut nanti aku tidak lancar mengucapkan ijabqabul'.


"Rilex bang tenangin diri abang, nanti abang bayangin aja kalau abang lancar melafalkannya,gadis yang abang cintai akan segera menjadi milik abang seutuhnya".


"Ah..iya ..Rei terimakasih atas sarannya".


"Lagian aku juga sebentar lagi mau nyusul abang ke pelaminan, aku akan segera melamar pujaan hati ku bang".


"Wah kalau begitu abang doakan semoga lamaran kamu cepat diterima,dan kamu hidup bahagia dengan nya nanti".

__ADS_1


"Iya bang sama², abang juga semoga bahagia selalu, sakinah mawadah warohmah".


"Amiin yarobalalamin".


Keluarga Rendi telah sampai di dalam gedung, Nadia di bawa ke sebuah ruangan privat semacam tuang ganti gitu menunggu calon mempelai pria.


Dan tak lama keluarga Satya juga sampai di gedung,Ayah dan Bunda pun mengahampiri menyambut keluarga pengantin laki². Dengan beberapa fotografer yang bertugas memotret dan merekam acara sakrar ini.


Daffa langsung di bawa ke tempat ijab qabul, dan disitu daffa duduk berhadapan dengan Ayah Nadia dan juga seorang penghulu dan beberapa saksi. Nadia sendiri blm di suruh turun ke gedung dia menyaksikan Daffa di layar yg terhubung ke ruang privat tersebut.


Dengan arahan dari penghulu, akhirnya ijabqabul pun dengan lantang di ucapkan Daffa di hadapan saksi.


Ayah:


"Daffa Arya Putra, Saya nikahkan engkau dengan Putri saya yang bernama Nadia Putri Azahra binti Rendi Nugraha dengan mas kawin Seperangkat alat sholat dan logam mulia seberat 250gram di bayar tunai".


"Saya terima nikah dan kawinnya Nadia Putri Azahra binti Rendi Nugraha dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" ucap Dafa dengan lantang.


Syah!!!


terdengar para saksi dan para tamu undangan mengucap kata itu,


sempat meneteskan air mata, kini Daffa dipeluk oleh mamahnya." Selamat ya sayang sekarang kamu sudah syah menjadi seorang suami".Lidya pun sama memeluk dan mencium putra sulungnya dengan berlinang air mata... Air mat bahagia pastinya.

__ADS_1


__ADS_2